Ketua Umum KMSU Serukan Kedamaian Pasca Demo: Jaga Persatuan

REDAKSI JAKARTA

Selasa, 2 September 2025 - 08:33 WIB

50240 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Pesan Kebangsaan: Menjaga Hak, Menegakkan Kedamaian
Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, demonstrasi adalah denyut nadi demokrasi. Ia adalah suara nurani yang menyuarakan harapan, kegelisahan, sekaligus kritik terhadap jalannya negara.

Konstitusi Negara Indonesia menjamin hak itu secara terang, sebagaimana ditegaskan dalam Pasal 28E ayat (3) UUD 1945: “setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat.” serta diperkuat dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia. Hak ini bukanlah hadiah, melainkan hak kodrati yang melekat pada setiap warga negara sebagai ruh demokrasi yang tak boleh dipadamkan.

Sukma Wijaya Hasibuan Ketua Umum KMSU serukan kedamaian pasca demo di Indonesia menjelaskan bahwa sejarah telah mengajarkan, kebebasan tanpa kebijaksanaan hanya akan melahirkan kegaduhan. Apa artinya demokrasi bila berubah menjadi anarki? Apa maknanya perjuangan bila merampas hak orang lain? Di sinilah hukum berbicara: kebebasan tidak absolut, ia dibatasi oleh tanggung jawab dan oleh hak orang lain sebagaimana yang termaktub pada pasal 6 Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum bahwa, Warga negara yang menyampaikan pendapat di muka umum berkewajiban dan bertanggung jawab untuk menjaga dan menghormati keamanan dan ketertiban umum, menjaga keutuhan persatuan dan kesatuan bangsa. Sehingga kita sebagai masyarakat Indonesia harus terhindar dari perpecahbelahan bangsa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya pribadi dan atas nama Keluarga Besar Komunitas Mahasiswa Sumatera Utara Jakarta dan Sekitarnya turut berduka cita. Atas peristiwa demonstrasi yang terjadi pada Kamis, 28 Agustus 2025, telah gugur almarhum Affan Kurniawan, seorang tulang punggung keluarga yang sehari-hari bekerja sebagai ojek online. Beliau wafat setelah terlindas mobil Rantis Brimob. Tidak hanya itu, di Makassar, kobaran api yang melahap Gedung DPRD juga merenggut empat jiwa anak bangsa. Serta Korban Demonstrasi dari Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Amikom Yogyakarta, Almarhum Rheza Sendy Pratama,” ungkapnya kepada awak media di Jakarta. Senin, (01/09/2025).

Dari lubuk hati terdalam, saya menyampaikan belasungkawa yang tulus kepada keluarga para korban. Semoga almarhum seluruh korban demonstrasi mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Mahas Esa dan semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.

Disamping itu, secara sosiologis, bangsa Indonesia lahir dan bertahan bukan karena kekuatan senjata, melainkan karena ikatan persaudaraan dan semangat kebersamaan. Sejarah membuktikan, setiap kali bangsa ini terpecah oleh konflik dan kebencian, yang tersisa hanyalah luka yang diwariskan dari generasi ke generasi. Tetapi setiap kali persaudaraan ditegakkan, Indonesia justru tumbuh menjadi bangsa yang lebih kokoh.

Secara filosofis, fondasi bangsa ini bertumpu pada Pancasila, yang meletakkan Persatuan Indonesia sebagai sila ketiga. Persatuan bukan sekadar jargon, tetapi suluh yang menerangi jalan bersama, agar kebebasan tidak berubah menjadi egoisme kelompok, dan agar perbedaan tidak melahirkan perpecahan. Pancasila mengajarkan bahwa kebebasan individu dan kepentingan kolektif bukanlah dua kutub yang berseberangan, melainkan harus dirajut dalam harmoni demi tegaknya kehidupan berbangsa.

Secara yuridis, hukum hadir bukan untuk membungkam kebebasan, tetapi untuk menjaganya agar tidak menjelma kebablasan. Pasal 6 Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 menegaskan, setiap orang yang menyampaikan pendapat di muka umum wajib menghormati hak orang lain, menaati hukum, menjaga ketertiban umum, serta melindungi keutuhan persatuan bangsa. Maka ada gium hukum: “Salus Populi Suprema Lex Esto” bahwa keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi.
Di tengah derasnya arus informasi, provokasi dan hoaks kerap menjelma komoditas murahan di media sosial, menjerat emosi dan memecah persatuan. Karena itu, saya menyerukan: mari kita rawat akal sehat, jangan biarkan jari lebih cepat dari nalar, dan jangan biarkan amarah lebih nyaring daripada akhlak.

