BUPATI CIREBON RESMI BUKA PAMERAN KERIS , SAKETI GELAR “GUGAH GAMAN CIREBON 2026”

MUHAMMAD BASRI

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:24 WIB

5016 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BARA NEWS-CIREBON
— Pameran Keris bertajuk “Gugah Gaman Cirebon 2026” resmi dibuka pada Jumat (30/10/2026) di Pendopo Bupati Cirebon, Jalan R.A. Kartini No. 7, Kejaksan, Kota Cirebon. Pembukaan dilakukan langsung oleh Bupati Cirebon, Drs. H. Imron Rosyadi, M.Ag., sebagai bentuk perhatian terhadap pelestarian dan pengembangan warisan seni budaya daerah.

Kegiatan yang digagas Paguyuban SAKETI (Seni Kreatif Tosan Aji) bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Cirebon ini turut mendapat dukungan dari Kohin (AR Collection), tokoh pemerhati dan pelaku perkerisan Tosan Aji Nasional

Mengusung tema “Gugah Gaman Cirebon” dengan subtema “Fajar Kebangkitan Ekosistem dan Tradisi Seni Kriya Perkerisan Pesisiran Cirebon”, pameran tersebut menjadi ruang pertemuan para pelaku seni, empu, perajin, kolektor, pemerhati pusaka, serta masyarakat untuk mengenal lebih dekat kekayaan tradisi perkerisan Cirebon.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tidak sekadar memamerkan benda pusaka, kegiatan ini juga membawa pesan penting mengenai keberlanjutan ekosistem seni kriya Tosan Aji. Sebab, pelestarian keris tidak cukup hanya dengan menjaga keberadaan bendanya, tetapi juga harus disertai upaya mempertahankan keahlian, pengetahuan, dan regenerasi para perajin.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Cirebon diharapkan dapat menjadi bagian dari penguatan perhatian pemerintah daerah terhadap keberlangsungan seni kriya tradisional, termasuk membuka peluang kolaborasi antara komunitas budaya, pemerintah, dan masyarakat.

Sekretaris Daerah Kabupaten Cirebon, Drs. H. Hendra Nirmala, S.Sos., M.Si., juga tercatat sebagai salah satu tokoh pemerintahan yang terkait dengan penyelenggaraan kegiatan tersebut.

Demonstrasi Tempa Keris, Perlihatkan Keahlian Empu Muda Cirebon

Salah satu agenda utama yang menarik perhatian dalam pameran ini adalah demonstrasi proses penempaan dan pembuatan keris oleh empu muda Cirebon, Lingga Nugraha.

Peragaan tersebut memperlihatkan proses pengolahan logam hingga pembentukan bilah keris yang membutuhkan ketelitian, pengalaman, serta penguasaan teknik khusus. Kegiatan ini sekaligus memberikan pemahaman kepada pengunjung bahwa sebuah keris merupakan hasil karya seni kriya dengan proses pengerjaan yang panjang dan tidak sederhana.

Selain demonstrasi, kegiatan juga menghadirkan talkshow bertema Keris Cirebon bersama Jimmy S. Hariyanto, tokoh Perkerisan Nasional. Diskusi ini menjadi ruang berbagi pengetahuan mengenai sejarah, karakteristik, filosofi, nilai estetika, serta perkembangan tradisi perkerisan di wilayah Cirebon.

Ekosistem perkerisan sendiri melibatkan berbagai keahlian yang saling berkaitan, mulai dari empu atau pande pembuat bilah, perajin warangka, pembuat deder atau gagang, pengrajin selut dan mendak, hingga praktisi penjamasan dan perawatan pusaka.

Setiap unsur memiliki karakter dan nilai artistik tersendiri yang membentuk identitas sebuah karya Tosan Aji.

Gugah Gaman Cirebon 2026 juga menghadirkan rangkaian kesenian lain untuk memperluas ruang apresiasi budaya.

Pengunjung dapat menikmati pameran lukisan, pertunjukan tari tradisional dari Sanggar Ni Mas Mayang Sari, serta pertunjukan seni bela diri Silat Padjadjaran.

Perpaduan berbagai cabang kesenian tersebut menunjukkan bahwa kekayaan budaya Cirebon memiliki ruang ekspresi yang luas. Seni kriya, seni rupa, tari tradisional, dan bela diri dapat saling melengkapi dalam satu perhelatan yang mempertemukan pelaku budaya dengan masyarakat.

Melalui konsep tersebut, penyelenggara berupaya menjadikan pameran lebih inklusif, tidak hanya diperuntukkan bagi kolektor dan pemerhati pusaka, tetapi juga terbuka bagi generasi muda serta masyarakat umum.

SAKETI Dorong Regenerasi Perajin dan Keberlanjutan Budaya

Cirebon memiliki perjalanan sejarah panjang sebagai kawasan pesisir yang menjadi tempat pertemuan berbagai tradisi dan kebudayaan. Dalam perjalanan tersebut, seni perkerisan menjadi salah satu bagian dari kekayaan budaya yang perlu terus dijaga.

Namun, keberlangsungan tradisi tidak dapat hanya mengandalkan nilai historis. Regenerasi empu, keberadaan besalen atau tempat kerja perajin, dokumentasi teknik pembuatan, serta ruang pembelajaran bagi generasi muda menjadi faktor penting agar keterampilan tersebut tidak terputus.

Melalui Gugah Gaman Cirebon 2026, Paguyuban SAKETI bersama Disbudpar Kabupaten Cirebon berupaya menghadirkan ruang apresiasi sekaligus memperkuat eksistensi para pelaku seni Tosan Aji.

Pameran ini diharapkan menjadi awal dari pengembangan kegiatan budaya yang lebih berkelanjutan, termasuk lokakarya, edukasi sejarah perkerisan, serta penguatan jejaring antara empu, perajin, komunitas, dan pemerhati pusaka.

Dengan dibukanya Gugah Gaman Cirebon 2026, tradisi perkerisan pesisiran kembali mendapat ruang untuk diperkenalkan kepada publik. Lebih dari sekadar memamerkan keris sebagai warisan masa lalu, kegiatan ini membawa pesan bahwa kebudayaan akan tetap hidup apabila pengetahuan, keterampilan, dan para penerusnya terus diberi ruang untuk berkembang.

Pewarta : Arif prihatin

Berita Terkait

Aksi Jumat Berkah Makan Gratis Polres Bulukumba Kian Ramai Diserbu Warga.
DANDIM 1411/BULUKUMBA HADIRI PEMERIKSAAN KUALITAS DAN KESIAPAN PENYALURAN BANTUAN PANGAN ALOKASI OKTOBER–DESEMBER 2026
DANDIM 1411/BULUKUMBA HADIRI PEMERIKSAAN KUALITAS DAN KESIAPAN PENYALURAN BANTUAN PANGAN ALOKASI OKTOBER–DESEMBER 2026
Polisi Peduli Kebersihan, Polres Bulukumba Gelar Jumat Bersih di Masjid Ibadul Makmur Taccorong
Polemik Pengadaan Mobil Dinas Bupati Aceh Tenggara Seharga Rp 2,7 Miliar, Kabag Umum Klaim Sesuai Aturan di Tengah Standar Harga Regional
Perkembangan Kasus Kematian AN di Kajang, Penyidik Tingkatkan Ke Tahap Sidik
Babinsa Bulukumpa Perkuat Sinergi Bersama Kades Bontobangun demi Lingkungan Aman dan Kondusif
Quick Respons Laporan Masyarakat, Polsek Ujung Bulu Gerak Cepat Datangi TKP Keributan

Berita Terbaru