Ray Rangkuti: Serahkan Kasus Penyiraman Air Keras ke Polisi, Bukan Peradilan Militer

REDAKSI JAKARTA

Selasa, 31 Maret 2026 - 03:27 WIB

5054 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Direktur Eksekutif Lingkar Madani Ray Rangkuti menyoroti kasus penyiraman air keras yang menimpa aktivis KontraS, Andrie Yunus. Menurutnya ada kejanggalan di balik pengungkapan tersebut dimana Polda Metro Jaya dan Pusat Polisi Militer dimana berbeda.

Ray menilai, masuknya TNI dalam ranah penyidikan membuat situasi hukum menjadi ’ambyar’.

Mundurnya Letnan Jenderal Yudi Abrimantyo dari jabatan Kepala Badan Intelijen Strategis atau Bais TNI sebagai bentuk pertanggungjawaban atas kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan atau Kontras, Andrie Yunus, dinilai belum cukup. TNI didesak untuk mengungkap dan menghukum pelaku hingga dalangnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Biarkan polisi melakukan penyidikan hingga penyelidikan , karena peristiwanya yang menjadi korban dari sipil dan kejadian ini diluar lingkungan Militer. Oleh karena itu, tidak terdapat dasar yang sah untuk membawa perkara ini ke dalam yurisdiksi peradilan militer.

Mendesak agar proses hukum kali ini benar-benar transparan, menyeluruh, dan memberikan hukuman yang seberat-beratnya bagi semua yang terlibat, tegasnya ray rangkuti.

Negara harus memastikan pengungkapan auktor intelektualis sebagai jaminan atas sistem perlindungan yang komprehensif bagi pejuang dan pembela hak asasi manusia.

Bagaimanapun reformasi hukum menjadi sebuah keniscayaan. Tanpa penegakan hukum yang tegas dan transparan, impunitas akan terus berulang.

Pada akhirnya, penyiraman air keras kepada aktivis menyalakan alarm keras bagi demokrasi Indonesia. Ia mengirimkan sinyal rapuhnya perlindungan hak asasi manusia. Ketika pembela hak asasi menjadi korban, demokrasi berada dalam posisi yang rapuh.

Kita semua berharap demokrasi juga mampu menjamin kebebasan, keadilan, dan keamanan bagi warga negaranya,tutupnya.

Berita Terkait

Perkuat Keamanan Desa, Babinsa Garanta Sertu Rusmin Rangkul Tokoh Pemuda
Diskusi Interaktif GMKI Jakarta Bahas Dinamika Konflik Teluk dan Dampaknya bagi Indonesia
“Ketika Prajurit Pulang: 28 Tahun Mengabdi, Kapten Danial Kembali Menjaga Tanah Kelahiran”
Babinsa Desa Sapanang Pratu Fahrul Gelar Komsos Bahas Keamanan dan Kebersihan Lingkungan
“Ketika Prajurit Pulang: 28 Tahun Mengabdi, Kapten Danial Kembali Menjaga Tanah Kelahiran”
H.emman Membantah Tuduhan Akun Tiktok Viral Bulukumba
Polsek Pasaman Hadir di Objek Wisata Pantai Sasak untuk keamanan dan kenyamanan bagi para pengunjung
Resmob Polres Bulukumba Ungkap Kasus Curat, Tiga Terduga Pelaku Diringkus

Berita Terkait

Minggu, 5 April 2026 - 05:20 WIB

Perkuat Keamanan Desa, Babinsa Garanta Sertu Rusmin Rangkul Tokoh Pemuda

Sabtu, 4 April 2026 - 05:05 WIB

Diskusi Interaktif GMKI Jakarta Bahas Dinamika Konflik Teluk dan Dampaknya bagi Indonesia

Jumat, 3 April 2026 - 05:27 WIB

Babinsa Desa Sapanang Pratu Fahrul Gelar Komsos Bahas Keamanan dan Kebersihan Lingkungan

Jumat, 3 April 2026 - 04:14 WIB

“Ketika Prajurit Pulang: 28 Tahun Mengabdi, Kapten Danial Kembali Menjaga Tanah Kelahiran”

Selasa, 31 Maret 2026 - 03:27 WIB

Ray Rangkuti: Serahkan Kasus Penyiraman Air Keras ke Polisi, Bukan Peradilan Militer

Sabtu, 28 Maret 2026 - 13:34 WIB

H.emman Membantah Tuduhan Akun Tiktok Viral Bulukumba

Senin, 23 Maret 2026 - 13:53 WIB

Polsek Pasaman Hadir di Objek Wisata Pantai Sasak untuk keamanan dan kenyamanan bagi para pengunjung

Minggu, 22 Maret 2026 - 09:30 WIB

Resmob Polres Bulukumba Ungkap Kasus Curat, Tiga Terduga Pelaku Diringkus

Berita Terbaru