Gencatan Senjata Israel-Palestina, Solusi ataukah Strategi?

baraNews

Rabu, 12 Februari 2025 - 02:36 WIB

50266 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh : Eka Anjarwati (Aktivis Muslimah Peduli Generasi)

Dua warga Palestina tewas dan satu lainnya terluka pada Kamis dalam serangan Israel di Jalur Gaza selatan dan tengah meskipun ada perjanjian gencatan senjata. Korban tewas akibat serangan artileri Israel yang menargetkan sebuah rumah di lingkungan Tel Al-Sultan di Rafah barat, Gaza selatan, kata sumber medis kepada Anadolu. Lingkungan tersebut ditetapkan sebagai wilayah “aman” berdasarkan kesepakatan antara Israel dan Hamas, yang mengizinkan warga Palestina untuk kembali.

Tahap pertama gencatan senjata Gaza mulai berlaku pada 19 Januari, menangguhkan perang genosida Israel yang telah menewaskan lebih dari 47.000 warga Palestina, sebagian besar wanita dan anak-anak, sejak 7 Oktober 2023. Perjanjian tiga tahap ini mencakup pertukaran tahanan dan ketenangan berkelanjutan, yang bertujuan untuk gencatan senjata permanen dan penarikan pasukan Israel dari Gaza.
(https://www.aa.com.tr 31/1/2025)

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Gencatan senjata bukanlah solusi

Kebahagiaan atas gencatan senjata di Gaza Utara banyak di rasakan oleh kalangan umat Islam. Secara nyata, gencatan senjata memang memberikan angin segar kepada warga Gaza dan juga kaum muslim karena untuk sementara waktu memang memberi jeda bagi muslim Palestina untuk bebas dari kejahatan-kejahatan dan pembantaian yang di lakukan oleh Zionis dan negara pendukungnya AS.

Umat harusnya sadar bahwa gencatan senjata tidak akan menyelesaikan penjajahan dan genosida karena sifatnya hanya sementara. Sekalipun Zionis dan para sekutunya mengumumkan gencatan senjata buktinya mereka tetap menyerang Wilayah lain di luar kota Gaza yang masih di dalam wilayah Palestina, Bahkan sebelum pengumuman genjatan senjata mereka tetap melakukan penyerangan secara brutal.

Bisa jadi ini hanya sebuah strategi agar Zionis dan sekutunya terlihat masih memiliki rasa kemanusiaan kepada Palestina dan juga untuk mencari Simpati dunia atas kesepakatan gencatan senjata untuk Gaza. Sehingga bisa dipastikan akan terjadi lagi genosida yang di lakukan oleh Zionis dan juga para sekutunya kepada Palestina mengingat watak dari Yahudi adalah pengkhianat begitu juga dengan orang-orang kafir barat yang sangat benci dan memusuhi Islam.

Meski seluruh Dunia mengetahui sudah banyak korban akibat dari serangan yang di lakukan Zionis yang telah membuat Gaza hancur, dan penduduknya mengungsi, dan kelaparan, yang di akibatkan oleh genosida ini. Namun mirisnya dunia dan lembaga internasional diam saja dan para penguasa penguasa muslim hanya bisa memberikan kecaman. Tidak ada aksi yang nyata bahkan adanya PBB tidak dapat mencegah genosida yang dilakukan oleh zionis.

Dari sini kita melihat bahwasanya orang-orang kafir dan sekutunya tidak akan pernah membela kaum muslim karena Islam menjadi penghalang bagi orang-orang kafir untuk menguasai negeri-negeri Islam, dan penghalang bagi ide kebebasan dalam menguasai dunia. Sehingga wajar dunia abai terhadap masa depan peradaban Palestina dan Islam. Bahkan Islam dijadikan musuh dunia.

Para penguasa negeri muslim selayaknya menyadari bahwa sekat nasionalisme telah memenjarakan iman mereka, hingga tak mampu berbuat lebih kecuali pada tindakan mengecam dan mengutuk saja. Tak ada perlawanan secara militer yang seharusnya diberikan untuk mengusir penjajah.

Hanya dengan Jihad dan Khilafah Genosida akan berakhir

Sesungguhnya yang terjadi di Palestina adalah pendudukan dan penjajahan yang dilakukan oleh entitas zionis Yahudi terhadap tanah kaum muslim di Palestina. Yang berakibat pada banyaknya warga Gaza dan Palestina syahid, anak-anak menjadi yatim piatu, cacat fisik, kehilangan hak dan ruang hidupnya juga tempat tinggal mereka hancur akibat genosida yang dilakukan Yahudi laknatullah.

