NGANJUK – RSUD Nganjuk, adakan Bakti sosial (baksos) skrining dan konseling adalah kegiatan pelayanan kesehatan osteoporosis dan pertumbuhan anak usia 1-10 tahun, terutama yang membutuhkan untuk mendeteksi dini potensi masalah kesehatan dan memberikan panduan atau solusi yang relevan.
Kepala Dinas Kesehatan Nganjuk, Tien Farida mengawali sambutan mengatakan, “Berdasarkan rekomendasi Gugus Tugas Layanan Pencegahan untuk wanita pascamenopause (14) NOF merekomendasikan pengujian untuk semua wanita berusia 65 tahun ke atas,” Ungkapnya, Sabtu (15/11/2025).
Tien Farida mengatakan, Kesehatan tulang yang buruk merupakan faktor penyumbang yang signifikan terhadap frekuensi dan tingkat keparahan banyak cedera dan patah tulang pada anak.
Osteoporosis dimulai sejak masa kanak-kanak. Oleh karena itu, penting untuk mengoptimalkan kesehatan tulang pada anak-anak guna mengurangi risiko cedera, mempercepat penyembuhan, dan memaksimalkan massa tulang puncak.
Untuk mencapai hal ini, dokter anak dan ahli ortopedi anak perlu memberikan konseling yang efektif kepada pasien dan keluarga untuk memberikan mereka alat yang diperlukan guna menghasilkan perubahan yang berkelanjutan.
Kesehatan tulang adalah resep yang membutuhkan unsur-unsur termasuk kalsium, vitamin D, vitamin C, vitamin K, dan olahraga fisik.
“Pelayanan pasien terus kami tingkatkan dan peningkatan alat kesehatan terus kami perhatikan, kami ingin mewujudkan masyarakat yang sehat dan sejahtera,” pungkas plt RSUD Nganjuk, Sudarno.(Isk)
































