Ucapan Prof Kiki Terkait Anwar Usman Dari Kampus Odong-odong Merupakan Penghinaan & Tidak Etis

baraNews

Selasa, 21 April 2026 - 18:04 WIB

50221 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA | Pada era kebebasan berpendapat ini, semua orang dapat berbicara, berpendapat, ataupun menjadi wadah bertukar pikiran dengan bebas lewat media sosial, forum diskusi, namun, satu hal yang semakin krusial dan sering terlupakan adalah pentingnya berbicara berdasarkan data. Ungkapan “jangan bicara tanpa data” bukan sekadar slogan, tapi prinsip dasar komunikasi yang bertanggung jawab.

Kordinator LAKSI Azmi Hidzaqi dalam siaran persnya di Jakarta ikut menanggapi terkait beredarnya potongan video YouTube dalam wawancara prof Kiki yang dinilainya tidak mencerminkan seorang intelektual yang menjunjung tinggi kebijaksanaan dalam memberikan pendapat dan pernyataan, sehingga pendapat tersebut menuai kontroversi dan dapat menimbulkan kegaduhan di ruang publik.

Dalam video tersebut prof Kiki dengan entengnya mengatakan bahwa Anwar Usman adalah alumni dari kampus odong-odong, dan menjustifikasi pribadi Anwar Usman sehingga memberi kesan sangat merendahkan dan tendensius dalam menilai figur seseorang yang telah berkiprah sebagai mantan hakim MK, ucapan Prof Kiki juga sangat merendahkan institusi pendidikan dengan freming kampus odong-odong, kami menilai pernyataan itu sangat tidak pantas, keluar dari seorang guru besar, sehingga banyak pihak yang mengecam pernyataan tersebut. Oleh karena itu maka kami mengecam keras sindiran dan ucapan yang dapat menyesatkan dan merusak kehormatan seseorang dan reputasi dari institusi pendidikan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Seharusnya prof Kiki yang seorang akademisi harusnya lebih bijaksana dalam memberikan pandangan dan argumentasi yang benar tanpa harus merendahkan pihak lain maupun institusi pendidikan. Kami sangat menyayangkan adanya
pernyataan yang tidak benar, fitnah, atau “pernyataan sesat” (hoaks) yang keluar dari prof Kiki mengenai sebuah institusi pendidikan tinggi yang dapat berdampak serius pada citra dan reputasi kampus tersebut. Padahal pernyataan dari prof Kiki merupakan asumsi pribadi yang belum tentu juga benar, sehingga sangat bertentangan dengan kondisi saat ini terkait dengan kampus STIH IBLAM.

Azmi juga mengatakan sudah seharusnya pernyataan ngawur dari prof Kiki terhadap STIH IBLAM sebagai institusi pendidikan harus segera di klarifikasi sebab dapat merusak reputasi kampus itu sendiri. Sudah seharusnya prof Kiki dapat menghargai jerih payah, usaha dan perjuangan dari STIH IBLAM sebagai institusi pendidikan dalam membangun reputasi kampus yang ternyata membutuhkan waktu yang bertahun-tahun dalam membangun kualitas akademik, riset, dan prestasi mahasiswa. Oleh sebab itulah maka pernyataan sesat dari prof Kiki bisa menghancurkan kredibilitas tersebut dalam waktu singkat.

Publik menilai bahwa narasi dari prof Kiki sangat merugikan para Mahasiswa dan Alumni, citra kampus bisa buruk akibat fitnah dan dapat mempengaruhi pandangan pemberi kerja terhadap lulusan (alumni) dan juga menurunkan nilai ijazah mereka. Kami menyarankan kepada prof Kiki apabila memiliki keluhan terhadap institusi pendidikan sebaiknya disampaikan melalui jalur resmi atau dialog konstruktif, bukan dengan mengeluarkan pendapat yang mengandung fitnah dan kebencian terhadap institusi pendidikan.

Azmi menegaskan, bahwa kebebasan berekspresi dalam negara demokrasi bukanlah kebebasan tanpa batas. Kebebasan dalam berpendapat harus disertai dengan tanggung jawab, etika, kepatuhan terhadap hukum, dan penghormatan terhadap hak asasi orang lain. Hal ini penting agar pendapat yang disampaikan tidak menimbulkan perpecahan, pencemaran nama baik, serta harus berlandaskan argumentasi yang kuat. Membangun Opini yang Salah (Asumsi) Tanpa data, pandangan seseorang hanya menjadi asumsi yang menyesatkan, terutama dalam konteks diskusi.

 

Azmi Hidzaqi
Kordinator LAKSI
Lembaga Advokasi Kajian Strategis Indonesia

Berita Terkait

Prof. Dr. Sutan Nasomal Bela Pemkab Siak di Tengah Tekanan APBD: Jangan Terburu-buru Salahkan Bupati Afni, Rakyat Harus Tetap Jadi Prioritas!
Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal Sematkan Gelar CFLE kepada Rishki Nifayadi Garawn, Apresiasi Dedikasi di Dunia Jurnalistik dan Sosial
Agus Kliwir Minta Kapolri Bongkar Jaringan Mafia
Terungkap Dugaan Penyalahgunaan Dana PT GME, Hj Rosalina Minta Fauzan Fadel Segera Lunasi Pinjaman Sesuai Keputusan MA
Pengurus Pusat Aktivis Peduli Lingkungan Tolak Rencana Eksplorasi Blok Elang PT AMNT, Soroti Partisipasi Publik dan Dominasi Tenaga Kerja Luar Daerah
Kuatkan Tali Kasih di Perantauan, Antoni Silaban Panggil Keluarga Besar PPBJS Jabodetabek Saling Menopang
5 Disiplin Navigasi Konflik: Panduan Strategis-Praktis Menjaga Arah Organisasi
Kami Apresiasi Langkah Menteri Imipas Agus Andrianto Audit Remisi dan Cabut Pembebasan Bersyarat

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 11:28 WIB

Sinergi Jaga Kota Makassar Aman, Ormas Legend Kiwal Garuda Hitam dan LSM Garuda Hitam Siap Dukung Penuh Polda Sulsel

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 03:44 WIB

Babinsa Koramil 1411-05/Bontobahari Dampingi Penerimaan dan Pemasangan Software Kasir KDKMP Desa Lembanna

Jumat, 23 Oktober 2026 - 21:40 WIB

LINTAS FUNGSI, SATU PENGABDIAN: PERJALANAN KARIER IPDA ASHAR HINGGA KEMBALI KE SATLANTAS POLRES BULUKUMBA

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:16 WIB

LINTAS FUNGSI, SATU PENGABDIAN: PERJALANAN KARIER IPDA ASHAR HINGGA KEMBALI KE SATLANTAS POLRES BULUKUMBA

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:35 WIB

Kapolres Bulukumba Sambangi Aksi Jumat Berkah, Pastikan Makan Gratis Terus Berlanjut.

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:34 WIB

LPM Kota Pekanbaru Bagikan 5000 Masker untuk Warga Terdampak Asap

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:32 WIB

Kantor Hukum Togar Albert dan Rekan, Berikan Penjelasan Resmi Terkait Kepemilikan Lahan Kliennya di Meranti Pandak Rumbai

Jumat, 23 Oktober 2026 - 08:59 WIB

Dukungan Mengalir, H. Ilham Bahtiar Makin Kuat di pencalonan Ketua Golkar Bulukumba

Berita Terbaru