Polri Gandeng Polisi Singapura Buru Jaringan Perdagangan Bayi Lintas Negara

baraNews

Sabtu, 20 September 2025 - 07:58 WIB

50363 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Kepolisian Indonesia melalui Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter) Polri menjalin kerja sama dengan Singapore Police Force (SPF) untuk menelusuri jaringan perdagangan bayi lintas negara. Kolaborasi ini merupakan pengembangan dari kasus penyelundupan bayi yang sebelumnya diungkap melibatkan jalur dari Bandung, Pontianak, Jakarta, hingga Singapura.

“Perdagangan bayi ini kami telusuri alurnya sampai ke luar negeri,” ujar Sekretaris NCB Interpol Indonesia, Brigjen Pol. Untung Widyatmoko, Jumat (19/9/2025).

Menurut Untung, SPF secara resmi menyatakan siap membantu proses pengumpulan informasi, termasuk melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi yang berada di Singapura dan diduga memiliki kaitan dengan kasus ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Daftar pertanyaan sudah disusun oleh penyidik Polda Jawa Barat, dan akan kami teruskan melalui NCB Jakarta ke NCB Singapura akhir pekan ini,” jelasnya.

Selain menjalankan mekanisme bantuan hukum timbal balik (mutual legal assistance), SPF juga menyatakan kesiapan membantu pencarian tiga warga negara Singapura yang masuk dalam daftar orang yang terlibat jaringan perdagangan bayi ini.

Tak hanya itu, Divhubinter juga menyarankan tim penyidik untuk menelusuri Nomor Induk Kependudukan (NIK) milik seorang porter yang diduga kuat mengantarkan bayi ke Singapura. Tujuannya adalah untuk memastikan identitas dan mengungkap jalur keberangkatannya secara resmi.

Kasus ini mencuat usai polisi mengungkap praktik jual beli bayi melalui jaringan daring di wilayah Jawa Barat. Sejumlah lokasi transit disebut digunakan sebagai titik keluar-masuk para bayi, termasuk pemalsuan dokumen identitas untuk menyamarkan proses adopsi ilegal.

Pihak kepolisian belum membeberkan jumlah bayi yang telah diselundupkan, namun memastikan bahwa semua pelaku yang terlibat, baik di dalam maupun luar negeri, akan dijerat hukum sesuai peran masing-masing.

“Internasional crime seperti ini tidak bisa ditangani sendiri. Perlu kerja sama lintas negara. Ini bagian dari komitmen kita memberantas perdagangan manusia dalam bentuk apa pun,” tegas Untung.

Saat ini, penyelidikan masih terus dikembangkan. Polri juga membuka kemungkinan mengungkap jaringan lebih besar yang terlibat dalam sindikat ini dalam waktu dekat.

Berita Terkait

BREAKING NEWS: KBRI Riyadh Keluarkan Imbauan Keamanan untuk WNI di Arab Saudi
Munas Paling Visioner: SWI Siapkan Gerakan Sosial dan Hijau Skala Nasional
SWI: Jangan Biarkan Kekerasan Terhadap Jurnalis Menjadi Budaya Baru
SWI Tegaskan Kebebasan Pers Bukan Monopoli: Tolak Narasi Wajib Kerja Sama dengan PWI
Interpol RI Lacak Jejak Perdagangan Bayi hingga Singapura, 17 Bayi Sudah Terkirim
Momen Bersejarah, Prabowo Siap Pidato di PBB Lanjutkan Jejak Diplomasi Sang Ayah
Tiba di New York, Presiden Prabowo Siap Pidato Perdana di Sidang Umum ke-80 PBB
Suporter Timnas Siap Tempuh Aksi Cap Jempol Darah Dukung Protes PSSI soal Wasit Kualifikasi Piala Dunia 2026

Berita Terkait

Sabtu, 14 Maret 2026 - 22:31 WIB

Sentuhan Kayu Sonokeling, Fawaz Salim Hidupkan Kembali Suzuki Jimny LJ80 dan VW Safari dalam Skala Asli

Jumat, 13 Maret 2026 - 13:07 WIB

Ketua PPWI-OI Kecewa Tak Diundang Bukber Polres Ogan Ilir, Soroti Ketidakadilan Humas

Kamis, 12 Maret 2026 - 20:05 WIB

Jaga Desa “Goyang” Karawang, Jamintel Beri Pengarahan kepada BPD se-Kabupaten

Kamis, 12 Maret 2026 - 19:39 WIB

Kapolda Sumsel Kerahkan 1.000 Personel, Operasi Ketupat Musi 2026 Resmi Dimulai

Kamis, 12 Maret 2026 - 19:36 WIB

Polres Ogan Ilir Gelar Apel Pasukan Operasi Ketupat 2026, Siap Amankan Mudik Lebaran

Kamis, 12 Maret 2026 - 19:32 WIB

Operasi Ketupat Musi 2026 Dimulai, Polres Ogan Ilir Siapkan 5 Pos Mudik dan Imbau Pemudik Utamakan Keselamatan

Selasa, 10 Maret 2026 - 19:06 WIB

Narasi Tanpa Data Hukum Dinilai Manipulasi Opini, Dugaan Pemalsuan Dokumen Oknum Lain Kembali Diungkit

Senin, 9 Maret 2026 - 20:05 WIB

Kerjasama Publikasi Disorot, Agus Kliwir : Maraknya Media Tak Profesional

Berita Terbaru

OPINI

Kebutuhan Gizi Masyarakat Dijamin Penuh Negara

Jumat, 13 Mar 2026 - 11:54 WIB