Nunukan, 9 Juni 2025 — Di tengah tantangan geografis dan akses logistik yang terbatas, Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Yonarmed 11 Kostrad terus menanamkan semangat kemandirian dan ketahanan di wilayah perbatasan Indonesia–Malaysia. Melalui program ketahanan pangan yang dijalankan di Pos Kandungan, Desa Sekaduyan Taka, Kecamatan Seimanggaris, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Satgas tidak hanya menjaga kedaulatan wilayah, tetapi juga menumbuhkan harapan akan masa depan pangan yang berkelanjutan di tapal batas negeri.
Lahan sekitar pos yang semula tidak tergarap kini menjelma menjadi ladang hijau yang dipenuhi tanaman pangan seperti kangkung, bayam, dan sawi. Dari pembibitan, pengolahan tanah, hingga panen, seluruh proses dilakukan sendiri oleh prajurit Satgas bersama warga sekitar. Hasil panen tak hanya dimanfaatkan untuk mencukupi kebutuhan konsumsi harian personel TNI, namun juga dibagikan kepada masyarakat setempat sebagai bentuk kepedulian dan penguatan hubungan antara TNI dan rakyat.
Komandan Satgas Pamtas Yonarmed 11 Kostrad, Letkol Arm Gde Adhy Surya Mahendra, menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan bagian integral dari tugas pokok Satgas di perbatasan. “Kami tidak hanya hadir sebagai penjaga kedaulatan, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam membangun kehidupan yang mandiri dan sejahtera,” ungkapnya. Ia menambahkan, “Dengan memanfaatkan potensi lahan yang ada, kami ingin memberi contoh bahwa keterbatasan bukanlah halangan untuk berkarya dan berproduksi.”
Kegiatan ini merupakan bagian dari pendekatan teritorial TNI, yang bertumpu pada pembinaan masyarakat melalui aksi nyata. Kehadiran Satgas tidak hanya berdampak pada aspek keamanan, tetapi juga sosial dan ekonomi. Di wilayah yang rawan terhadap keterisolasian dan kemiskinan struktural, langkah kecil seperti berkebun dapat menjadi perubahan besar yang menginspirasi.
Warga Desa Sekaduyan Taka menyambut hangat inisiatif ini. Menurut Pak Ansar (47), salah satu tokoh masyarakat, kehadiran Satgas yang peduli terhadap ketahanan pangan sangat membantu dan memberi contoh langsung kepada masyarakat. “Kami jadi semangat juga untuk mulai garap lahan pekarangan. Tidak hanya makan sendiri, siapa tahu nanti bisa jadi sumber penghasilan,” ujarnya.
Program ini diharapkan menjadi pemicu bagi masyarakat perbatasan lainnya untuk mulai menanam dan mengolah lahan dengan lebih produktif. Dengan semangat gotong royong dan kemandirian yang ditanamkan oleh TNI, ketahanan pangan di wilayah perbatasan perlahan namun pasti dapat terwujud secara berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, Satgas Pamtas Yonarmed 11 Kostrad membuktikan bahwa pertahanan tidak hanya soal senjata, tetapi juga soal pangan, persatuan, dan keberlanjutan hidup masyarakat perbatasan. Sebuah langkah hijau dari ujung negeri untuk ketahanan nasional yang lebih kuat.
(Armed 11/Editor: Redaksi Tunas Karya)































