KPK Tetapkan Dua Anggota DPR Tersangka Korupsi CSR BI dan OJK

baraNews

Jumat, 8 Agustus 2025 - 21:05 WIB

50567 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan dua anggota Komisi XI DPR periode 2019-2024 sebagai tersangka kasus dugaan korupsi Program Sosial Bank Indonesia (BI) dan Penyuluh Jasa Keuangan pada Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Keduanya juga dijerat dengan dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Dua tersangka itu adalah Satori (Fraksi Partai NasDem) dan Heri Gunawan (Fraksi Partai Gerindra). Penetapan status tersangka ini berdasarkan Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) No. 52 dan No. 53. Sebelumnya, kasus telah naik ke tahap penyidikan sejak Desember 2024.

“Penyidik telah menemukan sekurang-kurangnya dua alat bukti yang cukup dan kemudian dua hari ke belakang menetapkan dua orang tersangka sebagai berikut, yaitu HG anggota Komisi XI periode 2019-2024 dan ST anggota Komisi XI periode 2019-2024,” kata Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, di konferensi pers, Kamis (7/8/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Asep menyebut pihaknya masih mendalami dugaan keterlibatan pihak lain, baik dari BI, OJK, maupun anggota DPR lainnya. “Yang sudah firm itu dua [tersangka]. Yang lainnya kita akan dalami,” ujarnya.

KPK menduga ada modus penyalahgunaan dana CSR BI dan OJK melalui pertanggungjawaban fiktif. Dana Program Sosial BI (PSBI) ini resmi dianggarkan oleh bank sentral dan disalurkan ke yayasan-yayasan untuk kegiatan sosial seperti perbaikan rumah tidak layak huni (rutilahu), pendidikan, dan kesehatan.

Dalam satu proposal, sebuah yayasan bisa mengajukan dana PSBI hingga Rp 250 juta. Bahkan, ada yang diduga menerima miliaran rupiah. “Ini untuk beberapa, karena di antaranya itu miliaran yang diterimanya,” kata Asep pada konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jumat (25/7/2025).

(BN01)

Berita Terkait

Royal Enfield Gaspol Bangun Kepercayaan Konsumen, Service Campaign UCE Nusantara Digelar di Antasari
Penanganan Kasus Penggeledahan Dinas Disorot, Publik Pertanyakan Sikap Kejari Rohil
DPP KNPI Ajak Masyarakat Indonesia Doakan Presiden Prabowo, Berhasil Kerja Sama Minyak Dan Gas dengan Putin
Gema Davos, Ranny Fahd A Rafiq Kawal Langkah Berani Presiden Prabowo untuk Gaza lewat BoP
Fahd A Rafiq : Gebrakan dari ‘Papan Tengah’ Mengunci Kedaulatan Palestina lewat Board of Peace”, Dukung Penuh Langkah Presiden Prabowo Subianto
Langkah Besar Dimulai di Bandung, XTC Gelar Rakernas I
DPRD Boyolali Dukung HKPS 2026 dan Munas SWI
Ketua gerakan Aktivis Muda Rohil Kritik Narasi Larshen Yunus : Jangan Seret Urusan Privat ke Panggung Politik

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 07:05 WIB

Komitmen PT. Agrowiratama Dalam Berqurban, Serahkan 5 Ekor Sapi ke Kebosaan Sekitar Perusahaan dan Masyarakat

Senin, 25 Mei 2026 - 14:29 WIB

Yulianto menjenguk Anak yang Meninggal di Rurapatontang dan Prioritakan Akses Jalan Rampung

Minggu, 24 Mei 2026 - 06:29 WIB

Petani Sawit Menjerit Harga TBS Turun Drastis, Masyarakat: Kami Hanya Bisa Pasrah 

Sabtu, 23 Mei 2026 - 03:25 WIB

Polres Pasaman Barat Ajak Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan Pencurian Hewan Ternak Jelang Iduladha 1447 H

Kamis, 21 Mei 2026 - 08:00 WIB

Pemkab Pasbar Matangkan Persiapan Tiga Festival Besar yang Digelar Juni Mendatang

Rabu, 20 Mei 2026 - 08:29 WIB

Pemkab Pasbar Tegaskan Komitmen Sukseskan SPMB 2026 yang Objektif, Transparan, dan Berkeadilan

Selasa, 19 Mei 2026 - 14:50 WIB

e-Voting Pilwana 2026 Resmi di Luncurkan Pemkab Pas-Bar

Selasa, 19 Mei 2026 - 05:06 WIB

Sidang Prapradilan Kasus Korupsi Pasar Sungai Batang: Kejaksaan dan Penasihat Hukum Bersitegang Soal Kewenangan BPK dan Pemberian SPDP

Berita Terbaru