Isu Penggeledahan Rumah JAM Pidsus Febrie Adriansyah Dibantah Kejagung dan Polri: Disebut Hoaks, Dikaitkan Serangan Balik Koruptor

baraNews

Jumat, 8 Agustus 2025 - 20:17 WIB

50434 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Kejaksaan Agung (Kejagung) dan Kepolisian RI kompak membantah kabar yang menyebut adanya penggeledahan di rumah pribadi Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus) Febrie Adriansyah. Kabar tersebut sempat viral di sejumlah media dan media sosial, namun kedua lembaga menegaskan peristiwa itu tak pernah terjadi.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Anang Supriatna, memastikan informasi itu tidak benar. Ia bahkan meragukan sumber berita yang memunculkan isu tersebut.
“Setelah kami konfirmasi, ternyata hoaks. Tidak jelas sumbernya, tapi sudah ramai dengan berbagai framing pemberitaan,” ujar Anang, Sabtu (9/8/2025).

Senada, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi menegaskan tidak ada kegiatan penggeledahan rumah pribadi JAM Pidsus seperti yang diberitakan. “Tidak benar. Tidak ada penggeledahan,” kata Ade Ary.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Isu ini memicu kekhawatiran lantaran dinilai berpotensi mengganggu penanganan perkara besar yang saat ini sedang ditangani Kejaksaan, khususnya oleh Febrie Adriansyah. Dalam beberapa waktu terakhir, JAM Pidsus mencatat sejumlah capaian dalam pemberantasan korupsi yang mendapat dukungan luas dari masyarakat.

Berdasarkan survei Indikator terbaru, tingkat kepercayaan publik terhadap Kejaksaan mencapai 76 persen. Namun, menurut sejumlah pihak, tingginya dukungan publik ini justru membuat sebagian kalangan merasa “gerah” dan mulai melakukan upaya melemahkan Kejaksaan. Fenomena ini kerap disebut sebagai corruptor fight back atau serangan balik koruptor.

Serangan balik ini, kata pengamat hukum, bukan kali pertama dialami Korps Adhyaksa. Polanya beragam, mulai dari pemberitaan yang menyudutkan Kejaksaan, pembunuhan karakter pejabat, teror terhadap aparat, hingga adu domba antar penegak hukum.
“Kita tidak bisa menutup mata, serangan balik koruptor itu nyata. Tujuannya melemahkan institusi dan menghentikan langkah pemberantasan korupsi,” ujar seorang sumber internal Kejagung.

Kejaksaan sendiri kini menjadi salah satu tumpuan harapan publik dalam penegakan hukum. Meski demikian, keberhasilan memberantas korupsi membutuhkan soliditas dan sinergitas seluruh aparat penegak hukum, termasuk Polri dan KPK.

Korupsi, menurut Kejaksaan, adalah masalah utama bangsa yang menjadi akar banyak persoalan lain. “Negara ini sudah merdeka lama, tapi efek pembangunan belum dirasakan mayoritas rakyat karena korupsi masih merajalela,” kata Anang.

Oleh sebab itu, ia mengingatkan agar semua pihak menghindari tindakan atau isu yang menimbulkan kegaduhan dan mengganggu proses pemberantasan korupsi. “Fokus kita harus tetap pada kerja penegakan hukum. Jangan terprovokasi hoaks,” pungkasnya.

Berita Terkait

Sebut Wartawan “Otak Kamu Ada Nggak”, Benny K Harman Minta Maaf Atas Pernyataan Kontroversial
Hakim Salah Sebut Gelar dalam Sidang Banding Nadiem Makarim
Iring-iringan Prabowo Lewat, Pengendara Gatot Subroto Protes dengan Klakson Panjang
Tanggapi Gugatan Ijazah, Presiden Jokowi: Jika Yakin Palsu Bawa Saja Buktinya ke Persidangan
Misteri Pengembalian Amplop Menteri Kehutanan dan Dugaan Kebocoran Operasi KPK
BMKG NTT Tegaskan Prediksi Gempa Besar 15 Agustus 2026 Merupakan Hoaks
Dua Warga Ditangkap Usai Komentari Pidato Presiden Prabowo di Media Sosial, Publik Soroti Proporsionalitas Penegakan Hukum
Sidang Banding Nadiem Makarim, Saksi Tegaskan Tidak Ada Konflik Kepentingan dalam Transaksi Perusahaan

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 22:35 WIB

Audiensi Pimpinan ABS dan FBO dengan Dewan Pelindung, Teguhkan Komitmen Pembentukan ABS Law Firm dan FBO Law Firm

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 12:58 WIB

SWI Perjuangkan Kompetensi Anggota, UMJ Buka Peluang S1 dan S2 Jalur RPL

Senin, 20 Juli 2026 - 08:32 WIB

Edi Suprapto: Pelantikan DPP SWI Menjadi Tonggak Kebangkitan Organisasi Pers yang Berdampak bagi Bangsa

Rabu, 8 Juli 2026 - 00:01 WIB

DPP SWI Audiensi dengan Dewan Pers, Bahas Regulasi Baru dan Penguatan Profesi Wartawan

Senin, 18 Mei 2026 - 08:59 WIB

Surat Gerakan Pemuda Kebangsaan Bongkar Dugaan Pelanggaran Berat Industri Getah Pinus di Gayo Lues

Senin, 18 Mei 2026 - 06:55 WIB

PT Rosin Tetap Beroperasi Meski Dibekukan, Publik Pertanyakan Wibawa Negara dan Ketegasan Penegakan Hukum di Aceh

Senin, 11 Mei 2026 - 15:34 WIB

Kecam Pernyataan Amien Rais Soal Teddy, Ketum GP Alwashliyah: Narasi Tidak Etis dan Memecah Belah!

Jumat, 8 Mei 2026 - 18:56 WIB

UU Kebiri Kimia Bagi Predator Perempuan dan Anak, Ketum RPPAI Desak Polresta Pati Catat Sejarah Penegakan Hukum

Berita Terbaru

NASIONAL

Hakim Salah Sebut Gelar dalam Sidang Banding Nadiem Makarim

Minggu, 16 Agu 2026 - 07:37 WIB