Bahaya Hipertensi Bisa Sebabkan Komplikasi, Segera Periksa di RS Adam Malik

baraNews

Sabtu, 24 Mei 2025 - 16:07 WIB

50532 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Medan, 23 Mei 2025 – Setiap tahun pada tanggal 17 Mei, masyarakat internasional termasuk di Tanah Air memperingati World Hypertension Day atau Hari Hipertensi Sedunia. Momen ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang penyakit tekanan darah tinggi dan dampaknya terhadap kesehatan. Saat ini, hipertensi masih menjadi penyebab kematian keempat terbesar di Indonesia dengan persentase mencapai 10,2%, sekaligus jadi faktor risiko terbesar yang menyebabkan beban penyakit di negeri ini, menurut hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023.

Dokter spesialis konsultan ginjal dan hipertensi RS Adam Malik dr Radar Radius Tarigan MKed(PD) SpPD-KGH FINASIM menjelaskan bahwa hipertensi biasanya terjadi tanpa gejala. “Umumnya tidak bergejala, makanya disebut silent killer. Bila muncul, bisa berupa sakit kepala, pusing, mimisan, hingga gangguan penglihatan, sesak napas, atau nyeri dada. Hipertensi ini tidak bisa sembuh total, terutama hipertensi esensial. Tapi, dapat dikontrol agar tekanan darah berada dalam batas normal 110-120/80-85 mmHg,” jelas dr Radar baru-baru ini.

Disampaikannya, penyebab hipertensi esensial ini tidak diketahui pasti. Namun, dipengaruhi oleh faktor genetik, usia, dan gaya hidup termasuk pola makan dan kurang aktivitas fisik. Apabila terjadi karena penyakit lain, disebut hipertensi sekunder, misalnya disebabkan penyakit ginjal kronik, stenosis arteri renalis, gangguan hormon, atau efek samping obat. “Hipertensi sekunder ini bisa sembuh jika penyebabnya diatasi. Tapi, pengobatan dan gaya hidup sehat yang konsisten tetap jadi hal utama, agar pasien bisa hidup normal dan mencegah komplikasi,” kata dr Radar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dilanjutkan oleh Kepala Sub Instalasi Haemodialisa RS Adam Malik ini, hipertensi juga bisa memicu penyakit lain. “Hipertensi dapat menyebabkan berbagai komplikasi organ target. Seperti pada otak, bisa menyebabkan stroke, perdarahan atau infark otak, dan demensia vaskular. Juga bisa gagal jantung, penyakit jantung koroner, dan aritmia. Kalau di ginjal, bisa terjadi gagal ginjal kronik. Bahkan, di mata juga bisa sebabkan retinopati hipertensi atau gangguan penglihatan, serta aneurisma dan penyakit arteri perifer jika menyerang pembuluh darah,” tambah dr Radar.

Pada kasus komplikasi di ginjal, hipertensi akan merusak pembuluh darah ginjal secara bertahap sehingga menyebabkan nefrosklerosis atau kerusakan ginjal. Kondisi ini akan mengakibatkan fungsi ginjal menurun, sehingga pasien mengalami gagal ginjal kronik. “Pada akhirnya, pasien terpaksa harus menjalani cuci darah secara berkala. Selain itu, pengobatannya juga bisa dengan transplantasi ginjal, yang saat ini sudah bisa dilakukan di RS Adam Malik,” ungkap dr Radar.

Oleh karena itu, dokter yang juga menjabat sebagai Sekretaris Pokja Transplantasi Ginjal RS Adam Malik ini mengingatkan pasien hipertensi dan orang-orang dengan risiko hipertensi untuk menjalankan gaya hidup sehat, termasuk menjaga pola makan, rajin berolahraga, dan mengelola stres dengan baik. “Dengan menjaga berat badan ideal, mengurangi asupan garam, aktivitas fisik rutin, tidak merokok dan membatasi alkohol, maka hipertensi dapat dicegah,” ujar dr Radar.

