Menilai Kepribadian Seseorang Dalam Tim Kerja

baraNews

Senin, 16 Februari 2026 - 15:50 WIB

50166 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

‎JAKARTA |  ‎Sangatlah mudah menilai kepribadian seseorang dalam sebuah tim kerja. Apakah Anda pernah melihat seseorang yang tidak tahu menempatkan diri dalam organisasi?

‎Seseorang yang tidak tahu menempatkan diri dalam organisasi disebut sebagai “tidak memiliki kesadaran organisasi” atau “tidak memiliki sense of belonging”. Namun, ada beberapa istilah yang lebih spesifik, seperti:

‎1. *Tidak memiliki etos kerja*: Seseorang yang tidak memiliki etos kerja yang baik, tidak dapat bekerja sama dengan tim, dan tidak dapat menempatkan diri dalam organisasi.
‎2. *Tidak memiliki kesadaran tim*: Seseorang yang tidak dapat bekerja sama dengan tim, tidak dapat menerima kritik, dan tidak dapat menempatkan diri dalam tim.
‎3. *Tidak memiliki profesionalisme*: Seseorang yang tidak memiliki profesionalisme, tidak dapat menempatkan diri dalam organisasi, dan tidak dapat bekerja dengan baik.

‎Namun, istilah yang paling umum digunakan adalah “tidak memiliki kesadaran organisasi” atau “tidak memiliki sense of belonging”.

‎Ia adalah anggota kuasa hukum namun perilaku seolah ia yang menjadi pimpinan dari Ketua Tim Kuasa Hukum.

‎Situasi seperti itu bisa membuat tim kuasa hukum lainnya merasa tidak nyaman dan tidak efektif. Seseorang yang merupakan anggota kuasa hukum namun berperilaku seperti pimpinan tim kuasa hukum dapat disebut sebagai “overstepping” atau “mengambil alih peran”.

‎Dalam konteks ini, istilah yang lebih spesifik adalah “overstepping authority” yang berarti seseorang yang melebihi batas wewenang atau mengambil alih peran yang tidak seharusnya menjadi tanggung jawabnya.

‎Dalam bahasa Indonesia, istilah yang lebih umum digunakan adalah “mengambil alih peran” atau “menganggap diri sendiri sebagai pimpinan”.

‎Menghadapi sikap orang yang suka mengambil alih peran dapat dilakukan dengan beberapa cara:

‎1. *Tetap tenang dan profesional*: Jangan biarkan emosi mengambil alih, tetaplah tenang dan profesional dalam menghadapi situasi.
‎2. *Komunikasi efektif*: Berbicara langsung dengan orang tersebut dan jelaskan bahwa kamu merasa peranmu diambil alih. Gunakan “aku” statement untuk mengungkapkan perasaanmu, seperti “Aku merasa tidak nyaman ketika…”
‎3. *Tetapkan batas*: Jelaskan dengan jelas apa yang kamu tidak ingin terjadi dan apa yang kamu harapkan dari orang tersebut.
‎4. *Fokus pada tujuan*: Ingatkan diri sendiri dan orang tersebut tentang tujuan utama tim atau proyek, dan bagaimana sikapnya dapat mempengaruhi hasil.
‎5. *Cari solusi bersama*: Bekerja sama dengan orang tersebut untuk mencari solusi yang baik bagi semua pihak.
‎6. *Libatkan pimpinan*: Jika situasi tidak membaik, libatkan pimpinan atau atasan untuk membantu menyelesaikan masalah.

‎Contoh kalimat yang bisa digunakan:
‎”Aku merasa tidak nyaman ketika kamu mengambil alih peran aku dalam proyek ini. Aku ingin kita bisa bekerja sama dengan baik dan mencapai tujuan kita.”

‎Ingat, menghadapi sikap orang yang suka mengambil alih peran memerlukan kesabaran, empati, dan komunikasi efektif.

Berita Terkait

Penyalahgunaan Jabatan di Sektor Tambang Nikel: Jebakan Investasi dan Mafia Regulasi
LAKSI Dukung Putusan Praperadilan & Mendesak KPK Memulihkan Nama Baik Indra Iskandar
Dorong UMKM Menjadi Ruang Kolaborasi dan Pemberdayaan Masyarakat
Ketua Dewan Pembina MIO Taufiq Rahman Dorong Perbaikan Sistem Usai Maraknya OTT KPK
Patient Experience Memasuki Fase Baru dengan Hadirnya Sertifikasi Global di Indonesia
Customer Experience sebagai Wajah Layanan Publik Indonesia: 65 Pimpinan PLN Raih Sertifikasi CX Global
PA-Malut Desak DPP Demokrat Beri Perlindungan Hukum Terkait Kasus Aksandri Kitong
Sorotan Kinerja Kadis Kominfo Rohil: Dinilai Tidak Layak, Akses Jaringan di Palika Masih Terabaikan

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 19:01 WIB

Wujudkan Lingkungan Bersih, Satgas Yonif 521/DY Bersama Warga Gelar Karya Bakti di Area Kantor Desa Apalapsili

Minggu, 19 April 2026 - 19:01 WIB

Semangat Gotong Royong, Satgas Yonif 521/DY Bersama Warga Laksanakan Pengecoran Tahap II Masjid H. Aippon Asso di Distrik Walesi

Jumat, 17 April 2026 - 13:39 WIB

Wujudkan Generasi Qurani, Datuk Seri Muspidauan dan Panglima Muhammad Nasir Dukung Penuh Khatam Al-Quran Zuriat Marhum Pekan

Jumat, 17 April 2026 - 11:41 WIB

Razia Gabungan dan Tes Urine Bersama Penegak Hukum Dalam Rangka Memperingati Hari Bakti Pemasyarakatan Ke-62

Jumat, 17 April 2026 - 07:59 WIB

Halal Bihalal LMB Nusantara : Satukan Laskar Melayu Se-Riau, Bukti Melayu Bangkit Menjaga Marwah

Senin, 13 April 2026 - 17:37 WIB

Gotong Royong Bersama Anak Negeri, Satgas Yonif 521/DY Bersihkan Jalan Kampung di Distrik Bolakme

Minggu, 12 April 2026 - 12:07 WIB

AF Tewas di Konser Dangdut Bendar, Mukit : Polisi Harus Tangkap Pelaku Sekarang

Sabtu, 11 April 2026 - 15:14 WIB

Terima Kasih Pak Kapolda Riau, Irjen Pol. Dr. Herry Heryawan, S.I.K., M.H., M.Hum. Telah Diangun Nya Jembatan Merah Putih Di Kulim, Bentuk Wujud Nyata Dukungan Polri Terhadap Masyarakat.

Berita Terbaru