Waspada Difteri di Jakarta Barat, Jajanan di Luar Sekolah Jadi Perhatian

baraNews

Sabtu, 23 Agustus 2025 - 22:31 WIB

50580 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta — Wabah difteri kembali menjadi ancaman serius di DKI Jakarta. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menetapkan Jakarta Barat sebagai wilayah Kejadian Luar Biasa (KLB) difteri setelah tercatat sembilan kasus dengan satu orang meninggal dunia. Penyakit menular yang disebabkan bakteri Corynebacterium diphtheriae ini dapat menyerang tenggorokan, hidung, hingga kulit, dan mudah menular melalui percikan air liur saat penderita batuk atau bersin.

Dinas Kesehatan DKI Jakarta mencatat, hingga saat ini tersedia lebih dari 715 ribu dosis vaksin difteri untuk warga Jakarta Barat. Vaksinasi masal akan dilakukan hingga 11 Desember 2025 dengan target sasaran anak dan remaja usia 1 sampai 19 tahun. Upaya ini diambil sebagai langkah darurat untuk mencegah penyebaran penyakit lebih luas di sekolah maupun lingkungan masyarakat.

Namun, muncul perhatian khusus terkait pola penularan yang dikaitkan dengan kebiasaan jajan di luar sekolah. Sekjen Koalisi Pembela Konstitusi dan Kebenaran (KP-K&K), Suta Widhya SH, mengingatkan agar orang tua waspada terhadap jajanan anak-anak, khususnya makanan dengan bumbu tabur berbahan cabai kering. “Banyak anak sekolah yang terinfeksi difteri karena sering jajan makanan dengan bubuk cabai kering. Kita tahu di pabrik, bahan cabai sering ditimbun tanpa memperhatikan kebersihan, bahkan bisa tercemar kencing tikus,” ujarnya di Bali, Sabtu (23/8/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Suta, hingga kini sudah ada 600 kasus difteri di DKI Jakarta dan Jawa Barat, dengan 38 anak meninggal dunia. “Rumah sakit penuh dengan pasien anak-anak difteri. Ini memang kejadian luar biasa,” katanya. Ia juga menekankan, selain vaksinasi, cara paling efektif mencegah penularan adalah menghindari jajan sembarangan.

Difteri memiliki masa inkubasi 2 hingga 5 hari sejak bakteri masuk ke tubuh hingga gejala muncul. Beberapa gejala yang umum dialami penderita antara lain terbentuknya lapisan tipis berwarna abu-abu pada tenggorokan dan amandel, sakit tenggorokan, suara serak, demam tinggi, pembengkakan kelenjar limfa di leher, hingga kesulitan bernapas. Jika tidak ditangani segera, difteri dapat menimbulkan komplikasi serius, termasuk kematian akibat gangguan pernapasan.

Selain melalui jajanan, penularan difteri juga dapat terjadi lewat kontak langsung dengan penderita maupun percikan batuk dan bersin. Karena itu, masyarakat diminta lebih disiplin menjaga kesehatan. “Gunakan masker bila sedang sakit, hindari keramaian yang tidak penting, dan jaga kebersihan makanan,” imbau Suta.

Dinas Kesehatan DKI Jakarta bersama Dinas UMKM juga tengah merancang sosialisasi khusus kepada pedagang makanan di sekitar sekolah. Pemerintah daerah menekankan pentingnya standar kebersihan bahan makanan agar jajanan anak-anak tetap aman.

Wabah difteri yang telah berstatus KLB ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat Jakarta dan sekitarnya. Pencegahan sederhana seperti menghindari jajanan berisiko, menjaga kebersihan, serta mengikuti program vaksinasi massal dapat menjadi langkah penting untuk melindungi keluarga dari ancaman penyakit mematikan ini. (*)

Berita Terkait

PA-MALUT Berencana Mendorong Kasus Hibah KPU tikep di KPK dan Kejagung
Perkuat Nilai Kebersamaan, Ketum Dulur Sikep Nyawi Bawa Semangat “Urip Ya Urup”
Pemprov DKI Jakarta Berlakukan PJJ Akibat Paparan Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau
Prof DR Sutan Nasomal Sangat Heran..DI TENGAH LUASNYA KEMISKINAN RAKYAT PARA LEMBAGA TINGGI DAN KEMENTRIAN MINTA NAIK ANGGARAN !!!
Soroti Temuan BPK dan Dugaan Skandal Pengelolaan KPR, KAMAKSI Desak APH Periksa Direktur Utama BTN
KAMAKSI Desak Dirut BTN Benahi Carut Marut KPR
Habib Bahar bin Smith Angkat Bicara Terkait Tewasnya Warga Pejompongan dalam Kericuhan
Prof DR Sutan Nasomal : Presiden Harus Sadar. Bisa Terjadi Krisis Kelaparan Meluas. Pedagang Dengan Modal Kecil Mengalami Kebangkrutan Dampak Daya Beli Masyarakat Hilang

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 22:12 WIB

Membangun Pers yang Kuat dan Berintegritas, SWI Jabar Datangi Diskominfo Jabar untuk Perkuat Sinergi Informasi Publik

Selasa, 22 September 2026 - 23:34 WIB

Rampung 100 Persen, Jembatan Gantung Perintis Garuda Siap Difungsikan untuk Masyarakat

Selasa, 22 September 2026 - 07:13 WIB

Hubungkan 3 Desa, Koramil 1411-03/Kajang Gelar Karya Bakti Genjot Pembangunan Jembatan Perintis

Selasa, 22 September 2026 - 07:11 WIB

Wujud Kemanunggalan, Personel Koramil 1411-07/Herlang Bersama Warga Gotong Royong Bangun Jembatan Beton Garuda

Senin, 21 September 2026 - 03:52 WIB

Wujud Sinergitas, TNI dan Warga Gantarang Bulukumba Gotong Royong Bangun Jembatan Garuda

Senin, 21 September 2026 - 03:50 WIB

Genjot Pembangunan Jembatan Garuda, TNI dan Warga Herlang Bulukumba Kompak Gotong Royong

Senin, 21 September 2026 - 03:47 WIB

Sinergi TNI-Rakyat, Koramil 1411-03/Kajang dan Warga Gotong Royong Bangun Jembatan Gantung Perintis Garuda

Sabtu, 19 September 2026 - 08:11 WIB

Tingkatkan Akses Antardesa, Personel Koramil 1411-07/Herlang Bersama Warga Gotong Royong Bangun Jembatan Garuda

Berita Terbaru