Kekacauan di Rumah Ahmad Sahroni, Eko Patrio Ikut Terseret dalam Aksi Massa di Tanjung Priok

baraNews

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 16:17 WIB

50420 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

https://www.instagram.com/p/DN_DWz5Ep1Z/?img_index=1

Jakarta – Rumah politikus Partai NasDem, Ahmad Sahroni, di kawasan Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara, digeruduk massa pada Sabtu (30/8/2025). Aksi ini menjadi sorotan karena juga menyeret nama Eko Patrio, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, yang diduga menjadi sasaran perhatian warganet.

Peristiwa tersebut disiarkan secara langsung melalui platform TikTok, yang memperlihatkan kerusakan di dalam rumah Ahmad Sahroni. Massa berhasil masuk dengan merusak pagar dan menyerang mobil mewah yang terparkir di garasi. Video-video yang beredar menampilkan isi rumah diobrak-abrik, termasuk patung Iron Man milik Sahroni yang hancur berkeping-keping.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain kerusakan fisik, massa dilaporkan menjarah sejumlah barang berharga, termasuk uang dolar yang ada di rumah tersebut. Warganet yang mengikuti siaran langsung turut membagikan momen-momen penggerebekan, menimbulkan perhatian luas di media sosial.

Nama Eko Patrio pun terseret dalam insiden ini. Banyak akun sosial media membagikan alamat rumahnya dan menandainya sebagai target berikutnya. Hal ini diperkuat dengan beredarnya foto yang diduga menunjukkan Eko Patrio bersama istrinya, Viona Rosalina, sedang berbelanja di Guangzhou, China. Dalam foto tersebut, keduanya tampak memakai masker dan berhati-hati ketika menyadari adanya warga Indonesia di sekitarnya.

Hingga kini, Eko Patrio belum memberikan klarifikasi resmi terkait kabar keberangkatannya ke luar negeri di tengah memanasnya situasi politik di Tanah Air. Insiden ini menambah daftar panjang kritik masyarakat terhadap anggota DPR yang dinilai kurang peka terhadap kondisi sosial dan aspirasi rakyat.

Peristiwa penggerudukan rumah Ahmad Sahroni ini mencerminkan ketegangan politik yang meningkat, di mana aksi massa memanfaatkan media sosial untuk menyebarkan informasi secara real-time. Para pengamat menilai, situasi ini menuntut pengawasan aparat keamanan yang lebih ketat agar kerusuhan tidak meluas dan tidak mengancam keselamatan warga. (*)

Berita Terkait

Royal Enfield Gaspol Bangun Kepercayaan Konsumen, Service Campaign UCE Nusantara Digelar di Antasari
DPP KNPI Ajak Masyarakat Indonesia Doakan Presiden Prabowo, Berhasil Kerja Sama Minyak Dan Gas dengan Putin
Gema Davos, Ranny Fahd A Rafiq Kawal Langkah Berani Presiden Prabowo untuk Gaza lewat BoP
Fahd A Rafiq : Gebrakan dari ‘Papan Tengah’ Mengunci Kedaulatan Palestina lewat Board of Peace”, Dukung Penuh Langkah Presiden Prabowo Subianto
Langkah Besar Dimulai di Bandung, XTC Gelar Rakernas I
DPRD Boyolali Dukung HKPS 2026 dan Munas SWI
Ketua gerakan Aktivis Muda Rohil Kritik Narasi Larshen Yunus : Jangan Seret Urusan Privat ke Panggung Politik
Petisi Ahli dan MIO Indonesia Tekankan Pentingnya Pembenahan KPK

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 07:05 WIB

Komitmen PT. Agrowiratama Dalam Berqurban, Serahkan 5 Ekor Sapi ke Kebosaan Sekitar Perusahaan dan Masyarakat

Senin, 25 Mei 2026 - 14:29 WIB

Yulianto menjenguk Anak yang Meninggal di Rurapatontang dan Prioritakan Akses Jalan Rampung

Minggu, 24 Mei 2026 - 06:29 WIB

Petani Sawit Menjerit Harga TBS Turun Drastis, Masyarakat: Kami Hanya Bisa Pasrah 

Sabtu, 23 Mei 2026 - 03:25 WIB

Polres Pasaman Barat Ajak Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan Pencurian Hewan Ternak Jelang Iduladha 1447 H

Kamis, 21 Mei 2026 - 08:00 WIB

Pemkab Pasbar Matangkan Persiapan Tiga Festival Besar yang Digelar Juni Mendatang

Rabu, 20 Mei 2026 - 08:29 WIB

Pemkab Pasbar Tegaskan Komitmen Sukseskan SPMB 2026 yang Objektif, Transparan, dan Berkeadilan

Selasa, 19 Mei 2026 - 14:50 WIB

e-Voting Pilwana 2026 Resmi di Luncurkan Pemkab Pas-Bar

Selasa, 19 Mei 2026 - 05:06 WIB

Sidang Prapradilan Kasus Korupsi Pasar Sungai Batang: Kejaksaan dan Penasihat Hukum Bersitegang Soal Kewenangan BPK dan Pemberian SPDP

Berita Terbaru