Berada di Sekayam Seakan Dalam Dekapan Ibu Kandung

baraNews

Sabtu, 19 Juli 2025 - 18:23 WIB

50202 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BARANEWS | Pertanian sering disebut sebagai “ibu kandung” masyarakat. Julukan itu bukan tanpa alasan. Pertanian menyediakan kebutuhan pokok yang paling dasar bagi manusia—pangan. Dari sawah dan ladang, manusia mendapatkan beras, sayuran, buah-buahan, dan berbagai sumber energi yang menopang kehidupan. Sejak zaman dahulu, pertanian bukan hanya urusan perut, tapi juga urusan hidup.

Kami sedang berada di Desa Sotok, sebuah desa yang terletak di Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. Meski Sekayam bukanlah penghasil beras utama seperti Karawang, Cianjur, atau Solok, namun di sini kami merasakan sesuatu yang hangat, akrab, dan mengikat: suasana yang tak jauh berbeda dari pelukan seorang ibu kandung.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hidup di desa ini membuat kami semakin memahami makna pertanian sebagai ibu kandung. Bukan hanya karena sawah atau ladang, tapi karena kehidupan masyarakatnya yang masih begitu dekat dengan tanah. Mereka menyentuh bumi saban hari, menggantungkan hidup dari apa yang tumbuh, dan bersyukur dari hasil yang dipanen.

Di Kalimantan Barat, khususnya di Sekayam, pertanian bukanlah sektor utama. Wilayah ini dikenal sebagai sentra perkebunan sawit, bukan lumbung padi. Namun menariknya, tidak ada istilah khusus seperti “pekebun” dalam identitas formal. Siapa pun yang bekerja mengolah tanah, baik di ladang, kebun, maupun sawah, tetap disebut petani dalam KTP mereka. Sebutan itu seolah melampaui batas komoditas, menjadi identitas sosial yang menyatu dengan akar kehidupan.

Pertanian tak hanya menyediakan pangan. Ia juga menjadi penggerak ekonomi, terutama di desa. Di tempat seperti Sotok, sektor ini menyerap tenaga kerja, membuka ruang penghidupan, dan menjadi sumbu bagi perputaran uang. Setiap hasil tani atau kebun yang dijual, menjadi rezeki bagi keluarga dan sumber pemasukan bagi daerah.

Lebih jauh lagi, pertanian yang dikelola dengan bijak ikut menjaga keseimbangan alam. Ia mencegah erosi, menjaga kesuburan tanah, dan melestarikan keanekaragaman hayati. Di tengah ancaman krisis iklim dan eksploitasi alam besar-besaran, pertanian yang berkelanjutan adalah benteng terakhir bagi ekosistem yang sehat.

Sebulan tinggal di Desa Sotok, kami merasakan langsung denyut kehidupan yang tenang, jauh dari hiruk-pikuk ibu kota. Di sini, orang bangun lebih pagi, bekerja dengan tangan dan hati, pulang dengan rasa cukup. Tidak ada bising klakson atau desakan waktu. Hanya ada suara burung, tawa anak-anak, dan aroma tanah yang basah oleh hujan.

Kehidupan di desa seperti menemani ibu kandung dalam bekerja. Ia menenangkan, menumbuhkan, dan mengajarkan makna syukur. Di antara kebun-kebun sawit dan jalan-jalan tanah merah, kami belajar memahami satu hal penting: bahwa manusia sejatinya adalah anak dari bumi. Dan pertanian, dalam segala bentuknya, adalah pelukan ibu yang setia.

Berita Terkait

Wujudkan Lingkungan Bersih, Satgas Yonif 521/DY Bersama Warga Gelar Karya Bakti di Area Kantor Desa Apalapsili
Sigap dan Peduli Binter TNI, Satgas Yonif 521/DY Tangani Perbaikan Jembatan Longsor di Distrik Eragayam
Semangat Gotong Royong, Satgas Yonif 521/DY Bersama Warga Laksanakan Pengecoran Tahap II Masjid H. Aippon Asso di Distrik Walesi
Wujudkan Generasi Qurani, Datuk Seri Muspidauan dan Panglima Muhammad Nasir Dukung Penuh Khatam Al-Quran Zuriat Marhum Pekan
Razia Gabungan dan Tes Urine Bersama Penegak Hukum Dalam Rangka Memperingati Hari Bakti Pemasyarakatan Ke-62
Halal Bihalal LMB Nusantara : Satukan Laskar Melayu Se-Riau, Bukti Melayu Bangkit Menjaga Marwah
Gotong Royong Bersama Anak Negeri, Satgas Yonif 521/DY Bersihkan Jalan Kampung di Distrik Bolakme
AF Tewas di Konser Dangdut Bendar, Mukit : Polisi Harus Tangkap Pelaku Sekarang

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 17:12 WIB

Gema Davos, Ranny Fahd A Rafiq Kawal Langkah Berani Presiden Prabowo untuk Gaza lewat BoP

Minggu, 19 April 2026 - 17:07 WIB

Fahd A Rafiq : Gebrakan dari ‘Papan Tengah’ Mengunci Kedaulatan Palestina lewat Board of Peace”, Dukung Penuh Langkah Presiden Prabowo Subianto

Jumat, 10 April 2026 - 15:37 WIB

Langkah Besar Dimulai di Bandung, XTC Gelar Rakernas I

Jumat, 10 April 2026 - 13:17 WIB

DPRD Boyolali Dukung HKPS 2026 dan Munas SWI

Jumat, 3 April 2026 - 18:47 WIB

Ketua gerakan Aktivis Muda Rohil Kritik Narasi Larshen Yunus : Jangan Seret Urusan Privat ke Panggung Politik

Jumat, 27 Maret 2026 - 06:27 WIB

Petisi Ahli dan MIO Indonesia Tekankan Pentingnya Pembenahan KPK

Senin, 16 Maret 2026 - 15:24 WIB

Belanja Sewa Hotel Rp3 Miliar di Dinkes KBB Disorot, Diduga Abaikan Efisiensi dan Transparansi

Sabtu, 14 Maret 2026 - 22:31 WIB

Sentuhan Kayu Sonokeling, Fawaz Salim Hidupkan Kembali Suzuki Jimny LJ80 dan VW Safari dalam Skala Asli

Berita Terbaru

PASAMAN BARAT

Sebanyak 70 Peserta Paskibraka memasuki tahap Krusial

Rabu, 22 Apr 2026 - 06:08 WIB