Kecurangan UTBK: Bukti Rusaknya Sistem Pendidikan Sekuler Kapitalis

baraNews

Selasa, 13 Mei 2025 - 08:21 WIB

50445 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh : Asma Sulistiawati (Pegiat Literasi)

Masyarakat saat ini tengah terguncang dengan munculnya dugaan kecurangan dalam pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) untuk Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) tahun 2025.

Menanggapi hal ini, panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) telah memberikan pernyataan resmi. Dalam keterangannya, panitia SNPMB menyesalkan dan mengutuk tindakan kecurangan dalam pelaksanaan UTBK SNBT 2025. Hal ini dianggap melanggar prinsip keadilan, integritas, dan kejujuran yang menjadi dasar seleksi nasional.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Terkait dengan dugaan bocornya soal di berbagai platform media sosial, panitia menegaskan bahwa yang terjadi bukanlah kebocoran soal, melainkan kecurangan oleh peserta yang merekam pertanyaan pada sesi pertama UTBK. Selain itu, panitia juga mengungkapkan adanya mode kecurangan baru yang dilakukan oleh sebagian peserta UTBK SNBT 2025, yaitu dengan memasang kamera yang tak terdeteksi oleh detektor logam pada perangkat seperti kawat gigi, paku, ikat pinggang, dan kancing baju. Dengan pengungkapan mode baru ini, panitia berkomitmen untuk bekerja sama dengan berbagai pihak dalam melakukan investigasi lebih lanjut. (Beritasatu. com, 25 April 2025)

Hal ini juga diperkuat oleh survei KPK yang menunjukkan bahwa banyak siswa SMA dan mahasiswa terlibat kecurangan. Seperti yang dilansir oleh detik. com (25 April 2025), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah merilis laporan Survei Penilaian Integritas Pendidikan (SPI) 2024. Laporan tersebut berjudul Indeks Integritas Pendidikan 2024, di mana KPK menelusuri tingkat kejujuran akademik siswa di sekolah dan mahasiswa di perguruan tinggi. Hasil survei menunjukkan bahwa masih banyak kasus kecurangan dan ketidakjujuran akademik yang dilakukan oleh siswa, dengan persentase 78% di sekolah dan 98% di kampus. Data ini menggambarkan bahwa kecurangan masih terjadi di sebagian besar institusi pendidikan.

Sangat disayangkan, ternyata masih marak kecurangan yang dilakukan oleh siswa, termasuk mahasiswa, yang memanfaatkan teknologi untuk mengakali ujian UTBK. Hal ini tentu menggambarkan buruknya moral calon siswa dan mahasiswa. Ini semakin menegaskan bahwa sistem pendidikan berbasis kapitalis yang diterapkan di negara ini gagal dalam mencetak generasi yang memiliki kepribadian dan keterampilan Islami.

Produk dari sistem pendidikan kapitalis cenderung materialistis, dengan tujuan utama hanya pada keuntungan atau materi, tanpa memperhatikan standar halal dan haram. Dalam pandangan kapitalisme, ukuran kesuksesan atau kebahagiaan terfokus pada aspek material semata, bukan pada keridhaan Allah. Saat ini, dalam sistem pendidikan kita, yang terpenting adalah meraih nilai baik, tanpa memperhatikan cara atau prosesnya. Sistem pendidikan materialistis ini jelas berpijak pada prinsip sekularisme liberal yang memisahkan agama dari kehidupan.

Materi pendidikan Islam yang disampaikan saat ini cenderung hanya dihafal untuk mendapatkan nilai, tanpa diterapkan sebagai karakter Muslim yang saleh. Situasi ini semakin diperparah dengan tingginya biaya pendidikan, terutama di tingkat perguruan tinggi. Kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah dalam sektor pendidikan memaksa kampus untuk mandiri dalam hal pendanaan. Salah satu cara termudah untuk memperoleh dana adalah dengan meningkatkan Uang Kuliah Tunggal (UKT).

Oleh karena itu, adalah hal yang wajar jika dengan tingginya biaya pendidikan, orientasi siswa menjadi hanya mendapatkan nilai, bukan untuk kepatuhan kepada Allah. Akibatnya, perilaku kecurangan dalam dunia pendidikan tidak dapat dihindari, terutama karena penerapan sistem kapitalisme sekuler. Oleh karena itu, dibutuhkan perubahan sistemik dari kapitalisme ke sistem Islam agar praktik kecurangan dalam pendidikan dapat dihilangkan.

