BARANEWS | Di beberapa shelter bus Transjakarta ada petugas yang menjaga sepatu dan sandal penumpang yang ingin sholat. Ini adalah petugas khusus dibluar cleaning services,kan? Namun
,untuk penjaga lift masih belum ada loh.
Pada Sabtu (27/8) sore terlihat fenomena yang mengingkari ketentuan dari pemakaian lift yang seharusnya khusus pengguna tertentu. Peruntukan untuk kaum lansia,ibu hamil dan penumpang berkebutuhan khusus nyata dilanggar.Mayoritas terlihat kaum muda yang relatif sehat.
Keliatannya lagi antri di *Halte Transjakarta Cawang* ya. Suasana malam + orangnya rame, pada nunggu lift/eskalator.
Jam pulang kerja memang rawan padat di halte-halte besar. Usai magrib yang kelihatan di antrian:*
1. *Anak muda 20-30an*: Ada yg pake kaos, kemeja, bawa totebag. Kayak abis kerja/kuliah
2. *Ibu-ibu & Bapak-bapak*: Beberapa pake hijab, baju batik/kemeja. Kemungkinan pulang kerja juga
3. *Umur 40+*: Ada juga beberapa
Jam 18:33 di Halte Cawang emang prime time pulang kantor. Jadi mayoritasnya pekerja + mahasiswa yang naik Transjakarta/LRT. Anak SMA jarang jam segini, kecuali yang les/kerja part-time.
Cawang itu transit besar juga soalnya. Ketemu Koridor 7, 9, LRT. Wajar kalau ramenya orang kerja.
Halte cawang cikoko adalah salah satu halte transit paling sibuk di Jakarta Selatan.
*Ciri khas Shelter Cawang Cikoko:*
– *Titik transit 3 moda*: Transjakarta Koridor 7 + Koridor 9 + LRT Jabodebek
– *Jam rame*: 06.30-08.30 & 17.00-19.30, antriannya bisa sampe tangga/lift
– *Mayoritas*: Pekerja kantor, mahasiswa, sama yang transit mau ke Cibubur/Dukuh Atas/Pasar Rebo
Mereka terlihat rame banget. Semua orang buru-buru pulang + berebut lift biar cepet.
Mengapa perlu petugas jaga lift? Hal ini karena
1. *Antri panjang + rebutan*
Jam 17.00-19.00 orang numpuk. Ada yg nyelip, ada yang dorong-dorongan dan rawan konflik
2. *Disalahgunakan*
Lift harusnya prioritas: lansia, ibu hamil, disabilitas, bawa bayi. Tapi sering dipake yg sehat + bawa ransel doang biar “cepet”
3. *Keamanan*
Rame = rawan copet, pelecehan, barang ketinggalan. Petugas bisa bantu awasin CCTV + arus orang
*Solusi yang sudah pernah kami sampaikan beberapa waktu lalu untuk halte Cawang Cikoko:
– *Petugas Transjakarta* jaga depan pintu lift, cek siapa yang boleh masuk
– *Bikin jalur khusus* prioritas vs umum
– *Pasang pengumuman + teguran* lewat speaker
Di Cawang Cikoko ini krusial karena 3 moda numpuk di 1 titik. Kalau ga ada yg ngatur, lift jadi bottleneck semua orang.

































