Kisah Warga Cikande Terdampak Radiasi Cs-137: Menganggur Setelah Suami Terpapar

baraNews

Selasa, 21 Oktober 2025 - 00:39 WIB

50312 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Serang – Sarkinah (49), warga Kampung Bayur, Desa Nambo Udik, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, harus kehilangan pekerjaan dan penghasilan setelah kasus pencemaran zat radioaktif Cesium-137 mencuat di Cikande. Suaminya, Sahroni (51), bahkan termasuk salah satu dari sembilan warga yang positif terpapar radiasi dan saat ini masih menjalani pemulihan.

Sarkinah sebelumnya bekerja di perusahaan pengolahan hasil laut, PT Bahari Makmur Sejati (BMS). Namun sejak tiga bulan terakhir, dirinya dirumahkan bersama ribuan pekerja lainnya tanpa kompensasi setelah muncul pengumuman dari Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat terkait temuan udang beku dari Indonesia yang terkontaminasi isotop radioaktif.

“Kalau yang di rumah mah enggak terdampak. Yang di pabrik terdampak karena semua diliburkan. Jadi enggak ada penghasilan sekarang,” ujar Sarkinah saat ditemui di kediamannya, Senin (11/10/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sarkinah mengaku telah bekerja lebih dari 10 tahun di perusahaan tersebut dan sama sekali tidak menerima pesangon saat dirumahkan. Ia hanya sempat menjalani pemeriksaan kesehatan di Puskesmas dan dinyatakan tidak terdampak. Hingga kini, dirinya belum pernah menerima bantuan dalam bentuk apa pun dari pemerintah.

Sementara itu, Sahroni yang bekerja di pabrik peleburan logam PT PMT—yang diketahui menjadi sumber lokal Cesium-137—juga kehilangan pekerjaan sejak empat bulan lalu. Ia kini menjalani pengobatan secara berkala akibat paparan radiasi.

“Mudah-mudahan dapat bantuan aja dari pihak pemerintah, gitu. Tapi kalau untuk berobat dapat gratis,” kata Sarkinah.

Kehilangan dua sumber penghasilan membuat Sarkinah terpaksa mencari pekerjaan baru. Namun ia mengaku hingga saat ini belum berhasil mendapat pekerjaan lain. Situasi kian sulit karena ia juga harus menghidupi tiga orang anak.

“Rencana mah pengen sih, cuma gimana ya, susah nyari kerjaan,” keluhnya.

Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan KLHK, Rasio Ridho Sani, mengatakan bahwa pemerintah terus menangani dampak dari insiden ini, termasuk aspek kesehatan, sosial, dan ekonomi warga terdampak.

“Pembicaraan dengan warga yang terdampak sedang dilakukan melalui koordinasi dengan Dinas Sosial,” katanya. “Kami melakukan upaya penanganan terhadap dampak kesehatan, sosial, dan ekonomi, khususnya bagi masyarakat yang terdampak kegiatan dekontaminasi,” lanjutnya. (*)

Berita Terkait

Danrem 064/MY Brigjen TNI Edi Saputra Kunjungi Kodim 0601/Pandeglang, Perkuat Silaturahmi dengan Tokoh Agama Banten
Gelar Doa Bersama, Squad Nusantara DPW Banten Ajak Masyarakat Jaga Indonesia
Bung Taufik Mengkongkritkan Pelantikan Pengurus DPP Yang di selenggarakan bulan depan
Motif Cinta Terlarang Berujung Maut: Wadison Pasaribu Habisi Istri Demi Menikahi Wanita Simpanan
Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Zain Dwi Nugroho Rayakan Ulang Tahun: Sosok Teladan Polisi Ramah dan Bertanggung Jawab
Khoirul Amin Terpilih Jadi Ketua Umum GPI Periode 2025-2028

Berita Terkait

Sabtu, 14 Maret 2026 - 22:31 WIB

Sentuhan Kayu Sonokeling, Fawaz Salim Hidupkan Kembali Suzuki Jimny LJ80 dan VW Safari dalam Skala Asli

Jumat, 13 Maret 2026 - 13:07 WIB

Ketua PPWI-OI Kecewa Tak Diundang Bukber Polres Ogan Ilir, Soroti Ketidakadilan Humas

Kamis, 12 Maret 2026 - 20:05 WIB

Jaga Desa “Goyang” Karawang, Jamintel Beri Pengarahan kepada BPD se-Kabupaten

Kamis, 12 Maret 2026 - 19:39 WIB

Kapolda Sumsel Kerahkan 1.000 Personel, Operasi Ketupat Musi 2026 Resmi Dimulai

Kamis, 12 Maret 2026 - 19:36 WIB

Polres Ogan Ilir Gelar Apel Pasukan Operasi Ketupat 2026, Siap Amankan Mudik Lebaran

Kamis, 12 Maret 2026 - 19:32 WIB

Operasi Ketupat Musi 2026 Dimulai, Polres Ogan Ilir Siapkan 5 Pos Mudik dan Imbau Pemudik Utamakan Keselamatan

Selasa, 10 Maret 2026 - 19:06 WIB

Narasi Tanpa Data Hukum Dinilai Manipulasi Opini, Dugaan Pemalsuan Dokumen Oknum Lain Kembali Diungkit

Senin, 9 Maret 2026 - 20:05 WIB

Kerjasama Publikasi Disorot, Agus Kliwir : Maraknya Media Tak Profesional

Berita Terbaru

OPINI

Kebutuhan Gizi Masyarakat Dijamin Penuh Negara

Jumat, 13 Mar 2026 - 11:54 WIB