Menilai Kepribadian Seseorang Dalam Tim Kerja

baraNews

Senin, 16 Februari 2026 - 15:50 WIB

50214 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

‎JAKARTA |  ‎Sangatlah mudah menilai kepribadian seseorang dalam sebuah tim kerja. Apakah Anda pernah melihat seseorang yang tidak tahu menempatkan diri dalam organisasi?

‎Seseorang yang tidak tahu menempatkan diri dalam organisasi disebut sebagai “tidak memiliki kesadaran organisasi” atau “tidak memiliki sense of belonging”. Namun, ada beberapa istilah yang lebih spesifik, seperti:

‎1. *Tidak memiliki etos kerja*: Seseorang yang tidak memiliki etos kerja yang baik, tidak dapat bekerja sama dengan tim, dan tidak dapat menempatkan diri dalam organisasi.
‎2. *Tidak memiliki kesadaran tim*: Seseorang yang tidak dapat bekerja sama dengan tim, tidak dapat menerima kritik, dan tidak dapat menempatkan diri dalam tim.
‎3. *Tidak memiliki profesionalisme*: Seseorang yang tidak memiliki profesionalisme, tidak dapat menempatkan diri dalam organisasi, dan tidak dapat bekerja dengan baik.

‎Namun, istilah yang paling umum digunakan adalah “tidak memiliki kesadaran organisasi” atau “tidak memiliki sense of belonging”.

‎Ia adalah anggota kuasa hukum namun perilaku seolah ia yang menjadi pimpinan dari Ketua Tim Kuasa Hukum.

‎Situasi seperti itu bisa membuat tim kuasa hukum lainnya merasa tidak nyaman dan tidak efektif. Seseorang yang merupakan anggota kuasa hukum namun berperilaku seperti pimpinan tim kuasa hukum dapat disebut sebagai “overstepping” atau “mengambil alih peran”.

‎Dalam konteks ini, istilah yang lebih spesifik adalah “overstepping authority” yang berarti seseorang yang melebihi batas wewenang atau mengambil alih peran yang tidak seharusnya menjadi tanggung jawabnya.

‎Dalam bahasa Indonesia, istilah yang lebih umum digunakan adalah “mengambil alih peran” atau “menganggap diri sendiri sebagai pimpinan”.

‎Menghadapi sikap orang yang suka mengambil alih peran dapat dilakukan dengan beberapa cara:

‎1. *Tetap tenang dan profesional*: Jangan biarkan emosi mengambil alih, tetaplah tenang dan profesional dalam menghadapi situasi.
‎2. *Komunikasi efektif*: Berbicara langsung dengan orang tersebut dan jelaskan bahwa kamu merasa peranmu diambil alih. Gunakan “aku” statement untuk mengungkapkan perasaanmu, seperti “Aku merasa tidak nyaman ketika…”
‎3. *Tetapkan batas*: Jelaskan dengan jelas apa yang kamu tidak ingin terjadi dan apa yang kamu harapkan dari orang tersebut.
‎4. *Fokus pada tujuan*: Ingatkan diri sendiri dan orang tersebut tentang tujuan utama tim atau proyek, dan bagaimana sikapnya dapat mempengaruhi hasil.
‎5. *Cari solusi bersama*: Bekerja sama dengan orang tersebut untuk mencari solusi yang baik bagi semua pihak.
‎6. *Libatkan pimpinan*: Jika situasi tidak membaik, libatkan pimpinan atau atasan untuk membantu menyelesaikan masalah.

‎Contoh kalimat yang bisa digunakan:
‎”Aku merasa tidak nyaman ketika kamu mengambil alih peran aku dalam proyek ini. Aku ingin kita bisa bekerja sama dengan baik dan mencapai tujuan kita.”

‎Ingat, menghadapi sikap orang yang suka mengambil alih peran memerlukan kesabaran, empati, dan komunikasi efektif.

Berita Terkait

Surat Gerakan Pemuda Kebangsaan Bongkar Dugaan Pelanggaran Berat Industri Getah Pinus di Gayo Lues
PT Rosin Tetap Beroperasi Meski Dibekukan, Publik Pertanyakan Wibawa Negara dan Ketegasan Penegakan Hukum di Aceh
Kecam Pernyataan Amien Rais Soal Teddy, Ketum GP Alwashliyah: Narasi Tidak Etis dan Memecah Belah!
UU Kebiri Kimia Bagi Predator Perempuan dan Anak, Ketum RPPAI Desak Polresta Pati Catat Sejarah Penegakan Hukum
Mahasiswa NTB Geruduk Kementerian ESDM, Desak Pemerintah Bongkar Stagnasi IPR
Dunia Industri Datang ke Sekolah: Siswa SMK Islam PB Soedirman 2 Jakarta Jadi Incaran BUMN
Ibu Muda Berjuang 12 Tahun Mencari Keadilan Atas Lelang Fiktif Bank Mega, Indikasi Diduga Pemalsuan Tanda Tangan Pada APHT
Cegah Kekerasan dan Aksi Anarkis, Pelajar dan Pemuda Gelar Diskusi Publik

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 03:25 WIB

Curi Katalis Knalpot Ambulans Desa Karama, Pria Warga Gantarang Diamankan Polisi

Jumat, 12 Juni 2026 - 18:19 WIB

Reformasi Jilid II Bergema di Jakarta: GMKI Tuding KKN Makin Mengakar, Rakyat Kian Terhimpit

Jumat, 12 Juni 2026 - 08:42 WIB

Binluh dan Jumat Berkah, Cara Satlantas Polres Bulukumba Edukasi Masyarkat Tertib Lalulintas.

Kamis, 11 Juni 2026 - 17:17 WIB

FORUM JUANG ONO NIHA TEMUI TOKOH BANGSA FIRMAN JAYA DAELI DI PLAZA SENAYAN, MINTA ARAHAN DAN DUKUNGAN MORAL BAGI PERJUANGAN MASYARAKAT NIAS

Kamis, 11 Juni 2026 - 08:12 WIB

FJO Geruduk Mabes Polri, Desak Kapolri Ambil Alih Kasus Kematian Agnes Jance Zebua, Diterima Audiensi Bareskrim

Selasa, 9 Juni 2026 - 15:33 WIB

Wakil FKDM Rohil Apresiasi Langkah Pemkab Rohil Tutup Pasar Malam

Selasa, 9 Juni 2026 - 04:41 WIB

Polsek Bangko Intensif Dampingi Petani, Ketahanan Pangan Rohil Terus Menguat

Senin, 8 Juni 2026 - 05:23 WIB

Polres Bulukumba Pastikan Selidiki Peristiwa Tenggelamnya Siswi di Kawasan Wisata Apparalang

Berita Terbaru