Tak Layak Disebut Jurnalistik, Agus Kliwir Sentil Media “Copas”

baraNews

Rabu, 11 Maret 2026 - 16:23 WIB

50147 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Fenomena maraknya pemberitaan yang tidak memenuhi standar jurnalistik, kini mendapat sorotan tajam dari CEO perusahaan pers, Agus Kliwir.

Ia menilai saat ini banyak media hanya mengejar kecepatan publikasi, tanpa memperhatikan kualitas informasi yang disajikan kepada publik.

Menurut Agus Kliwir, karya jurnalistik seharusnya dibangun di atas fakta yang jelas, narasumber yang dapat dipertanggungjawabkan, serta memenuhi unsur

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dasar jurnalistik yakni konsep 5W1H yang meliputi what, who, when, where, why, dan how. Ia menyebut, tanpa memenuhi unsur

Informasi tidak dapat disebut sebagai produk jurnalistik yang profesional. Media, kata dia, memiliki tanggung jawab moral kepada masyarakat

Dalam menyampaikan informasi yang akurat dan berimbang.“Ketika itu fakta, maka harus disuarakan sesuai narasumber dan memenuhi kaidah 5W1H,” tegas Agus Kliwir kepada wartawan, Rabu (11/3/2026).

Seorang direktur perusahaan media, tidak hanya sebatas mengelola organisasi atau bisnis perusahaan Pers.

Lebih dari itu, pemimpin media harus memastikan setiap rubrik pemberitaan, agar tetap berpegang pada etika pers serta profesionalisme.

Menurutnya, kualitas berita sangat bergantung pada integritas pemimpin media, dalam menjaga standar jurnalistik yang berlaku.

Fenomena copy paste (copas) berita yang kerap terjadi di sejumlah media digital. Praktik tersebut dinilai merusak marwah profesi wartawan

Karena, tidak melalui proses peliputan, verifikasi, maupun konfirmasi kepada narasumber.“Kalau berita itu hanya copas dan bukan hasil kerja jurnalistik, maka itu bukan pewarta independen,” tuturnya.

Agus Kliwir yang juga menjabat Direktur Utama PT. MNS Grub Pers dan CEO PT. SMGC menilai kondisi tersebut, menjadi tantangan serius bagi dunia pers di era digital saat ini.

Banyak media baru bermunculan dengan kecepatan publikasi yang tinggi, namun tidak semuanya menjalankan prinsip dasar jurnalistik secara benar.

Padahal, kata dia, media memiliki peran strategis sebagai salah satu pilar demokrasi yang bertugas menyampaikan informasi yang akurat, berimbang, dan dapat dipercaya oleh masyarakat.

Dalam berbagai kesempatan, Agus Kliwir juga aktif mendorong profesionalisme perusahaan pers serta pentingnya legalitas media.

Ia menilai setiap perusahaan pers, harus mematuhi standar organisasi pers serta regulasi yang berlaku.

Agar ekosistem pers tetap sehat dan kredibel. Menurutnya, integritas pemimpin media sangat menentukan arah pemberitaan.

“Pers harus berdiri di atas fakta, bukan sekadar mengejar kecepatan publikasi tanpa verifikasi,” ujar Agus Kliwir.

Pernyataan tersebut, sekaligus menjadi pengingat bagi insan pers. agar tetap menjaga marwah profesi jurnalistik di tengah derasnya arus informasi digital yang semakin cepat.

Dia berharap perusahaan media tetap menjadikan etika, profesionalisme, serta keakuratan informasi sebagai fondasi utama dalam menjalankan tugas jurnalistik.

Dengan demikian, media tidak hanya menjadi penyampai berita, tetapi juga penjaga kepercayaan publik terhadap informasi yang beredar di ruang digital”, pungkasnya.(red)

Berita Terkait

DPP SWI Audiensi dengan Dewan Pers, Bahas Regulasi Baru dan Penguatan Profesi Wartawan
Surat Gerakan Pemuda Kebangsaan Bongkar Dugaan Pelanggaran Berat Industri Getah Pinus di Gayo Lues
PT Rosin Tetap Beroperasi Meski Dibekukan, Publik Pertanyakan Wibawa Negara dan Ketegasan Penegakan Hukum di Aceh
Kecam Pernyataan Amien Rais Soal Teddy, Ketum GP Alwashliyah: Narasi Tidak Etis dan Memecah Belah!
UU Kebiri Kimia Bagi Predator Perempuan dan Anak, Ketum RPPAI Desak Polresta Pati Catat Sejarah Penegakan Hukum
Mahasiswa NTB Geruduk Kementerian ESDM, Desak Pemerintah Bongkar Stagnasi IPR
Dunia Industri Datang ke Sekolah: Siswa SMK Islam PB Soedirman 2 Jakarta Jadi Incaran BUMN
Ibu Muda Berjuang 12 Tahun Mencari Keadilan Atas Lelang Fiktif Bank Mega, Indikasi Diduga Pemalsuan Tanda Tangan Pada APHT

Berita Terkait

Sabtu, 11 Juli 2026 - 14:44 WIB

Sekda Bersama Ketua Koni Buka PORSIS Cup XIX, Tekankan Sportivitas dan Pembinaan Atlet

Jumat, 10 Juli 2026 - 05:25 WIB

Komitmen Ahmad Efendi Nasution: Pertama Mendaftar Jadi Calon Wali Nagari Muara Kiawai Hilir

Selasa, 7 Juli 2026 - 17:35 WIB

Ketua DPRD Pasaman Barat Hadiri Syukuran HUT Bhayangkara ke-80, Apresiasi Dedikasi Polri Layani Masyarakat

Minggu, 21 Juni 2026 - 14:50 WIB

Bawa Nama Pasbar! Sekda Doddy San Ismail Lepas Kontingen O2SN ke Tingkat Provinsi

Rabu, 10 Juni 2026 - 08:30 WIB

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tegaskan Penebangan Sejumlah Pohon di kawasan Hutan Kota program revitalisasi dan penataan kawasan,

Selasa, 9 Juni 2026 - 15:34 WIB

Seorang Pemuda di Pasaman Barat Diringkus Polisi, Diduga Menyetubuhi Anak di Bawah Umur

Senin, 8 Juni 2026 - 16:12 WIB

Pemkab Pasbar Kebut Pelaksanaan Kegiatan Bersumber dari TKD 2026

Minggu, 7 Juni 2026 - 03:26 WIB

Bupati Yulianto Berama anggota Koni Tutup PSLG Cup I, Dorong Pembinaan Atlet Sepak Bola Pasaman Barat

Berita Terbaru