Kepada mahasiswa, jadilah suara hati bangsa, bukan gema dari kepentingan sesaat. Kepada masyarakat, jadilah penjaga damai, bukan penyulut bara. Kepada seluruh anak bangsa, mari kita tunjukkan bahwa demokrasi Indonesia adalah demokrasi yang bermartabat: lantang bersuara, tetapi tetap santun; kritis, tetapi tetap beradab.

Sebab pada akhirnya, Indonesia bukan hanya soal siapa yang menang berteriak, tetapi siapa yang mampu menjaga rumah besar ini tetap kokoh berdiri.
Terakhir, bahwa Demonstrasi adalah HAK, Namun Persatuan Adalah Kewajiban, Mari Jaga Suara Rakyat Tetap Lantang Tanpa Mengoyak Kain Kebangsaan.
Salam Kedamaian
Merdeka…!!!

Jakarta, 1 September 2025
Sukma Wijaya Hasibuan, S.H.
Ketua Umum Komunitas Mahasiswa Sumatera Utara Jakarta dan Sekitarnya
#Jaga Jakarta
#Jaga Saudara
#Jaga Indonesia

Berita Terkait

Alfred Pabika: Organisasi Kristen yang Melaporkan Jusuf Kalla Telah Membaca Ceramah Secara Sepotong dan Teologis Sempit
SYIFA DAN AULIA HARUMKAN MA PP NURUL FALAH DI AJANG LOMBA OPINI IOU INDONESIA
Pererat Silaturahmi, Babinsa Serda Akbar Ajak Warga Kahayya Jaga Kamtibmas dan Kebersihan Lingkungan 
Tingkatkan Hasil Panen, Babinsa Tugondeng Kopda Harianto Ajak Petani Fokus Perawatan Tanaman 
Kisruh Pemilihan BPD Topanda, Panitia Dituding Bermain di Balik Aturan
Bripda M.Ahriadi Personel Satlantas Polres Bulukumba Ikuti MTQ Tingkat Provinsi Sulsel.
Sembilan Warga Sipil Puncak Dilaporkan Tewas dalam Operasi Militer; Tokoh Muda Papua Kecam Tindakan di Wilayah Sipil
KEJAR AKSES MOBIL, GOTONG ROYONG PERLEBAR JEMBATAN GARUNTUNGAN MASUK HARI KEDUA

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 17:07 WIB

Fahd A Rafiq : Gebrakan dari ‘Papan Tengah’ Mengunci Kedaulatan Palestina lewat Board of Peace”, Dukung Penuh Langkah Presiden Prabowo Subianto

Jumat, 10 April 2026 - 15:37 WIB

Langkah Besar Dimulai di Bandung, XTC Gelar Rakernas I

Jumat, 10 April 2026 - 13:17 WIB

DPRD Boyolali Dukung HKPS 2026 dan Munas SWI

Jumat, 3 April 2026 - 18:47 WIB

Ketua gerakan Aktivis Muda Rohil Kritik Narasi Larshen Yunus : Jangan Seret Urusan Privat ke Panggung Politik

Jumat, 27 Maret 2026 - 06:27 WIB

Petisi Ahli dan MIO Indonesia Tekankan Pentingnya Pembenahan KPK

Senin, 16 Maret 2026 - 15:24 WIB

Belanja Sewa Hotel Rp3 Miliar di Dinkes KBB Disorot, Diduga Abaikan Efisiensi dan Transparansi

Sabtu, 14 Maret 2026 - 22:31 WIB

Sentuhan Kayu Sonokeling, Fawaz Salim Hidupkan Kembali Suzuki Jimny LJ80 dan VW Safari dalam Skala Asli

Jumat, 13 Maret 2026 - 17:40 WIB

Jamintel Tegaskan Jaga Desa Bukan Alat Kriminalisasi, Tapi Penguat Tata Kelola Desa

Berita Terbaru