Kemenkes: Deteksi Dini Jadi Kunci Berantas Kasus TBC

baraNews

Rabu, 22 Januari 2025 - 18:32 WIB

50649 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta. Kementerian Kesehatan menyatakan deteksi kasus secara dini menjadi salah satu kunci dalam memberantas tuberkulosis (TBC) di Indonesia yang jumlahnya terus meningkat dari tahun ke tahun.

“TBC penyakit yang bisa diobati asal cepat ditemukan dan bisa berobat hingga tuntas, dan TBC juga bisa dicegah dengan melakukan skrining atau deteksi dini,” ujar Direktur Penyakit Menular Kemenkes, Ina Agustina, Selasa (21/1/25).

Direktur Ina mengatakan Indonesia menempati peringkat kedua negara dengan angka TBC tertinggi di dunia dengan estimasi mencapai 1.090.000 kasus dengan kematian mencapai 125.000 orang pada 2023.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara peringkat pertama ditempati India dengan estimasi mencapai 2.800.000 kasus dengan angka kematian mencapai 315.000 orang. Data tersebut merujuk pada laporan Global Tuberkulosis Report 2024.

Untuk kasus pada 2024 di Indonesia, Direktur Ina mengatakan terlaporkan sebanyak 860.100 kasus yang terkonfirmasi TBC. Dari jumlah tersebut 751.574 orang melakukan pengobatan.

“Tidak hanya masalah nasional, tapi global, diperkirakan sekitar 1 miliar kematian akibat TBC secara global dalam 200 tahun terakhir,” ujar Direktur Ina.

Deteksi kasus diperlukan agar penderita tidak saling menularkan. Pemahaman yang belum kuat di masyarakat soal TBC ini juga menjadi tantangan dalam upaya menekan angka penyakit menular tersebut.

Pemerintah, kata dia, telah mengidentifikasi sejumlah permasalahan dan menyusun langkah strategis untuk mempercepat penanggulangan penyakit ini.

Salah satu strateginya, yakni optimalisasi skrining aktif menggunakan X-ray yang terintegrasi dengan pemeriksaan genetis. Selain itu, integrasi data informasi TBC menjadi fokus utama mengurangi kasus yang tak terlaporkan.

“Terintegrasi dalam pemeriksaan kesehatan gratis ada skrining dan penemuan aktif menggunakan X-ray. Sehingga, diharapkan kita lebih luas untuk menyaring pasien,” jelas Direktur Ina.

Kendati demikian, penanganan TBC tidak bisa mengandalkan sektor kesehatan maupun pemerintah saja. Perlu kerja sama dari seluruh pihak, utamanya kerja sama pentahelix.

“Jadi, kolaborasi lintas sektor mulai dari pusat hingga daerah, pelibatan akademisi, swasta, masyarakat, hingga media perlu dalam upaya ini,” ujar Direktur Ina.

Ia yakin melalui deteksi kasus TBC serta pengobatan yang berkelanjutan, angka kasus atau prevalensi TBC bisa ditekan.

“Kita masih mengutamakan promotif dan preventif. Orang dengan risiko tinggi untuk kena TB, yakni kontak erat, kontak serumah, dan beberapa penyakit tertentu orang dengan HIV, diabetes melitus, atau kurang gizi, adalah orang-orang yang beresiko terkena TB,” jelas Direktur Ina.

(ndt/hn/nm)

Berita Terkait

Royal Enfield Gaspol Bangun Kepercayaan Konsumen, Service Campaign UCE Nusantara Digelar di Antasari
DPP KNPI Ajak Masyarakat Indonesia Doakan Presiden Prabowo, Berhasil Kerja Sama Minyak Dan Gas dengan Putin
Gema Davos, Ranny Fahd A Rafiq Kawal Langkah Berani Presiden Prabowo untuk Gaza lewat BoP
Fahd A Rafiq : Gebrakan dari ‘Papan Tengah’ Mengunci Kedaulatan Palestina lewat Board of Peace”, Dukung Penuh Langkah Presiden Prabowo Subianto
Langkah Besar Dimulai di Bandung, XTC Gelar Rakernas I
DPRD Boyolali Dukung HKPS 2026 dan Munas SWI
Ketua gerakan Aktivis Muda Rohil Kritik Narasi Larshen Yunus : Jangan Seret Urusan Privat ke Panggung Politik
Petisi Ahli dan MIO Indonesia Tekankan Pentingnya Pembenahan KPK

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 07:05 WIB

Komitmen PT. Agrowiratama Dalam Berqurban, Serahkan 5 Ekor Sapi ke Kebosaan Sekitar Perusahaan dan Masyarakat

Senin, 25 Mei 2026 - 14:29 WIB

Yulianto menjenguk Anak yang Meninggal di Rurapatontang dan Prioritakan Akses Jalan Rampung

Minggu, 24 Mei 2026 - 06:29 WIB

Petani Sawit Menjerit Harga TBS Turun Drastis, Masyarakat: Kami Hanya Bisa Pasrah 

Minggu, 24 Mei 2026 - 05:17 WIB

Dinsos Pasbar Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Sungai Aur dan Simpang Empat

Kamis, 21 Mei 2026 - 08:00 WIB

Pemkab Pasbar Matangkan Persiapan Tiga Festival Besar yang Digelar Juni Mendatang

Rabu, 20 Mei 2026 - 08:29 WIB

Pemkab Pasbar Tegaskan Komitmen Sukseskan SPMB 2026 yang Objektif, Transparan, dan Berkeadilan

Selasa, 19 Mei 2026 - 14:50 WIB

e-Voting Pilwana 2026 Resmi di Luncurkan Pemkab Pas-Bar

Selasa, 19 Mei 2026 - 05:06 WIB

Sidang Prapradilan Kasus Korupsi Pasar Sungai Batang: Kejaksaan dan Penasihat Hukum Bersitegang Soal Kewenangan BPK dan Pemberian SPDP

Berita Terbaru