Diterpa Isu Hoaks & Fitnah Keji, Publik Mengecam Buzzer Penyebaran Berita Hoaks Terhadap Kepala BNN

baraNews

Senin, 22 Desember 2025 - 13:40 WIB

50405 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA | Belakangan, akun media sosial tiktok, X dan Facebook kembali menjadi sorotan setelah mengunggah video dengan narasi palsu terkait Kepala BNN Komjen Pol Suyudi Ario Seto, konten tersebut telah membangun framing jahat terkait Kepala BNN yang saat di tuding ada hubungan dengan artis Sandy Aulia. Unggahan itu dengan cepat menyebar dan memicu perdebatan di dunia maya. Melalui Akun anonim, yang tidak bertanggung jawab. isinya benar-benar hoaks dan ingin membuat provokasi agar menimbulkan kegaduhan. Padahal faktanya jauh berbeda,”

Masyarakat diminta lebih waspada terhadap akun media sosial yang sering menyebarkan berita bohong (hoaks). Ajakan ini disampaikan sejumlah aktifis dan pemerhati media digital menyusul maraknya unggahan hoaks yang menimbulkan keresahan publik. Kordinator LAKSI Azmi Hidzaqi di Jakarta dalam rilisnya kepada jaringan media online mengatakan bahwa di Indonesia, tindakan menyebarkan hoaks atau berita bohong, hate speech merupakan pelanggaran hukum yang diatur dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Masyarakat yang telah menjadi korban penyebaran hoaks dan hate speech dapat melaporkan hal tersebut melalui saluran resmi.

Azmi juga mengatakan bahwa narasi tersebut beredar luas di media sosial dan dinilainya sebagai kabar bohong yang sengaja dibuat untuk merusak nama dan reputasi kepala BNN yang selama ini berhasil dalam memberantas jaringan narkoba besar. Kami menghimbau agar publik tidak mudah percaya dengan berita-berita yang tidak jelas kebenarannya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Azmi juga menegaskan, bahwa penyebaran hoaks soal kepala BNN bukanlah tindakan spontan. Menurutnya, pasti ada motif, tujuan tertentu, dan dilakukan oleh pihak yang memiliki kepentingan yang lebih besar agar masyarakat resah. Oleh karena itu maka kami meminta aparat penegak hukum dapat melakukan penelusuran dan mengungkap siapa yang menjadi “aktor intelektual penyebar berita bohong dan freming jahat itu yang telah menyerang kepala BNN di medsos, jangan sampai masyarakat termakan narasi liar yang tidak benar.

Azmi berharap pemerintah melalui Kominfo cepat bertindak cepat dengan menghapus/ take down semua konten liar dan hoaks tersebut, dan kami juga menuntut agar aparat keamanan dapat mengusut siapa dalang dibalik para penyebar narasi dan isu hoaks di medsos. “Harusnya ada penyelidikan lebih lanjut agar dapat mengungkap siapa dalangnya yang sengaja mendesain isu hoaks ini. Karena kami menilai penyebaran isu hoaks ini juga digerakan oleh kekuatan finansial sehingga Untouched by hand,”

Azmi menyayangkan, adanya narasi liar dan berita hoaks ini yang dapat menyerang dan menyasar tokoh penting negara, termasuk kepala BNN. “Negara harus punya alat kontrol dan alat canggih untuk mendeteksi sumber berita bohong. Sehingga pejabat negara dapat fokus bekerja tanpa harus di ganggu oleh para penyebar hoaks yang sangat meresahkan.

Dalam kesempatan ini maka kami memberikan himbaun-himbauan kepada masyarakat dan nitizen untuk tidak mudah percaya apalagi terprovokasi dengan berita-berita bohong atau ujaran kebencian yang kerap dijumpai di media sosial. Hoax dan ujaran kebencian berpotensi memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa. Untuk itu Azmi menekankan pentingnya untuk bersikap bijak dalam menggunakan media sosial khususnya dalam menyikapi setiap informasi yang didapat melalui media sosial. Karena di media sosial itu tidak semua informasi bermanfaat, namun juga yang sifatnya bohong, provokatif dan sebagainya. Makanya, masyarakat harus waspada hoax dengan memilih informasi yang akan di share. Selain itu perlunya untuk bijak saat menggunakan media sosial agar kita terhindar dari hasutan berita-berita atau informasi provokatif yang tidak jelas kebenarannya,” jelas

Azmi Hiddzaqi
Kordinator LAKSI
Lembaga Advokasi Kajian Strategis Indonesia

Berita Terkait

Surat Gerakan Pemuda Kebangsaan Bongkar Dugaan Pelanggaran Berat Industri Getah Pinus di Gayo Lues
PT Rosin Tetap Beroperasi Meski Dibekukan, Publik Pertanyakan Wibawa Negara dan Ketegasan Penegakan Hukum di Aceh
Kecam Pernyataan Amien Rais Soal Teddy, Ketum GP Alwashliyah: Narasi Tidak Etis dan Memecah Belah!
UU Kebiri Kimia Bagi Predator Perempuan dan Anak, Ketum RPPAI Desak Polresta Pati Catat Sejarah Penegakan Hukum
Mahasiswa NTB Geruduk Kementerian ESDM, Desak Pemerintah Bongkar Stagnasi IPR
Dunia Industri Datang ke Sekolah: Siswa SMK Islam PB Soedirman 2 Jakarta Jadi Incaran BUMN
Ibu Muda Berjuang 12 Tahun Mencari Keadilan Atas Lelang Fiktif Bank Mega, Indikasi Diduga Pemalsuan Tanda Tangan Pada APHT
Cegah Kekerasan dan Aksi Anarkis, Pelajar dan Pemuda Gelar Diskusi Publik

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 03:25 WIB

Curi Katalis Knalpot Ambulans Desa Karama, Pria Warga Gantarang Diamankan Polisi

Jumat, 12 Juni 2026 - 18:19 WIB

Reformasi Jilid II Bergema di Jakarta: GMKI Tuding KKN Makin Mengakar, Rakyat Kian Terhimpit

Jumat, 12 Juni 2026 - 08:42 WIB

Binluh dan Jumat Berkah, Cara Satlantas Polres Bulukumba Edukasi Masyarkat Tertib Lalulintas.

Kamis, 11 Juni 2026 - 17:17 WIB

FORUM JUANG ONO NIHA TEMUI TOKOH BANGSA FIRMAN JAYA DAELI DI PLAZA SENAYAN, MINTA ARAHAN DAN DUKUNGAN MORAL BAGI PERJUANGAN MASYARAKAT NIAS

Kamis, 11 Juni 2026 - 08:12 WIB

FJO Geruduk Mabes Polri, Desak Kapolri Ambil Alih Kasus Kematian Agnes Jance Zebua, Diterima Audiensi Bareskrim

Selasa, 9 Juni 2026 - 15:33 WIB

Wakil FKDM Rohil Apresiasi Langkah Pemkab Rohil Tutup Pasar Malam

Selasa, 9 Juni 2026 - 04:41 WIB

Polsek Bangko Intensif Dampingi Petani, Ketahanan Pangan Rohil Terus Menguat

Senin, 8 Juni 2026 - 05:23 WIB

Polres Bulukumba Pastikan Selidiki Peristiwa Tenggelamnya Siswi di Kawasan Wisata Apparalang

Berita Terbaru