Serangan Terorganisir: Upaya Penghancuran Reputasi Prof. Dasco

baraNews

Senin, 7 April 2025 - 13:51 WIB

50496 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Fahri Lubis, aktivis lintas sektoral

Jakarta, 7 April 2025 – Meningkatnya penggunaan media sosial telah memicu peningkatan kasus pembunuhan karakter melalui serangan terorganisir yang dilakukan oleh buzzer. Fahri Lubis, aktivis senior lintas sektoral, menyoroti bahaya fenomena ini, khususnya setelah Wakil Ketua DPR RI, Prof. Sufmi Dasco Ahmad, menjadi target kampanye hitam di dunia maya.

Pelaku, yang kerap bersembunyi di balik anonimitas akun media sosial, menyebarkan narasi negatif dan provokatif untuk merusak reputasi Prof. Dasco Ahmad. Serangan serupa juga telah menyasar sejumlah tokoh publik lainnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Para pengamat menilai serangan buzzer ini sebagai upaya sistematis untuk menjatuhkan reputasi individu yang dianggap sebagai lawan politik atau memiliki pandangan berbeda. Mereka memanfaatkan algoritma media sosial untuk memperluas jangkauan pesan negatif tersebut.

Fahri Lubis menekankan pentingnya literasi digital bagi masyarakat untuk menyaring informasi di media sosial. Ia mengajak masyarakat untuk bersikap kritis dan tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang belum tentu kebenarannya. Verifikasi informasi dari berbagai sumber terpercaya sangat penting sebelum menyebarkannya lebih lanjut.

Kasus ini menjadi pengingat penting akan perlunya upaya bersama dari pemerintah, masyarakat, dan platform media sosial untuk menciptakan ruang digital yang sehat dan bertanggung jawab. Rekam jejak Prof. Dasco Ahmad, termasuk dukungannya terhadap penegakan hukum, seperti terlihat pada dukungannya terhadap seorang pakar hukum pasca Pilpres 2019, perlu dipertimbangkan dalam konteks penilaian atas kebenaran narasi negatif yang beredar.

Reporter: Jalal dan Tim

Berita Terkait

Kecam Pernyataan Amien Rais Soal Teddy, Ketum GP Alwashliyah: Narasi Tidak Etis dan Memecah Belah!
UU Kebiri Kimia Bagi Predator Perempuan dan Anak, Ketum RPPAI Desak Polresta Pati Catat Sejarah Penegakan Hukum
Mahasiswa NTB Geruduk Kementerian ESDM, Desak Pemerintah Bongkar Stagnasi IPR
Dunia Industri Datang ke Sekolah: Siswa SMK Islam PB Soedirman 2 Jakarta Jadi Incaran BUMN
Ibu Muda Berjuang 12 Tahun Mencari Keadilan Atas Lelang Fiktif Bank Mega, Indikasi Diduga Pemalsuan Tanda Tangan Pada APHT
Cegah Kekerasan dan Aksi Anarkis, Pelajar dan Pemuda Gelar Diskusi Publik
Pers Dilindungi UU, Tapi Legalitas Media Wajib Jelas! SMSI Kritik Keras Bagi Oknum Mengaku Wartawan
Ucapan Prof Kiki Terkait Anwar Usman Dari Kampus Odong-odong Merupakan Penghinaan & Tidak Etis

Berita Terkait

Sabtu, 16 Mei 2026 - 17:54 WIB

Adv. Berkat Sama Hulu, SH Soroti Dugaan Kejanggalan Penanganan Kasus yang Menyeret Nama Nadiem Makarim

Jumat, 15 Mei 2026 - 11:41 WIB

Dandim 1411/Bulukumba Dampingi Kunker Kasi Ren Korem 141/Tp Tinjau KDKMP Desa Lembanna

Kamis, 14 Mei 2026 - 13:55 WIB

Program Kementerian Pertanian RI Disorot, Ketua Brigadir Pangan Keluhkan Puluhan Ton Pupuk Belum Diterima

Kamis, 14 Mei 2026 - 10:34 WIB

Perkuat Ketahanan Pangan, Pemdes Cakura Salurkan Bantuan Beras dan Minyak ke 518 KK

Kamis, 14 Mei 2026 - 04:35 WIB

Beri Dukungan Moril, Polwan Polres Bulukumba Kunjungi Syifa di RSUD.

Rabu, 13 Mei 2026 - 16:15 WIB

Pasbar Gandeng 17 Perusahaan Sawit Percepat Capaian UHC, Ribuan Warga Miskin Diprioritaskan

Rabu, 13 Mei 2026 - 13:40 WIB

Beredar Kabar Datuk Penghulu Sungai Besar Tidak Sepakat dan Minta Penetapan Tapal Batas Dikaji Ulang

Selasa, 12 Mei 2026 - 05:44 WIB

Pembinaan Kesadaran Bela Negara Digelar di Kodim 1411/BLK, Perkuat Karakter ASN yang Solid dan Berintegritas

Berita Terbaru