Ekonomi RI Tumbuh 5,12 Persen, Airlangga Sebut Fundamental Kuat Meski Dunia Guncang

baraNews

Kamis, 7 Agustus 2025 - 18:59 WIB

50472 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Di tengah gelombang ketidakpastian global, Indonesia kembali menunjukkan daya tahan ekonominya. Data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi nasional mencapai 5,12 persen secara tahunan (year-on-year) pada kuartal II 2025. Angka ini naik dari kuartal sebelumnya yang sebesar 4,87 persen.

Menanggapi capaian tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa ini adalah sinyal kuat atas keberhasilan arah kebijakan ekonomi yang dijalankan pemerintah, terutama dalam menjaga daya beli dan investasi domestik.

“Alhamdulillah, kita kembali ke jalur pertumbuhan di atas 5 persen. Capaian ini menunjukkan bahwa arah kebijakan ekonomi kita tetap on track, sekaligus bukti bahwa fundamental ekonomi kita tetap tangguh di tengah tekanan global,” ujar Airlangga dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (6/8/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pemerintah menyebut pendorong utama pertumbuhan kali ini datang dari konsumsi rumah tangga yang tumbuh 4,97 persen serta lonjakan investasi (PMTB) sebesar 6,99 persen. Di sisi sektoral, industri pengolahan tetap menjadi tulang punggung, disusul konstruksi dan perdagangan yang menunjukkan pemulihan konsisten pasca pandemi dan krisis geopolitik.

Menariknya, jika dibandingkan dengan negara lain, posisi Indonesia cukup kompetitif. Tiongkok mencatatkan pertumbuhan 5,2 persen, hanya sedikit di atas Indonesia. Sementara itu, negara-negara besar lainnya masih tertahan di bawah: Amerika Serikat (2,6 persen), Malaysia (4,2 persen), dan Singapura (1,6 persen).

Airlangga juga menyoroti bagaimana capaian ini terjadi di tengah transisi pemerintahan nasional, serta dampak konflik global yang menekan rantai pasok dan harga komoditas. Ia menyebut capaian ini sebagai momentum untuk mempercepat agenda prioritas pemerintah, seperti hilirisasi industri, transformasi digital, dan pembangunan infrastruktur.

Meski demikian, pemerintah tetap mengantisipasi risiko lanjutan seperti potensi perlambatan ekonomi global, inflasi pangan, dan volatilitas pasar keuangan. Strategi menjaga kestabilan harga, memperluas lapangan kerja, serta mempertahankan iklim investasi menjadi kunci dalam menjaga momentum pertumbuhan hingga akhir tahun.

“Fokus kita adalah keberlanjutan. Tidak hanya angka pertumbuhan, tapi bagaimana manfaat ekonomi bisa dirasakan seluruh lapisan masyarakat, terutama kelas menengah dan bawah,” ucap Airlangga.

Berikut daftar perbandingan pertumbuhan ekonomi negara pada kuartal II 2025:

  • Tiongkok: 5,2%

  • Indonesia: 5,12%

  • Malaysia: 4,2%

  • Amerika Serikat: 2,6%

  • Singapura: 1,6%

Dengan sisa dua kuartal tersisa di 2025, pemerintah masih optimistis bisa menjaga pertumbuhan tahunan mendekati atau melebihi target APBN, selama stabilitas politik, harga, dan investasi tetap terjaga. (*)

Berita Terkait

Malaysia Klaim Dapat Izin Masuki Wilayah Udara Indonesia untuk Operasi Modifikasi Cuaca
Pesawat Amfibi Malaysia Bantu Padamkan Karhutla di Sumatera, Angkut 6.000 Liter Air dalam 12 Detik
Ketua Umum Projo Singgung Kemungkinan Percepatan Pemilu di Hadapan Presiden Jokowi
Presiden Prabowo Ancam Cabut Izin Perusahaan Pembakar Lahan
Gerindra Izinkan Kader Kelola Dapur MBG, PDIP Justru Melarang Kader Terlibat SPPG
Pernyataan Budi Arie soal Wacana Pemilu Lebih Cepat Picu Polemik Politik Nasional
Aliansi Masyarakat Depok Bersatu Siap Demo DPR Tuntut Pengesahan RUU Perampasan Aset hingga Turunkan Harga Kebutuhan Pokok
Polda Metro Jaya Bantah Isu Penangkapan Aktivis Pati, Tegaskan Koordinasi Perizinan

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 05:54 WIB

Malaysia Klaim Dapat Izin Masuki Wilayah Udara Indonesia untuk Operasi Modifikasi Cuaca

Rabu, 26 Agustus 2026 - 05:42 WIB

Pesawat Amfibi Malaysia Bantu Padamkan Karhutla di Sumatera, Angkut 6.000 Liter Air dalam 12 Detik

Rabu, 26 Agustus 2026 - 05:14 WIB

Ketua Umum Projo Singgung Kemungkinan Percepatan Pemilu di Hadapan Presiden Jokowi

Rabu, 26 Agustus 2026 - 05:05 WIB

Presiden Prabowo Ancam Cabut Izin Perusahaan Pembakar Lahan

Rabu, 26 Agustus 2026 - 04:41 WIB

Gerindra Izinkan Kader Kelola Dapur MBG, PDIP Justru Melarang Kader Terlibat SPPG

Rabu, 26 Agustus 2026 - 01:42 WIB

Aliansi Masyarakat Depok Bersatu Siap Demo DPR Tuntut Pengesahan RUU Perampasan Aset hingga Turunkan Harga Kebutuhan Pokok

Selasa, 25 Agustus 2026 - 11:08 WIB

Polda Metro Jaya Bantah Isu Penangkapan Aktivis Pati, Tegaskan Koordinasi Perizinan

Selasa, 25 Agustus 2026 - 10:06 WIB

Polemik Pemblokiran Rekening Donasi Aksi Demonstrasi di Jakarta

Berita Terbaru

NASIONAL

Presiden Prabowo Ancam Cabut Izin Perusahaan Pembakar Lahan

Rabu, 26 Agu 2026 - 05:05 WIB