Fernando Simanjuntak Launching Buku & Diskusi Solidaritas yang Menguatkan: Ekologis, Oikumene, dan Gerakan Pemuda Adat

REDAKSI JAKARTA

Sabtu, 6 Desember 2025 - 13:33 WIB

50178 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

Jakarta – Launching buku dan Diskusi solidaritas yang menguatkan dalam sebuah ruang perjumpaan yang memperkuat solidaritas lintas iman, lintas komunitas, dan lintas generasi. Melalui peluncuran buku “Solidaritas yang Menguatkan” serta diskusi tematik, acara ini menghadirkan refleksi mendalam mengenai perjuangan ekologis, kekuatan dialog oikumene, dan peran strategis pemuda adat dalam menjaga keberlanjutan bumi.

Oplus_131072
Fernando Simanjuntak, SH penulis buku dalam sambutannya menjelaskan mengajak seluruh pemuda setanah air untuk terus menjaga budaya lokal, dan mempertankan ekosistem hutan. Dalam kegiatan ini dihadiri narasumber Donny Manurung, SH,.MH Ketua NCW, Cindy Yohana dari Barisan Pemuda Adat Nusantara, Agung Setiawan Forest Watch Indonesia.

“Saya melaunching buku karya saya hari ini, kita menyaksikan banyak kejadian yang telah terjadi diberbagai tanah adat di Indonesia, saya sebagai pemuda adat Batak melihat konflik tanah adat seperti di Danau Toba Sumatera Utara yang tanahnya dirampas, hutannya di dirusak oleh oknum, buku ini saya buat ditengah bisiknya ibu kota, yang dimana nelayan, buruh, melakukan perlawanan mempertahankan tanah kelahiran dari Pejabat yang merusak lingkungan,” ungkap Fernando dalam sambutannya di Kedai Tempo, Matraman – Jakarta Timur. Sabtu, (06/12/2025).

Fernando menambahkan, mengucapkan terimakasih kepada kedua orangtua yang telah banyak memberikan dukungan dan harapan.
“Saya juga menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada kedua orang tua saya di kampung halaman, yang tak henti-hentinya mendoakan dan mendukung setiap langkah perjalanan saya,” bebernya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Melihat kampung halaman sebagai identitas kita bahwa tanahlah sumber kehidupan kita saat ini, jangan sampai hilang, perjalanan dua tahun saya memulai menulis buku ini sebagai pemuda Batak, saya ucapakan terimakasih banyak juga kepada senior yang banyak mensupport,” ungkapnya.

Buku ini bukan hanya sekedar seremonial semata tetapi simbol perlawanan diseluruh pemangku adat nusantara. Kita mejaga warisan budaya saya mengajak kawan-kawan untuk melihat kampung halaman.

Sementara itu, Donny Manurung NCW juga menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya buku ini, dan menyoroti perusahaan nakal yang merusak alam dan pemerintah tidak mencabut izinnya yang banyak terjadi di Sumatera Utara yang mengakibatkan bencana longsor dan banjir akhir-akhir ini.

“Ketika hutan kita dieksploitasi maka hutan dan tanah itu juga tidak tidur maka terjadi bencana alam dimana-mana, hancurnya alam kita karena pemerintah mengabaikan perizinannya, ada dua belas perusahaan yang yang merusak hutan tersebut” jelas Donny.

Agung Setiawan Forest Watch Indonesia menyampaikan bahwa kerusakan lingkungan di Indonesia sangat buruk dan tidak ada perhatian dari pemerintah.

“Menurut analisa kami, kerusakan hutan di Indonesia sangat fatal, bahkan ada yang terus menebang hutan sembarangan tanpa henti. Kita berharap pemerintah harus memperhatikan,” bebernya.

Cindy Yohana dari Barisan Pemuda Adat Nusantara juga memberikan pandangannya tentang perlindungan terhadap masyarakat adat.
“Menurut saya hutan harus dilindungi sebagi ruang hidup, dan ruang belajar, masyarakat adat. Bagi masyarakat adat tidak bisa dipisahkan alam seperti air, kayu, batu dan lainnya,” tutupnya.

Berita Terkait

Curi Katalis Knalpot Ambulans Desa Karama, Pria Warga Gantarang Diamankan Polisi
Reformasi Jilid II Bergema di Jakarta: GMKI Tuding KKN Makin Mengakar, Rakyat Kian Terhimpit
Binluh dan Jumat Berkah, Cara Satlantas Polres Bulukumba Edukasi Masyarkat Tertib Lalulintas.
FORUM JUANG ONO NIHA TEMUI TOKOH BANGSA FIRMAN JAYA DAELI DI PLAZA SENAYAN, MINTA ARAHAN DAN DUKUNGAN MORAL BAGI PERJUANGAN MASYARAKAT NIAS
FJO Geruduk Mabes Polri, Desak Kapolri Ambil Alih Kasus Kematian Agnes Jance Zebua, Diterima Audiensi Bareskrim
Asset Pemda Jadi Lokasi Pasar Malam, Legalitas Dipertanyakan, Publik Desak Pemkab Rohil Bertindak Tegas
Wakil FKDM Rohil Apresiasi Langkah Pemkab Rohil Tutup Pasar Malam
Polsek Bangko Intensif Dampingi Petani, Ketahanan Pangan Rohil Terus Menguat

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 03:25 WIB

Curi Katalis Knalpot Ambulans Desa Karama, Pria Warga Gantarang Diamankan Polisi

Jumat, 12 Juni 2026 - 18:19 WIB

Reformasi Jilid II Bergema di Jakarta: GMKI Tuding KKN Makin Mengakar, Rakyat Kian Terhimpit

Jumat, 12 Juni 2026 - 08:42 WIB

Binluh dan Jumat Berkah, Cara Satlantas Polres Bulukumba Edukasi Masyarkat Tertib Lalulintas.

Kamis, 11 Juni 2026 - 17:17 WIB

FORUM JUANG ONO NIHA TEMUI TOKOH BANGSA FIRMAN JAYA DAELI DI PLAZA SENAYAN, MINTA ARAHAN DAN DUKUNGAN MORAL BAGI PERJUANGAN MASYARAKAT NIAS

Kamis, 11 Juni 2026 - 08:12 WIB

FJO Geruduk Mabes Polri, Desak Kapolri Ambil Alih Kasus Kematian Agnes Jance Zebua, Diterima Audiensi Bareskrim

Selasa, 9 Juni 2026 - 15:33 WIB

Wakil FKDM Rohil Apresiasi Langkah Pemkab Rohil Tutup Pasar Malam

Selasa, 9 Juni 2026 - 04:41 WIB

Polsek Bangko Intensif Dampingi Petani, Ketahanan Pangan Rohil Terus Menguat

Senin, 8 Juni 2026 - 05:23 WIB

Polres Bulukumba Pastikan Selidiki Peristiwa Tenggelamnya Siswi di Kawasan Wisata Apparalang

Berita Terbaru