Siapa Aktor Intelektual di Balik Perdagangan Bibit Kerang Dara yang Dibawa ke Luar Negeri?

Arie black

Kamis, 22 Januari 2026 - 07:33 WIB

50538 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BARANEWS.com, Bagansiapiapi | Publik di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Riau, belakangan ini dihebohkan oleh indikasi kuat adanya aktivitas perdagangan bibit kerang dara atau kerang batu yang diduga dilakukan secara ilegal dan dibawa ke luar negeri. Kamis (22/01/2026).

Praktik tersebut disinyalir telah berlangsung cukup lama dan berpotensi merugikan daerah serta mengancam keberlangsungan ekonomi nelayan pesisir.

Bibit kerang dara yang berasal dari perairan Rohil diketahui merupakan komoditas strategis bagi masyarakat pesisir.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, alih-alih dimanfaatkan untuk pengembangan budidaya lokal, bibit tersebut diduga diborong oleh pihak-pihak tertentu dan diselundupkan ke luar negeri, terutama ke Malaysia.

Kondisi ini memicu desakan dari berbagai kalangan agar aparat penegak hukum (APH) segera mengusut tuntas dan membuka siapa aktor intelektual di balik praktik perdagangan lintas negara tersebut.

Publik menilai, aktivitas ini tidak mungkin berjalan tanpa adanya jaringan yang terorganisir dan pembiaran dari oknum tertentu.

Kabid Propam DPP Team Operasional Penyelamatan Asset Negara Republik Indonesia (TOPAN-RI), Muslim, secara tegas menyatakan bahwa dugaan perdagangan ilegal bibit kerang dara tidak boleh lagi dibiarkan berjalan mulus.

“Ini menyangkut penyelamatan aset negara dan sumber daya laut daerah. Jika benar bibit kerang Rohil terus dijual dan dibawa ke luar negeri tanpa pengawasan, maka dampaknya sangat serius terhadap ekonomi nelayan lokal,” ujar Muslim kepada media, Kamis (22/01/2026).

Muslim menegaskan, sumber daya laut Rohil, khususnya budidaya tambak kerang, telah terbukti membawa perubahan signifikan bagi perekonomian masyarakat pesisir.

Oleh karena itu, praktik penjualan bibit kerang ke luar negeri secara ilegal dikhawatirkan dapat melumpuhkan mata pencaharian nelayan dalam jangka panjang.

“Ini bukan persoalan kecil. Kalau bibit terus diambil dan diekspor ilegal, nelayan kehilangan modal utama untuk budidaya. Negara dan daerah juga dirugikan,” tegasnya.

Ia pun mendesak seluruh pihak berwenang, mulai dari pemerintah daerah hingga aparat penegak hukum, untuk serius menanggapi persoalan tersebut dan tidak menutup mata.

Sementara itu, Dayat, S.Pi., kepala UPT PSDKP Wilayah III turut menanggapi isu tersebut dengan menyatakan akan meningkatkan pengawasan di wilayah perairan Rohil.

Pihak PSDKP menegaskan bahwa setiap bentuk pengangkutan dan perdagangan sumber daya kelautan, termasuk bibit kerang, harus sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

“Kami dari UPT. PSDKP Wilayah 3 akan melakukan upaya penelusuran terhadap kegiatan ini,” ujar Dayat.

Nelayan pesisir berharap, aparat benar-benar hadir dan bertindak tegas agar potensi laut Rohil tidak terus terkuras untuk kepentingan segelintir pihak.

Mereka menilai pengusutan aktor intelektual di balik dugaan perdagangan ilegal bibit kerang dara menjadi kunci utama dalam menyelamatkan ekonomi pesisir dan kedaulatan sumber daya laut daerah.

 

 

Laporan: Alek Marzen

Editor: Redaksi

Berita Terkait

Curi Katalis Knalpot Ambulans Desa Karama, Pria Warga Gantarang Diamankan Polisi
Reformasi Jilid II Bergema di Jakarta: GMKI Tuding KKN Makin Mengakar, Rakyat Kian Terhimpit
Binluh dan Jumat Berkah, Cara Satlantas Polres Bulukumba Edukasi Masyarkat Tertib Lalulintas.
FORUM JUANG ONO NIHA TEMUI TOKOH BANGSA FIRMAN JAYA DAELI DI PLAZA SENAYAN, MINTA ARAHAN DAN DUKUNGAN MORAL BAGI PERJUANGAN MASYARAKAT NIAS
FJO Geruduk Mabes Polri, Desak Kapolri Ambil Alih Kasus Kematian Agnes Jance Zebua, Diterima Audiensi Bareskrim
Asset Pemda Jadi Lokasi Pasar Malam, Legalitas Dipertanyakan, Publik Desak Pemkab Rohil Bertindak Tegas
Wakil FKDM Rohil Apresiasi Langkah Pemkab Rohil Tutup Pasar Malam
Polsek Bangko Intensif Dampingi Petani, Ketahanan Pangan Rohil Terus Menguat

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 03:25 WIB

Curi Katalis Knalpot Ambulans Desa Karama, Pria Warga Gantarang Diamankan Polisi

Jumat, 12 Juni 2026 - 18:19 WIB

Reformasi Jilid II Bergema di Jakarta: GMKI Tuding KKN Makin Mengakar, Rakyat Kian Terhimpit

Jumat, 12 Juni 2026 - 08:42 WIB

Binluh dan Jumat Berkah, Cara Satlantas Polres Bulukumba Edukasi Masyarkat Tertib Lalulintas.

Kamis, 11 Juni 2026 - 17:17 WIB

FORUM JUANG ONO NIHA TEMUI TOKOH BANGSA FIRMAN JAYA DAELI DI PLAZA SENAYAN, MINTA ARAHAN DAN DUKUNGAN MORAL BAGI PERJUANGAN MASYARAKAT NIAS

Kamis, 11 Juni 2026 - 08:12 WIB

FJO Geruduk Mabes Polri, Desak Kapolri Ambil Alih Kasus Kematian Agnes Jance Zebua, Diterima Audiensi Bareskrim

Selasa, 9 Juni 2026 - 15:33 WIB

Wakil FKDM Rohil Apresiasi Langkah Pemkab Rohil Tutup Pasar Malam

Selasa, 9 Juni 2026 - 04:41 WIB

Polsek Bangko Intensif Dampingi Petani, Ketahanan Pangan Rohil Terus Menguat

Senin, 8 Juni 2026 - 05:23 WIB

Polres Bulukumba Pastikan Selidiki Peristiwa Tenggelamnya Siswi di Kawasan Wisata Apparalang

Berita Terbaru