Prada Lucky Tewas Diduga Dianiaya Senior, Ayah Korban Tuntut Hukuman Mati

baraNews

Kamis, 7 Agustus 2025 - 17:57 WIB

50531 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kupang – Prada Lucky Chepril Saputra Namo (23), prajurit TNI AD asal NTT, meninggal dunia setelah dirawat intensif selama tiga hari di ruang ICU RSUD Aeramo, Rabu (6/8/2025). Ia diduga kuat menjadi korban penganiayaan oleh seniornya di barak militer.

“Dia dianiaya senior dan saya akan kejar pelakunya ke mana pun. Anak saya sudah tidak ada, saya tuntut keadilan,” kata ayah korban, Serma Cristian Namo, penuh emosi.

Lucky sempat memberi pengakuan kepada dokter yang memeriksanya di ruang radiologi, bahwa ia dipukuli oleh seniornya. Kondisinya saat itu sudah penuh luka di tubuh.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sang ayah, Serma Cristian, menegaskan bahwa ia akan memperjuangkan keadilan untuk anaknya dan meminta agar pelaku dipecat serta dihukum seberat-beratnya.

“Saya tuntut pelaku dihukum mati. Ini nyawa anak saya,” ujarnya.

Bahkan, ia mengancam akan mengambil tindakan sendiri jika hukum tak memberikan keadilan. “Kalau tidak ada keadilan, saya akan gali kubur anak saya dan bawa ke orang yang bertanggung jawab,” tambahnya.

Jenazah Prada Lucky tiba di Bandara El Tari Kupang, Rabu (6/8), sekitar pukul 14.02 WITA dan disambut secara militer. Keluarga menyambut peti jenazah dengan tangis histeris.

Awalnya jenazah dibawa ke RS Tentara Wirasakti Kupang, namun karena tidak tersedia dokter forensik, pihak keluarga membawa jenazah ke RS Bhayangkara untuk divisum.

Dari pemeriksaan luar, tubuh Prada Lucky penuh luka lebam, luka sayatan, serta luka bakar mirip sundutan rokok. Bagian punggungnya juga diduga mengalami hantaman benda tumpul.

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari Batalyon TP 834/WM tempat Lucky bertugas. Sementara itu, proses penyelidikan sedang dilakukan oleh Polisi Militer (Pomdam IX/Udayana). (*)

Berita Terkait

Bengkalis Digoyang! Polda Riau Ungkap Peredaran Heroin Besar-besaran, Dua Tersangka Ditangkap
AKPERSI Pekanbaru: Kritik Pendidikan Harus Berbasis Fakta, Pemerintah Kota Tetap Komitmen Majukan Sekolah
Klarifikasi Kepala Sekolah SMP Negeri 4 Kota Pekanbaru, Terkait Sertifikat Cakep dan Bantah Melakukan Intervensi Terhadap Rekan Pers
Agus Kliwir Warning Akun Medsos Ngaku Wartawan, Tak Penuhi Standar Pers
Viral Dugaan Pemilik Dapur MBG di Ogan Ilir Keluarkan Kata Tak Pantas, Publik Geram
Cinta Ditolak “Dibacok”, Ketua Bid. Pendidikan PWMOI Pekanbaru Desi Novita Kecam Aksi Biadap
Kapolda Riau Cek Lokasi Penemuan Bangkai Anak Gajah di Tesso Nilo
Eks Karesidenan Pati Bersih – Bersih Pers Abal-abal, SMSI dan Polresta Brantas Media Ilegal

Berita Terkait

Kamis, 5 Maret 2026 - 17:30 WIB

Bengkalis Digoyang! Polda Riau Ungkap Peredaran Heroin Besar-besaran, Dua Tersangka Ditangkap

Kamis, 5 Maret 2026 - 13:22 WIB

AKPERSI Pekanbaru: Kritik Pendidikan Harus Berbasis Fakta, Pemerintah Kota Tetap Komitmen Majukan Sekolah

Rabu, 4 Maret 2026 - 18:42 WIB

Agus Kliwir Warning Akun Medsos Ngaku Wartawan, Tak Penuhi Standar Pers

Sabtu, 28 Februari 2026 - 11:40 WIB

Viral Dugaan Pemilik Dapur MBG di Ogan Ilir Keluarkan Kata Tak Pantas, Publik Geram

Kamis, 26 Februari 2026 - 16:52 WIB

Cinta Ditolak “Dibacok”, Ketua Bid. Pendidikan PWMOI Pekanbaru Desi Novita Kecam Aksi Biadap

Kamis, 26 Februari 2026 - 16:42 WIB

Kapolda Riau Cek Lokasi Penemuan Bangkai Anak Gajah di Tesso Nilo

Rabu, 25 Februari 2026 - 15:57 WIB

Eks Karesidenan Pati Bersih – Bersih Pers Abal-abal, SMSI dan Polresta Brantas Media Ilegal

Senin, 23 Februari 2026 - 18:26 WIB

MBG di Ogan Ilir Kembali Viral, Dua Sekolah Jadi Sorotan Publik & Ini Kata Korwil Sppgnya

Berita Terbaru