Sistem pendidikan Islam merupakan bagian dari hukum Islam yang komprehensif yang diterapkan oleh negara Islam (Khilafah). Kunci keberhasilan pendidikan Islam terletak pada akidah Islam. Tujuan pendidikan adalah membentuk pribadi Islam (syakhsiyyah al-Islamiyyah) dan membekali siswa dengan pengetahuan serta ilmu yang relevan dengan masalah kehidupan. Metode pendidikan dirancang untuk mewujudkan generasi yang memiliki pola pikir dan perilaku Islam, keterampilan yang andal, serta menjadi agen perubahan. Dengan kepribadian Islam yang kuat, kemajuan teknologi dapat dimanfaatkan sesuai dengan petunjuk Allah untuk meninggikan kalimat-Nya.

Mahasiswa bersemangat untuk mengejar ilmu demi meraih keridhaan Allah Taala, sesuai perintah-Nya yang disampaikan melalui Nabi Muhammad SAW: “Mencari ilmu itu wajib bagi setiap Muslim. ” (HR Ibn Majah no. 224).

Tujuan belajar seharusnya adalah untuk mendapatkan keridhaan Allah, bukan untuk keuntungan materi. Nabi bersabda, “Barangsiapa yang menuntut ilmu dengan tujuan untuk meraih keridhaan Allah SWT. , namun hanya mempelajarinya untuk mendapatkan keuntungan duniawi, maka ia tidak akan mencium wangi surga pada Hari Kiamat. ” (HR Abu Daud).

Kebahagiaan dalam pandangan Islam adalah ketika meraih keridhaan Allah. Negara Islam akan memastikan bahwa setiap individu selalu terikat pada aturan Allah, sehingga menciptakan masyarakat yang saleh dan jauh dari praktik kecurangan, termasuk dalam bidang pendidikan.

Wallahu a’lam bisshawab

Berita Terkait

Kebutuhan Gizi Masyarakat Dijamin Penuh Negara
Sistem Kapitalis Bengis Menjadikan Pajak dan Bea Cukai Tumpuan Pendapatan Negara
SWI: Jangan Biarkan Kekerasan Terhadap Jurnalis Menjadi Budaya Baru
SWI Tegaskan Kebebasan Pers Bukan Monopoli: Tolak Narasi Wajib Kerja Sama dengan PWI
Negeri Merdeka, Anak Rakyat Sulit Sekolah
Krisis Tenaga Kerja dan Kegagalan Kapitalisme Mewujudkan Kesejahteraan
Pajak : Instrumen Kapitalisme untuk Bertahan dengan Mengorbankan Rakyat
Mampukah Kampung Tangguh Mencegah Narkoba di IKN?

Berita Terkait

Sabtu, 16 Mei 2026 - 17:54 WIB

Adv. Berkat Sama Hulu, SH Soroti Dugaan Kejanggalan Penanganan Kasus yang Menyeret Nama Nadiem Makarim

Jumat, 15 Mei 2026 - 11:41 WIB

Dandim 1411/Bulukumba Dampingi Kunker Kasi Ren Korem 141/Tp Tinjau KDKMP Desa Lembanna

Kamis, 14 Mei 2026 - 13:55 WIB

Program Kementerian Pertanian RI Disorot, Ketua Brigadir Pangan Keluhkan Puluhan Ton Pupuk Belum Diterima

Kamis, 14 Mei 2026 - 10:34 WIB

Perkuat Ketahanan Pangan, Pemdes Cakura Salurkan Bantuan Beras dan Minyak ke 518 KK

Kamis, 14 Mei 2026 - 04:35 WIB

Beri Dukungan Moril, Polwan Polres Bulukumba Kunjungi Syifa di RSUD.

Rabu, 13 Mei 2026 - 16:15 WIB

Pasbar Gandeng 17 Perusahaan Sawit Percepat Capaian UHC, Ribuan Warga Miskin Diprioritaskan

Rabu, 13 Mei 2026 - 13:40 WIB

Beredar Kabar Datuk Penghulu Sungai Besar Tidak Sepakat dan Minta Penetapan Tapal Batas Dikaji Ulang

Selasa, 12 Mei 2026 - 05:44 WIB

Pembinaan Kesadaran Bela Negara Digelar di Kodim 1411/BLK, Perkuat Karakter ASN yang Solid dan Berintegritas

Berita Terbaru