Protean Institute Bersama BPIP Menggelar Pembinaan Ideologi Pancasila Di Pondok Pesantren Ali Maksum Krapyak, D.I Yogyakarta

baraNews

Jumat, 24 Oktober 2025 - 04:58 WIB

50257 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Yogyakarta, Dalam rangka memperkuat pemahaman dan internalisasi nilai-nilai Pancasila di kalangan santri dan santriwati, Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) bekerja sama dengan Protean Institute dan Pondok Pesantren Ali Maksum Krapyak, D.I. Yogyakarta, menyelenggarakan kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila bagi Santri. Kegiatan ini berlangsung pada 15 Oktober 2025.

Kegiatan pembinaan ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman ideologis para santri terhadap Pancasila sebagai dasar filosofis dan moral dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Kegiatan ini dirancang sebagai forum reflektif-dialogis yang menjembatani nilai-nilai Pancasila bagi santri sebagai generasi muda.

Pembinaan ini dihadiri oleh sejumlah tokoh kunci dari berbagai latar belakang kelembagaan, di antaranya Dr. Ir. Prakoso, M.M. (Deputi Hubungan Antar Lembaga, Sosialisasi, Komunikasi, dan Jaringan BPIP RI), Drs. KH. Khoirul Fuad, M.S.I. (Pengasuh Pondok Pesantren Ali Maksum), serta Prof. Dr. H. Agus Moh. Najib, S.Ag., M.Ag. (Direktur Sosialisasi dan Komunikasi BPIP RI). Selain itu, turut hadir Moh. Khoerul Anwar, Ph.D. (Ketua Protean Institute), Aris Risdiana, M.M. (Tim Pengembang Protean Institute), Dr. Siti Khodijah Nurul Aula, M.Ag. (Dosen UIN Sunan Kalijaga), serta pejabat fungsional madya dan pelaksana BPIP RI.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kegiatan ini juga melibatkan jajaran pimpinan Pondok Pesantren Ali Maksum, yang turut memberikan perspektif pesantren dalam membumikan nilai-nilai ideologis secara kontekstual dan berkelanjutan. Pembinaan ini dihadiri 450 peserta, baik santri, mahasiswa santri, maupun masyarakat sekitar yang memiliki komitmen terhadap penguatan wawasan kebangsaan dan pembangunan karakter berbasis nilai-nilai Pancasila.

Dalam kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila ini, telah menghadirkan tiga narasumber yang memberikan pandangan dan penjelasan mendalam mengenai bagaimana nilai-nilai Pancasila dapat diterapkan dalam kehidupan para santri, bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Salah satu narasumber, Bapak Khoerul Anwar selaku founder Protean Institute, membawakan materi berjudul “Aspek-Aspek Santri dan Kontribusi terhadap Ideologi Pancasila di Indonesia.” Beliau membuka pemaparannya dengan tagline penuh makna, “Dari Pesantren untuk Indonesia: Santri Krapyak Pancasilais,” yang menggambarkan semangat kebangsaan para santri dan peran penting pesantren dalam membentuk karakter generasi bangsa.

Dalam penjelasannya, ia menegaskan bahwa pesantren adalah benteng moral dan ideologi bangsa, tempat lahirnya santri yang tidak hanya taat beragama, tetapi juga memiliki semangat nasionalisme yang kuat. Ia juga menyoroti tantangan zaman modern, seperti perkembangan dunia digital dan pengaruh budaya global, yang menuntut santri untuk tetap berpegang pada nilai-nilai luhur bangsa.

Melalui gagasan “Santri Protean,” ia mengajak santri untuk menjadi pribadi yang adaptif, berwawasan luas, dan tetap berorientasi pada nilai-nilai Pancasila. Di akhir sesi, ia menutup dengan pesan bermakna, “Dari Pesantren, Pancasila dihidupkan; dari Santri, Indonesia dikuatkan.” Kalimat ini menjadi pengingat bahwa pesantren dan santri memiliki peran besar dalam menjaga dan memperkuat ideologi bangsa di tengah perubahan zaman.

Selanjutnya ada pemateri kedua oleh Bapak Andi Aprianto yang merupakan Koordinator Bidang Sosialisasi dari Direktorat Sosialisasi dan Komunikasi BPIP Republik Indonesia. Pemateri kedua menyampaikan materi bertema “Mengawal Indonesia Menuju Peradaban Dunia,” yang menekankan urgensi penguatan nilai-nilai keagamaan dan Pancasila sebagai fondasi moral dan ideologis dalam menghadapi dinamika global.

Dalam penjelasannya, narasumber menyoroti bahwa kemajuan teknologi, informasi, komunikasi, dan transportasi telah membawa perubahan besar dalam pola pikir, perilaku, dan interaksi sosial masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan kemampuan adaptif yang disertai dengan landasan nilai yang kokoh agar kemajuan tidak menggeser identitas dan karakter bangsa.

Nilai-nilai keagamaan dan Pancasila dipandang sebagai pemandu etis dalam memaknai kemajuan teknologi, sekaligus sebagai pedoman dalam membangun peradaban yang humanis dan berkeadilan. Lebih lanjut, narasumber juga menyinggung posisi strategis Indonesia sebagai negara kepulauan dengan keberagaman budaya, bahasa, dan agama yang menjadi potensi besar dalam memperkuat persatuan nasional.

