Momen Bersejarah, Prabowo Siap Pidato di PBB Lanjutkan Jejak Diplomasi Sang Ayah

baraNews

Minggu, 21 September 2025 - 09:47 WIB

50657 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan akan berpidato di Sidang Umum ke-80 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat, pada Selasa, 23 September 2025. Momen ini tak hanya menjadi penampilan perdana Prabowo sebagai kepala negara di forum global, tapi juga mengukir sejarah panjang diplomasi Indonesia — melanjutkan jejak sang ayah, Prof. Sumitro Djojohadikusumo.

Pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) Dino Patti Djalal menyebut kehadiran Prabowo di podium utama PBB sebagai “kelanjutan tradisi keluarga pejuang diplomasi”.

“Kami rakyat Indonesia berharap, sebagaimana almarhum Prof. Sumitro, Presiden Prabowo dapat terus memperjuangkan upaya dunia untuk memperkokoh multilateralisme,” ujar Dino kepada wartawan, Minggu (21/9/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Diketahui, Prof. Sumitro pernah menjadi wakil delegasi Indonesia ke PBB pada 1948-1949, saat Republik sedang menghadapi situasi genting pasca Agresi Militer Belanda II. Salah satu aksi diplomasi paling monumental sang ekonom adalah memorandum protes terhadap Belanda yang dikirim ke Menteri Luar Negeri AS saat itu, Robert A. Lovett.

Isi memorandum tersebut mengecam agresi militer Belanda sebagai pelanggaran terhadap Perjanjian Renville dan tatanan dunia yang dibangun pasca Perang Dunia II. Isi memorandum bahkan sempat dimuat di The New York Times pada 21 Desember 1948, sehingga menyita perhatian publik internasional.

Tak berhenti di situ, Sumitro juga berperan dalam menggalang dukungan dari negara-negara Asia, termasuk dalam pertemuan di India pada Januari 1949. Lewat diplomasi cerdas, Indonesia berhasil meraih simpati internasional hingga akhirnya Belanda mengakui kedaulatan RI melalui Konferensi Meja Bundar (KMB) pada Desember 1949.

“Pidato Prabowo di Sidang PBB nanti datang di saat multilateralisme global sedang merosot. Kehadirannya bisa menjadi angin segar dan memperkuat posisi Indonesia sebagai kekuatan moral di tataran global,” tambah Dino, yang juga mantan Dubes RI untuk AS.

Sementara itu, Hamdan Hamedan, Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Pemerintah, menekankan bahwa pidato Presiden Prabowo akan mendapat sorotan besar, karena berada di urutan ketiga, tepat setelah Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva dan Presiden Amerika Serikat.

“Pada saat itulah seluruh perhatian dunia tertuju. Pidato Presiden Indonesia bisa membentuk nada dan arah dari keseluruhan diskusi Debat Umum PBB,” kata Hamdan, Jumat (19/9/2025).

Ia menambahkan, ini adalah kemunculan langsung pertama Presiden Indonesia di UNGA (United Nations General Assembly) dalam satu dekade terakhir, menjadikannya momentum strategis untuk menaikkan posisi tawar Indonesia.

“Ini menegaskan kembali peran Indonesia sebagai aktor sentral diplomasi dunia dan pemimpin Global South,” tegasnya.

Kehadiran Prabowo bukan sekadar seremoni, tapi juga membawa agenda besar: memperjuangkan reformasi tata kelola global, mendorong ketertiban dunia yang lebih adil, inklusif, dan setara — semangat yang juga dulu dibawa sang ayah dalam forum yang sama.

Setelah 10 tahun absen, akhirnya Presiden Indonesia kembali berdiri di mimbar utama dunia. Kini mata dunia tertuju ke New York, menantikan suara Indonesia dari podium tertinggi diplomasi global.

Berita Terkait

Malaysia Klaim Dapat Izin Masuki Wilayah Udara Indonesia untuk Operasi Modifikasi Cuaca
Longsor Tambang Emas Ilegal di Republik Afrika Tengah Renggut 100 Jiwa
Uzbekistan Menapaki Era Baru, Paduan Warisan Jalur Sutra dan Ambisi Modernisasi Asia Tengah
BREAKING NEWS: KBRI Riyadh Keluarkan Imbauan Keamanan untuk WNI di Arab Saudi
Munas Paling Visioner: SWI Siapkan Gerakan Sosial dan Hijau Skala Nasional
SWI: Jangan Biarkan Kekerasan Terhadap Jurnalis Menjadi Budaya Baru
SWI Tegaskan Kebebasan Pers Bukan Monopoli: Tolak Narasi Wajib Kerja Sama dengan PWI
Interpol RI Lacak Jejak Perdagangan Bayi hingga Singapura, 17 Bayi Sudah Terkirim

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 02:52 WIB

Kapolsek Ujung Bulu Turun Langsung, Pastikan Ibadah Minggu Kasih Berlangsung Kondusif

Minggu, 1 November 2026 - 02:46 WIB

Mediasi Dampak Pembakaran Kebun terhadap Peternak, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Pakubalaho Gelar Komsos Bersama Tokoh Masyarakat

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:27 WIB

Gandeng Komunitas Pejuang Subuh, Polres Bulukumba Gelar Program Suling Kamtibmas.

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:24 WIB

BUPATI CIREBON RESMI BUKA PAMERAN KERIS , SAKETI GELAR “GUGAH GAMAN CIREBON 2026”

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:27 WIB

Aksi Jumat Berkah Makan Gratis Polres Bulukumba Kian Ramai Diserbu Warga.

Jumat, 30 Oktober 2026 - 06:18 WIB

DANDIM 1411/BULUKUMBA HADIRI PEMERIKSAAN KUALITAS DAN KESIAPAN PENYALURAN BANTUAN PANGAN ALOKASI OKTOBER–DESEMBER 2026

Jumat, 30 Oktober 2026 - 05:23 WIB

DANDIM 1411/BULUKUMBA HADIRI PEMERIKSAAN KUALITAS DAN KESIAPAN PENYALURAN BANTUAN PANGAN ALOKASI OKTOBER–DESEMBER 2026

Jumat, 30 Oktober 2026 - 05:17 WIB

Polisi Peduli Kebersihan, Polres Bulukumba Gelar Jumat Bersih di Masjid Ibadul Makmur Taccorong

Berita Terbaru