Sedang untuk pasien hipertensi, pengobatan dilakukan secara non-farmakologis dengan diet, olahraga, dan manajemen stres. Lalu, secara farmakologis dengan konsumsi obat antihipertensi. “Pasien hipertensi juga harus selalu memantau tekanan darah secara berkala di rumah atau fasilitas kesehatan, minum obat antihipertensi secara teratur sesuai anjuran dokter, kontrol komorbiditas seperti diabetes, dan rutin kontrol ke dokter sesuai jadwal,” pungkas dr Radar.

Sebagai informasi, RS Adam Malik memiliki layanan ginjal-hipertensi yang tersedia setiap hari kerja di Poliklinik Nefrologi, Instalasi Rawat Jalan. Selain itu, layanan ini juga bisa didapatkan di Instalasi Pelayanan Eksekutif, Gedung Paviliun RS Adam Malik bagi pasien umum, maupun juga pengguna BPJS Kesehatan melalui layanan rawat jalan eksekutif. (humas/ade)

 

Berita ini disiarkan oleh Tim Kerja Hukum dan Humas RS Adam Malik.

Berita Terkait

Tegas! Isu Narkoba di Rutan Medan Dipastikan Hoaks: Mantan Warga Binaan dan Aktivis Anti Narkoba Nasional Buka Suara
Gawat! Ratusan Warga Binaan Rutan Medan Mendadak Berkumpul dalam Blok, Ada Apa?
Semarak Kemerdekaan, Rutan Kelas I Medan Gelar Senam Sehat, Donor Darah dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis
Karutan Kelas I Medan Hadir dalam RDP Komisi III DPR RI: Soroti Overcrowding dan Hak Warga Binaan
Harmoni dalam Sportivitas, Lapas Perempuan Medan Tutup Rangkaian PORSENI 2025
Sah Klinik Pratama Rutan Kelas I Medan Terima Akreditasi Paripurna
20.145 Narapidana dan 110 Anak Binaan Sumut Rasakan Hadiah Remisi Kemerdekaan ke-80 RI”
Ratusan Warga Binaan Rutan Labuhan Deli Terima Remisi Umum dan Dasawarsa 17 Agustus 2025

Berita Terkait

Sabtu, 31 Januari 2026 - 03:16 WIB

Polres Morowali Tak Hadiri Sidang Praperadilan Aktivis Torete

Sabtu, 31 Januari 2026 - 03:15 WIB

Korem 143/HO Gelar Penyuluhan Kesehatan Pencegahan dan Penanggulangan Hipertensi, Penyakit Menular Seksual (PMS) dan HIV/AIDS

Jumat, 30 Januari 2026 - 15:06 WIB

Prestasi, Disiplin, dan Sportivitas: XTC Academy Jateng Bersinar di KTI–JATIM

Rabu, 28 Januari 2026 - 14:15 WIB

Kapolda Riau Lepas 250 Personel Satgas Bangun Jembatan Merah Putih Presisi

Rabu, 28 Januari 2026 - 08:57 WIB

Menu Membusuk dan Distribusi Terlambat, Program MBG di Ujungjaya Disorot Warga

Rabu, 28 Januari 2026 - 07:15 WIB

Skandal Seleksi Desa Lido: Alibi Muhammad Dong Terbongkar, Pertemuan Malam Hari Dinilai Operasi Gelap

Selasa, 27 Januari 2026 - 18:10 WIB

Binter TNI siapkan Lahan Pangan Satgas Yonif 521/DY di Kobakma

Selasa, 27 Januari 2026 - 17:58 WIB

PPWI-OI Desak Kominfo Ogan Ilir Gelar Rapat Kerja Media dan Peringatan HPN ke-80

Berita Terbaru

PASAMAN BARAT

Pembangunan Sisi Darat Pelabuhan Teluk Tapang Masuki Tahap Awal

Jumat, 6 Feb 2026 - 03:03 WIB