BARA NEWS-BULUKUMBA
-Bulukumba, 7 November 2025 – Pasca insiden luka serius akibat Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Desa Bukit Tinggi, Kecamatan Gantarang, aktivis lokal Bulukumba, Andi Saiful, mendesak Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan untuk berkolaborasi lebih intens. “Mereka harus intens komunikasi dengan pemerintah desa dan kelurahan di 10 kecamatan Bulukumba. Jangan hanya diam berpangku tangan. Anggaran ada, anggaran jelas,” tegasnya.
Andi Saiful menyoroti bahwa penanganan ODGJ tak boleh reaktif, seperti kasus Baki (60) yang baru dirawat di RS Sultan Daeng Raja. “Jangan hanya bergerak ketika ada korban berjatuhan seperti yang baru-baru ini terjadi di Bukit Tinggi. Komunikasi itu penting agar kejadian serupa tak berulang-ulang,” ujarnya. Data Dinas Kesehatan Bulukumba tunjukkan peningkatan kasus ODGJ berat , dan tren ini berlanjut dengan pembentukan Tim Pelaksana Kesehatan Jiwa Masyarakat (TPKJM) pada Mei 2025.
Ia menambahkan, “Ada deteksi dini dari dinas terkait sebelum banyak lagi korban berjatuhan. Saya melihat hampir setiap hari ada beberapa ODGJ yang berjalan mondar-mandir di jalan-jalan Kota Bulukumba. Seakan ada pembiaran, dan menunggu ada korban.” Andi Saiful desak inovasi seperti fasilitas perawatan khusus di RSUD , termasuk skrining berbasis puskesmas dan program deteksi dini lintas sektor.
ODGJ butuh perhatian khusus dari pemerintah, bukan dibiarkan berkeliaran,” . Dinas Sosial dan Kesehatan harus aktif koordinasi dengan desa/lurah, aktifkan layanan inklusif dan cegah stigma.
Andi saiful berharap agar Pemkab Bulukumba tingkatkan ekosistem kesehatan jiwa, termasuk pelatihan relawan sosial, agar tak ada lagi pembiaran dan korban semakin bertambah.
Pewarta.Basri































