FMJ Desak Kapolri Ambil Alih Kasus PetroChina: Dugaan Korupsi Rp60 Miliar Mandek di Polda Metro

REDAKSI JAKARTA

Jumat, 1 Agustus 2025 - 10:20 WIB

50185 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA — Kasus dugaan korupsi proyek instalasi Gas Turbine Generator (GTG) dan Waste Heat Recovery Unit (WHRU) Betara Gas Plant milik PetroChina-SKK Migas senilai lebih dari Rp60 miliar kini kembali menjadi sorotan. Mahasiswa yang tergabung dalam Forum Mahasiswa Jakarta Raya (FMJ) menggelar aksi protes ke-2 di depan Markas Besar Polri, Jumat (1/8), menuntut Kapolri untuk segera mengambil alih kasus yang dinilai sengaja didiamkan oleh Polda Metro Jaya.

Aksi yang berlangsung di bawah terik matahari ini menyoroti lambannya penanganan kasus meski telah ada landasan kuat berupa temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI dan surat perintah penyelidikan yang diterbitkan Polda Metro Jaya sejak 2024.

“Sudah lebih dari setahun sejak Polda Metro Jaya mengeluarkan surat penyelidikan. Tapi hingga hari ini, tidak ada transparansi, tidak ada progres. Ini bentuk kegagalan!” seru Selvin, koordinator aksi FMJ dalam orasinya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

FMJ bahkan secara terbuka menilai Kapolda Metro Jaya tidak memiliki kapasitas atau keberanian untuk menyentuh aktor-aktor besar di balik proyek raksasa migas itu. Mereka mendesak Kapolri mencopot Kapolda Metro Jaya dan segera mengambil kendali penyidikan di tangan Mabes Polri.

Lebih lanjut, FMJ menyoroti rekam jejak PetroChina yang dinilai penuh masalah. Selain kasus korupsi proyek, perusahaan migas asal China ini juga tercatat pernah terlibat persoalan pajak, kecelakaan kerja, kebakaran tangki minyak, dan ketidakterbukaan dalam penggunaan dana CSR.

“Jika Kapolri tidak punya nyali, lebih baik limpahkan ke Kejaksaan Agung. Sampai hari ini, cuma Jaksa Agung yang masih berani berhadapan dengan koruptor di sektor energi,” tutup salah satu orator dengan lantang.

FMJ menyatakan tidak akan berhenti. Dalam wawancara seusai aksi, mereka mengonfirmasi akan kembali turun ke jalan pekan depan apabila tuntutan mereka tidak direspons oleh institusi Polri.

Berita Terkait

Gubernur Sumbar bersama Bupati dan Wakil Ketua DPRD tinjau Relokasi jalan Simpang Empat -Talamau
Sasaran Fisik TMMD Ke -127 Hampir Rampung, Penyelesaian Tinggal Menunggu Waktu
Memperingati Hari Pers Nasional, Ketua DPRD Pasaman Barat dapat kunjungan dari Wartawan
Anggota DPRD jenguk korban tertarkam Buaya di Sungai Aur di RSUD Pasaman Barat
Jelang Kunjungan Wasev, Pekerjaan Fisik TMMD Capai 70 Persen Lebih
Curhat di Media Sosial, Wakil Bupati Rohil Tuai Sorotan Publik
Dugaan Penyalahgunaan Patwal dan Penghinaan Oleh Anak Anggota DPRD Jakarta di Puncak

Berita Terkait

Kamis, 5 Maret 2026 - 14:16 WIB

Gubernur Sumbar bersama Bupati dan Wakil Ketua DPRD tinjau Relokasi jalan Simpang Empat -Talamau

Kamis, 5 Maret 2026 - 13:14 WIB

Ketua Komisi II DPRD Pasaman Barat, Melakukan inspeksi mendadak (sidak) di ujung gading

Kamis, 5 Maret 2026 - 12:23 WIB

Kapolres pasaman barat Santuni anak yatim dan serahkan bantuan sosial di yayasan bunda berbagi

Kamis, 5 Maret 2026 - 07:15 WIB

Bupati Pasaman Barat,Bersama Anggota DPRD Pasbar lakukan serah terima sekaligus pendistribusian material jembatan Bailey di Kinali

Rabu, 4 Maret 2026 - 21:45 WIB

Anggota DPRD Pasaman Barat, Sulaiman, menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada PPPK Paruh Waktu

Rabu, 4 Maret 2026 - 21:41 WIB

Adriwilza Hadiri Peluncuran program pencak silat di SMN1 Pasaman.

Rabu, 4 Maret 2026 - 06:55 WIB

Ketua DPRD Pasaman Barat Dirwansyah Hadiri TRAKAR 2 Kajai Raya Kecamatan Talamau Tahun 2026

Selasa, 3 Maret 2026 - 17:50 WIB

Kapolres Pasaman Barat Melaksanakan Safari Ramadhan di Masjid Nurul Iklas Sungai paku Nagari Ampek Koto Kecamatan Kinali dan Berikan Bantuan

Berita Terbaru