Melalui internalisasi nilai-nilai Pancasila dan semangat religiusitas yang inklusif, Indonesia diharapkan mampu mengawal kemerdekaannya menuju peradaban dunia yang berlandaskan moralitas, kemanusiaan, dan kemajuan berkelanjutan.

Narasumber ketiga, Bapak Aris Risdiana selaku Tim Pengembangan Protean Institute, dalam pemaparannya bertajuk “Pancasila bagi Santri” menegaskan bahwa santri memiliki peran strategis sebagai penjaga pilar negeri yang tidak hanya berorientasi pada penguatan spiritualitas dan moralitas, tetapi juga memiliki tanggung jawab konstitusional dalam menjaga keutuhan ideologi bangsa.

Ia memaknai konsep “jihad konstitusi” sebagai bentuk perjuangan santri dalam menegakkan nilai-nilai Pancasila melalui tindakan nyata yang berlandaskan akhlakul karimah dan semangat kebangsaan. Lebih lanjut, ia menggambarkan pesantren sebagai laboratorium Pancasila, yakni ruang pendidikan yang menanamkan nilai-nilai toleransi, moderasi, dan cinta tanah air dalam kehidupan sehari-hari, sekaligus melahirkan generasi santri yang adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa kehilangan jati diri kebangsaan.

Dalam konteks ini, peran santri dalam mengawal Pancasila diwujudkan melalui penguatan moral publik, pengembangan intelektualitas religius, penegakan keadilan sosial, pemberdayaan umat, serta peneguhan semangat nasionalisme yang inklusif. Dengan demikian, eksistensi santri di era modern dipandang sebagai kekuatan moral dan intelektual yang mampu menjaga relevansi nilai-nilai Pancasila di tengah arus globalisasi serta menjadi motor penggerak bagi terwujudnya peradaban Indonesia yang berkeadaban, beriman, dan berkemajuan.

Melalui kegiatan ini, santri didorong untuk tidak hanya memahami Pancasila sebagai dokumen formal kenegaraan, tetapi juga menginternalisasikannya sebagai etika sosial dan spirit kebangsaan yang hidup dalam praktik sehari-hari. Kegiatan ini diharapkan dapat melahirkan generasi santri yang tidak hanya memiliki integritas religius yang kokoh, tetapi juga berwawasan kebangsaan yang inklusif dan moderat, mampu menjadi agen peradaban dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Kontributor: Irman Laia

Berita Terkait

Politeknik LP3I Jakarta Gelar Pengabdian Kepada Masyarakat Kolaborasi di Desa Bantaragung Majalengka
Jamaah Waskitho Nusantara Gelar Islamic Character Building Camp di Yogyakarta
Demangku Siapkan “Demangku Colour Fest 2025”, Ajang Kreativitas Anak dan Promosi Wisata Dusun Demangan Bantul Yogyakarta
Panen Demplot Padi Inpari 32, Bupati Dorong Sinergi Petani dan PT Formula Top Indonesia
FJI Provinsi Jogja-Jateng, Deklarasikan Komitmen Jaga Kamtibmas Menjelang HUT RI Ke-80
Kapolri Pimpin Apel Akbar Kokam 2025, Apresiasi Peran Strategis dalam Pengamanan Nasional
Kapolri Pimpin Apel Akbar Kokam 2025, Dorong Sinergi Polri dan Pemuda Muhammadiyah di Sektor Pertanian
Polda DIY Sita 1.672 Botol Miras dalam Operasi KRYD Tahap II

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 03:25 WIB

Curi Katalis Knalpot Ambulans Desa Karama, Pria Warga Gantarang Diamankan Polisi

Jumat, 12 Juni 2026 - 18:19 WIB

Reformasi Jilid II Bergema di Jakarta: GMKI Tuding KKN Makin Mengakar, Rakyat Kian Terhimpit

Jumat, 12 Juni 2026 - 08:42 WIB

Binluh dan Jumat Berkah, Cara Satlantas Polres Bulukumba Edukasi Masyarkat Tertib Lalulintas.

Kamis, 11 Juni 2026 - 17:17 WIB

FORUM JUANG ONO NIHA TEMUI TOKOH BANGSA FIRMAN JAYA DAELI DI PLAZA SENAYAN, MINTA ARAHAN DAN DUKUNGAN MORAL BAGI PERJUANGAN MASYARAKAT NIAS

Kamis, 11 Juni 2026 - 08:12 WIB

FJO Geruduk Mabes Polri, Desak Kapolri Ambil Alih Kasus Kematian Agnes Jance Zebua, Diterima Audiensi Bareskrim

Selasa, 9 Juni 2026 - 15:33 WIB

Wakil FKDM Rohil Apresiasi Langkah Pemkab Rohil Tutup Pasar Malam

Selasa, 9 Juni 2026 - 04:41 WIB

Polsek Bangko Intensif Dampingi Petani, Ketahanan Pangan Rohil Terus Menguat

Senin, 8 Juni 2026 - 05:23 WIB

Polres Bulukumba Pastikan Selidiki Peristiwa Tenggelamnya Siswi di Kawasan Wisata Apparalang

Berita Terbaru