Ustaz Dr. H. M. Yahya Waloni Tutup Usia Usai Menyampaikan Khutbah Jumat di Masjid Darul Falah Makassar

baraNews

Jumat, 6 Juni 2025 - 08:19 WIB

50692 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Makassar – Kabar duka menyelimuti masyarakat Kota Makassar dan sekitarnya. Dai kondang sekaligus mantan pendeta, Ustaz Dr. H. M. Yahya Yopie Waloni, S.Th., M.Th., dikabarkan meninggal dunia pada Jumat (6/6/2025) siang, usai menyampaikan khutbah Jumat di Masjid Darul Falah, Jalan Aroepala, Minasa Upa, Kelurahan Gunung Sari, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar.

Menurut saksi mata Yusran Uccang (43), warga sekitar lokasi kejadian, Ustaz Yahya tampak sehat dan semangat saat memulai khutbah Jumat. Ia bahkan menyelesaikan khutbah kedua sebelum tiba-tiba jatuh dan tampak lemas di dalam masjid. “Usai khutbah kedua, beliau jatuh dan langsung lemas,” kata Yusran kepada wartawan.

Peristiwa tersebut membuat pelaksanaan shalat Jumat di masjid itu sempat tertunda. Para jamaah dan pengurus masjid langsung berupaya memberikan pertolongan. Ustaz Yahya kemudian segera dilarikan ke Rumah Sakit Bahagia Minasa Upa yang jaraknya hanya sekitar 100 meter dari masjid. Namun sayang, nyawa sang dai tidak dapat tertolong dan ia dinyatakan meninggal dunia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kabar wafatnya Ustaz Yahya Waloni mengejutkan banyak pihak, terutama karena peristiwa tersebut terjadi saat ia sedang menjalankan tugasnya sebagai penceramah di hari Jumat, yang merupakan hari suci dan penuh berkah bagi umat Islam. Selain itu, kejadian ini juga bertepatan dengan suasana menjelang Iduladha, hari besar umat Islam yang penuh makna spiritual dan kebersamaan.

Yahya Waloni dikenal luas sebagai sosok dai yang unik dengan latar belakang yang tidak biasa. Ia lahir di Minahasa, Manado, pada 30 November 1970, dari keluarga yang taat beragama Kristen. Sebelum memutuskan untuk memeluk Islam, Yahya sempat aktif sebagai pemuka agama Kristen di Badan Pengelola Am Sinode Gereja Kristen Indonesia (GKI) Tanah Papua, Wilayah VI Sorong-Kaimana. Ia juga pernah menjabat sebagai Ketua atau Rektor Sekolah Tinggi Theologia Calvinis Ebenhaezer di Sorong pada periode 1997 hingga 2004.

Setelah memutuskan memeluk agama Islam, Yahya Waloni menjadi salah satu dai yang cukup dikenal di Indonesia. Namun perjalanan spiritualnya ini juga sempat menimbulkan kontroversi di tengah masyarakat. Beberapa kalangan menilai ceramah dan pernyataannya kerap memicu perdebatan, bahkan tokoh media sosial seperti Denny Siregar menyebutnya dengan julukan “Ustaz Pansos” (panjat sosial).

Kendati demikian, tak dapat dipungkiri bahwa Yahya Waloni memiliki basis pengikut dan pendengar yang cukup besar, dan ia dikenal memiliki gaya dakwah yang lugas dan tegas. Sepanjang kariernya sebagai dai, ia juga pernah tersandung kasus hukum terkait ujaran kebencian berdasarkan SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan), yang membuatnya sempat ditangkap aparat kepolisian pada Agustus 2021.

Kematian mendadak Ustaz Yahya Waloni ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, kerabat, jamaah masjid, serta masyarakat luas yang mengikuti perjalanan hidup dan dakwahnya. Banyak yang mengenang sosoknya sebagai seorang penceramah yang energik dan penuh semangat, yang meski penuh kontroversi, tetap berupaya menyampaikan pesan agama dengan cara yang menurutnya benar.

Pihak keluarga hingga saat ini belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab pasti meninggalnya Ustaz Yahya Waloni. Namun sejumlah sumber menyebutkan bahwa diduga kematiannya terjadi karena kondisi kesehatan yang mendadak menurun saat khutbah.

Jenazah Ustaz Yahya rencananya akan dimakamkan di kampung halamannya di Minahasa, Manado, sesuai dengan tradisi keluarga dan permintaan almarhum. Informasi lebih lanjut mengenai prosesi pemakaman dan acara duka akan segera diumumkan oleh keluarga.

Peristiwa meninggalnya Ustaz Yahya Waloni ini menjadi pengingat bagi banyak pihak tentang kefanaan hidup dan pentingnya kesehatan, terlebih saat melaksanakan tugas-tugas keagamaan yang mengandung beban fisik dan mental yang cukup berat. Semoga Allah SWT memberikan tempat terbaik bagi almarhum dan memberikan ketabahan kepada keluarga yang ditinggalkan. (*)

Berita Terkait

Doa dan Belasungkawa dari Sangha Mahayana Indonesia untuk Almarhum Bapak Murdaya Widyawimarta Po, OBE

Berita Terkait

Rabu, 24 Desember 2025 - 08:23 WIB

Speedboat Panipahan Bersatu 03 Alami Gangguan Mesin, Penumpang Terombang ambing Berjam-jam di Laut

Selasa, 23 Desember 2025 - 13:55 WIB

LSM Nilai Plt Kadis PUPR Kampar dan Kasubag “Gagap Administrasi”, Klarifikasi Proyek Rp13 Miliar Diabaikan

Selasa, 23 Desember 2025 - 13:43 WIB

Pemkab Rohil Perkuat Program Infrastruktur, Bupati Serahkan Alat Berat ke Dinas PUPR

Minggu, 21 Desember 2025 - 10:25 WIB

Maju Seleksi Direksi BUMD Rohil, Junaidi Tawarkan Penguatan PAD dan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat

Sabtu, 20 Desember 2025 - 09:36 WIB

DPD TOPAN RI Warning Keras Calon Direksi–Komisaris PT SPRH: Jangan Masuk BUMD Bermasalah untuk Main Uang Daerah

Sabtu, 20 Desember 2025 - 05:43 WIB

LSM MITRA Riau Desak Kejati Tindaklanjuti Laporan Dugaan Mark-up Proyek Jalan Nasional

Selasa, 7 Oktober 2025 - 15:55 WIB

Wakil Ketua Umum DPP SWI Kecam Aksi Biadab Pengeroyokan Wartawan Kuansing

Senin, 8 September 2025 - 08:56 WIB

PT Pandawa Satria Nusantara dan Baharkam Polri Gelar Pelatihan Satpam Kualifikasi Gada Utama Angkatan ke-1

Berita Terbaru