Banjir Meluas di Aceh, Pemerintah Daerah Diminta Segera Tetapkan Status Tanggap Darurat

baraNews

Rabu, 4 November 2026 - 10:26 WIB

5027 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDA ACEH |  Bencana banjir yang dipicu oleh curah hujan tinggi selama sepekan terakhir telah merendam sedikitnya 15 desa di Kecamatan Darul Makmur dan Tripa Makmur, Kabupaten Nagan Raya, serta meluas ke sejumlah wilayah lainnya di Provinsi Aceh. Dampak luapan dua sungai utama, yakni Krueng Lamie dan Krueng Tripa, menyebabkan pemukiman warga tergenang air dengan ketinggian lebih dari 30 sentimeter. Selain Nagan Raya, wilayah lain yang terdampak banjir meliputi Pidie Jaya, Aceh Tenggara, Gayo Lues, Aceh Tengah, Aceh Jaya, hingga Aceh Utara.

Merespons kondisi tersebut, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian saat meninjau langsung lokasi terdampak di Kabupaten Pidie Jaya pada Selasa, 3 November 2026, meminta pemerintah daerah untuk tidak ragu dalam menetapkan status tanggap darurat bencana. Langkah ini dipandang krusial guna mempercepat alokasi dana belanja tak terduga serta mempermudah koordinasi antar kementerian dan lembaga terkait dalam penyaluran bantuan kepada warga terdampak. Penetapan status darurat dinilai sangat mendesak agar proses administrasi pengadaan dan pengerjaan penanganan bencana dapat dilakukan jauh lebih cepat dibandingkan prosedur normal.

Dukungan terhadap arahan tersebut juga disampaikan oleh Wakil Gubernur Aceh Fadullah, yang menekankan pentingnya status tanggap darurat untuk memperlancar koordinasi lintas sektoral di daerah. Pemerintah setempat khawatir bencana banjir susulan yang terus berulang dapat menghambat target rehabilitasi dan rekonstruksi yang dijadwalkan berlangsung sepanjang periode 2026 hingga 2028.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain aspek status darurat, penanganan teknis terhadap penyebab banjir, khususnya sedimentasi sungai, menjadi perhatian utama. Kepala Posko Wilayah Aceh Satgas Rehabilitasi dan Rekonstruksi, Safrizal Seda, mengungkapkan bahwa pendangkalan sungai yang parah menjadi pemicu utama jebolnya tanggul di wilayah Pidie Jaya. Sebagai solusi, pengerukan lebih dari 100 sungai di tiga provinsi di Sumatera mendesak untuk segera dilakukan. Safrizal juga mendorong para kepala daerah untuk segera memproses izin pemanfaatan galian C serta melibatkan pihak ketiga agar pemulihan fungsi sungai dapat berjalan optimal. (*)

Berita Terkait

Pejabat PUPR dan Tata Ruang Kota Banda Aceh Bisa Di Pidana Jika Ruas Badan Jalan di Biarkan Berlubang
Bukber Kapolda Aceh Bersama Awak Media : Polda Aceh Dengan Insan Pers Solid Jaga Kamtibmas Kondusif

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 20:45 WIB

Prof. Sutan Nasomal Dukung Presiden Prabowo Gandeng Negara Maju: Indonesia Jangan Mau Diancam Negara Manapun!!!

Selasa, 3 November 2026 - 20:44 WIB

Profesor Sutan Nasomal Setuju Presiden RI Rangkul Negara Lain Bekerja Sama Terkait Internet Untuk Kemajuan Keamanan Negara Indonesia!!!

Selasa, 3 November 2026 - 05:54 WIB

Hentikan Tudingan Narasi Liar Pada Menteri Imipas Agus Andrianto, Tuduhan Itu Keliru dan Menyesatkan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:42 WIB

Himpunan Mahasiswa Labuhanbatu (HIMLAB) Raya Jakarta secara resmi memulai babak baru kepengurusan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:42 WIB

Prof. Dr. Sutan Nasomal Bela Pemkab Siak di Tengah Tekanan APBD: Jangan Terburu-buru Salahkan Bupati Afni, Rakyat Harus Tetap Jadi Prioritas!

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:25 WIB

Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal Sematkan Gelar CFLE kepada Rishki Nifayadi Garawn, Apresiasi Dedikasi di Dunia Jurnalistik dan Sosial

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:17 WIB

Agus Kliwir Minta Kapolri Bongkar Jaringan Mafia

Senin, 12 Oktober 2026 - 15:03 WIB

Terungkap Dugaan Penyalahgunaan Dana PT GME, Hj Rosalina Minta Fauzan Fadel Segera Lunasi Pinjaman Sesuai Keputusan MA

Berita Terbaru