KABUPATEN OGAN ILIR — Tokoh masyarakat Kabupaten Ogan Ilir, Fidiel Castro, menyoroti lonjakan harta kekayaan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ogan Ilir, Sayadi, berdasarkan data terbaru Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).
Fidiel Castro yang juga menjabat Ketua Organisasi Pers PPWI Ogan Ilir menyebut total kekayaan Sayadi pada laporan tahun 2025 tercatat mencapai Rp3,9 miliar. Angka tersebut meningkat sekitar Rp500 juta dibanding laporan tahun 2023 yang berada di kisaran Rp3,4 miliar.
Menurut Fidel, peningkatan kekayaan itu patut menjadi perhatian publik, terlebih di tengah sorotan masyarakat terhadap berbagai kebijakan di lingkungan Dinas Pendidikan Ogan Ilir, termasuk persoalan pengadaan seragam sekolah.
“Kami tidak menuduh siapa pun, tetapi publik berhak mengetahui sumber penambahan kekayaan tersebut. Harus ada transparansi dan penjelasan terbuka,” tegas Fidel, Jumat (09/05/2026).
Dalam rincian LHKPN, aset yang dilaporkan meliputi tanah dan bangunan di wilayah Ogan Ilir serta Kota Palembang dengan nilai hampir Rp3 miliar. Selain itu, juga tercatat kendaraan berupa Honda HRV tahun 2022 dan Mitsubishi Pajero tahun 2017.
PPWI Ogan Ilir bersama tokoh masyarakat mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi, Polda Sumatera Selatan, dan Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan untuk melakukan pemeriksaan dan verifikasi menyeluruh terhadap asal-usul aset yang dimiliki.
“Jangan hanya administratif. Perlu ditelusuri secara totalitas agar terang sumber dan legalitas hartanya,” ujar Fidel.
PPWI juga meminta seluruh proses dilakukan secara transparan demi menjaga kepercayaan masyarakat terhadap integritas pejabat publik.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Sayadi belum memberikan keterangan resmi terkait sorotan tersebut.
(Tim)

