Untuk itu solusi ini hanya bisa diselesaikan dengan mengusir dan melenyapkan entitas penjajah Yahudi ini dari Bumi Palestina. Melalui jihad fi sabilillah dengan tegaknya Khilafah yang merupakan kewajiban syariah Islam. Namun, perlu juga kita pahami bahwa yang dihadapi oleh umat Islam terkait Palestina ini bukanlah hanya entitas penjajah Yahudi dengan jumlah pendudukan sekitar 7 juta orang, tetapi ada negara-negara imperialis barat seperti Inggris yang melahirkannya dan Amerika Serikat yang kokoh untuk menjaganya.

Di sinilah letak penting mengapa kita harus memperjuangkan kembali Khilafah Islam ‘alaa minhaaj an-nubuwwah. Kekuatan politik Islam global inilah yang akan mampu menghadapi kekuatan global Barat dan mencampakkan para penguasa pengkhianat di negeri Islam. Pada gilirannya, Khilafahlah yang akan menggerakan tentara-tentara di negeri-negeri Islam untuk membebaskan tanah Palestina yang diberkahi.

Maka tegaknya Khilafah serta bebasnya tanah Palestina akan kembali memberikan keceriaan kepada anak-anak Palestina dan penduduk Palestina untuk dapat hidup sebagaimana mestinya tanpa ada rasa kecemasan serta dapat kembali mendapatkan pendidikan dan penghidupan yang layak.

Sebagaimana dalam sabda Rasulullah SAW.
“Sesungguhnya seorang imam (pemimpin) itu merupakan perisai, tempat orang-orang berperang di belakangnya dan berlindung dengannya.” (HR al-Bukhari).

Oleh karena itu di bulan Rajab dan peringatan Israk mi’raj ini sudah seharusnya menjadi momen untuk memahamkan umat atas akar masalah penjajahan Palestina dan kemuliaan yang Allah berikan pada tanah Palestina. Sehingga dengannya menjadikan umat muslim untuk bersatu membela Palestina dibawah kepemimpinan seorang Khalifah.

Maka mewujudkan kembali kemuliaan umat islam dengan penegakkan Khilafah islamiyah sebagai solusi hakiki kaum muslim di seluruh Dunia merupakan hal yang sangat urgent untuk terus digaungkan. Dengan ijin Allah jika tujuan tersebut terwujudkan, maka pembebasan Palestina suatu keniscayaan. Wallahu a’lam bishowab

Berita Terkait

Kebutuhan Gizi Masyarakat Dijamin Penuh Negara
Sistem Kapitalis Bengis Menjadikan Pajak dan Bea Cukai Tumpuan Pendapatan Negara
SWI: Jangan Biarkan Kekerasan Terhadap Jurnalis Menjadi Budaya Baru
SWI Tegaskan Kebebasan Pers Bukan Monopoli: Tolak Narasi Wajib Kerja Sama dengan PWI
Negeri Merdeka, Anak Rakyat Sulit Sekolah
Krisis Tenaga Kerja dan Kegagalan Kapitalisme Mewujudkan Kesejahteraan
Pajak : Instrumen Kapitalisme untuk Bertahan dengan Mengorbankan Rakyat
Mampukah Kampung Tangguh Mencegah Narkoba di IKN?

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 11:48 WIB

AVATAR Desak Pengusutan Dugaan Lonjakan Harta Pejabat Pemkab Bogor, Siap Gelar Aksi Jilid 4 hingga Ada Tindak Lanjut Kejaksaan

Rabu, 3 Juni 2026 - 03:20 WIB

Potret Kedekatan Polisi dan Masyarakat, Sampaikan Pesan Kamtibmas Secara Dialogis.

Selasa, 2 Juni 2026 - 05:18 WIB

Bupati Bulukumba Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila 2026, Tegaskan Pancasila Sebagai Pemersatu Bangsa

Senin, 1 Juni 2026 - 03:09 WIB

Peringati Hari Lahir Pancasila, Polres Bulukumba Gelar Upacara Bendera Dipimpin Kapolres.

Jumat, 29 Mei 2026 - 22:02 WIB

Jalan Poros Manyampa Rusak Total, Pemerintah Jangan Tutup Mata dan Telinga: Dugaan Aktivitas Tambang Ilegal Disebut Jadi Pemicu

Jumat, 29 Mei 2026 - 12:10 WIB

Ziarah Rombongan Warnai Peringatan HUT Ke-69 Kodam XIV/Hasanuddin di Bulukumba

Jumat, 29 Mei 2026 - 11:15 WIB

Doa Bersama Warnai Peringatan HUT Ke-69 Kodam XIV/Hasanuddin di Makodim 1411/Bulukumba

Kamis, 28 Mei 2026 - 10:26 WIB

Resmob Polres Bulukumba Bergerak Cepat, 5 Terduga Pelaku Penganiayaan Diamankan

Berita Terbaru