Ekspor Kelapa Meningkat, Harga Meroket: Petani Masih Terpinggirkan

baraNews

Selasa, 29 April 2025 - 05:02 WIB

50459 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA — Kenaikan harga kelapa di pasar internasional memicu peningkatan ekspor produk kelapa dari Indonesia. Namun, di balik geliat industri ini, nasib petani kelapa dalam negeri justru tak kunjung membaik.

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menegaskan bahwa komoditas kelapa Indonesia sebaiknya tidak diekspor dalam bentuk mentah. Menurutnya, sudah saatnya Indonesia menjadi pusat pengolahan kelapa dunia. “Biarkan investor datang membangun pabrik pengolahan di dalam negeri. Produk yang diekspor harus sudah jadi, berkualitas, dan memberi nilai tambah. Ini membuka lapangan kerja serta menarik minat generasi muda bertani,” ujar Presiden.

Dewan Pembina Media Independen Online Indonesia (MIO-INDONESIA), Dr. Anto Suroto, yang juga Ketua Umum APIKI (Aliansi Perdagangan dan Industri Kreatif Indonesia), menyoroti isu ini dari sudut pandang yang lebih mendalam. Ia menekankan pentingnya peningkatan produktivitas dan kualitas hasil pertanian kelapa, bukan hanya memperbanyak ekspor.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Petani kelapa perlu naik kelas. Produktivitas mereka harus meningkat, dan hasilnya harus berkualitas agar pendapatan petani juga meningkat. Jika ini terjadi, maka kesejahteraan desa ikut terangkat,” ujar Anto.

Ia juga menekankan perlunya inovasi dalam pengelolaan kebun kelapa, termasuk pemanfaatan teknologi modern dan sistem irigasi yang lebih efisien, seperti yang telah diterapkan di negara-negara lain. “Petani kelapa tidak boleh tertinggal. Revolusi industri pertanian harus masuk hingga ke desa,” tegasnya.

Sebagai mantan petani desa yang kini sukses berwirausaha, Anto menilai bahwa modernisasi pertanian adalah keniscayaan. Menurutnya, dengan pendampingan, pemanfaatan dana desa, koperasi yang sehat, serta bibit unggul hibrida, petani kelapa bisa mengalami lonjakan produktivitas dalam lima tahun ke depan.

Namun, ia mengingatkan bahwa perubahan ini membutuhkan komitmen nyata dari pemerintah pusat hingga daerah. “Kalau petani masih bertahan dengan pola tanam konvensional, kita akan tertinggal. Padahal, permintaan kelapa — baik muda maupun tua — terus meningkat di industri makanan dan kosmetik,” ungkap pria Jawa kelahiran Sumatera (Pujakesuma) tersebut menjelaskan.

 

Ditemui di kedai kopi ARKARA yang terletak di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat, sembari menikmati Bolu Kukus produk UMKM binaan APIKI, Anto pun menekankan pentingnya mendampingi petani secara berkelanjutan.

“Jangan sampai Indonesia cuma jadi buruh di negeri sendiri karena semua dikuasai investor asing,” ujarnya sembari menikmati produk UMKM lokal.

Anto juga mendorong agar akses petani terhadap Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan fasilitas keuangan lainnya lebih profesional dan transparan.

“Petani kita harus ‘bankable’, tersistem, dan siap menjadi bagian dari kelas menengah baru lewat UMKM,” pungkasnya. (**)

Sumber: Humas MIO INDONESIA

Berita Terkait

Perkuat Nilai Kebersamaan, Ketum Dulur Sikep Nyawi Bawa Semangat “Urip Ya Urup”
Pemprov DKI Jakarta Berlakukan PJJ Akibat Paparan Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau
Prof DR Sutan Nasomal Sangat Heran..DI TENGAH LUASNYA KEMISKINAN RAKYAT PARA LEMBAGA TINGGI DAN KEMENTRIAN MINTA NAIK ANGGARAN !!!
Soroti Temuan BPK dan Dugaan Skandal Pengelolaan KPR, KAMAKSI Desak APH Periksa Direktur Utama BTN
KAMAKSI Desak Dirut BTN Benahi Carut Marut KPR
Habib Bahar bin Smith Angkat Bicara Terkait Tewasnya Warga Pejompongan dalam Kericuhan
Prof DR Sutan Nasomal : Presiden Harus Sadar. Bisa Terjadi Krisis Kelaparan Meluas. Pedagang Dengan Modal Kecil Mengalami Kebangkrutan Dampak Daya Beli Masyarakat Hilang
Prof DR Sutan Nasomal : Presiden Harus Sadar. Bisa Terjadi Krisis Kelaparan Meluas. Pedagang Dengan Modal Kecil Mengalami Kebangkrutan Dampak Daya Beli Masyarakat Hilang

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 23:34 WIB

Rampung 100 Persen, Jembatan Gantung Perintis Garuda Siap Difungsikan untuk Masyarakat

Selasa, 22 September 2026 - 07:16 WIB

Wujud Sinergitas, Personel Koramil Gantarang Bersama Warga Gotong Royong Bangun Jembatan Beton Garuda

Selasa, 22 September 2026 - 07:13 WIB

Hubungkan 3 Desa, Koramil 1411-03/Kajang Gelar Karya Bakti Genjot Pembangunan Jembatan Perintis

Selasa, 22 September 2026 - 07:11 WIB

Wujud Kemanunggalan, Personel Koramil 1411-07/Herlang Bersama Warga Gotong Royong Bangun Jembatan Beton Garuda

Senin, 21 September 2026 - 03:50 WIB

Genjot Pembangunan Jembatan Garuda, TNI dan Warga Herlang Bulukumba Kompak Gotong Royong

Senin, 21 September 2026 - 03:47 WIB

Sinergi TNI-Rakyat, Koramil 1411-03/Kajang dan Warga Gotong Royong Bangun Jembatan Gantung Perintis Garuda

Sabtu, 19 September 2026 - 08:11 WIB

Tingkatkan Akses Antardesa, Personel Koramil 1411-07/Herlang Bersama Warga Gotong Royong Bangun Jembatan Garuda

Rabu, 16 September 2026 - 04:24 WIB

Wujud Sinergitas, TNI dan Warga Gotong Royong Rampungkan Jembatan Gantung Perintis Garuda di Bulukumpa

Berita Terbaru