BARA NEWS-BULUKUMBA
— Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama atau PCNU Kabupaten Bulukumba, Dr. H. Abd. Hakim Bukhari,S.Ag,M.Pd menilai pelaksanaan Musyawarah Daerah atau MUSDA merupakan bagian penting dalam kehidupan berorganisasi.
Menurutnya, MUSDA adalah silaturahmi, cara yang sah dan legal untuk merumuskan arah organisasi serta mencari figur kepemimpinan. Hal ini juga berlaku untuk Partai Golkar.
*”MUSDA adalah silaturahmi dan cara yang sah serta legal untuk merumuskan arah organisasi serta mencari figur kepemimpinan dalam sebuah organisasi dan merupakan wujud dari sebuah demokrasi. Termasuk Partai Golkar. MUSDA adalah ajang silaturahmi, musyawarah dan pengambilan keputusan tertinggi di tingkat daerah,”* ujar Dr. H. Abd. Hakim Bukhari.
Terkait figur kepemimpinan di Partai Golkar Kabupaten Bulukumba, Ketua Tanfidziyah PCNU tersebut mengatakan bahwa Golkar adalah partai yang usianya cukup matang dan memiliki pengalaman panjang dalam sejarah konstelasi politik nasional.
*”Golkar adalah partai yang usianya cukup matang dan berpengalaman dalam sejarah konstelasi politik dan tentu banyak memiliki stok calon pemimpin yang berkualitas di masa depan,”* jelasnya.
Dr. H. Abd. Hakim Bukhari juga mengaku mengenal dengan baik sejumlah tokoh Partai Golkar di Bulukumba. Di antaranya H. Ilham Bahtiar, A. Muttamar, H. Amiruddin, Nirwan Arifuddin, dan AHP.
*”Saya selaku Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Bulukumba banyak mengenal tokoh-tokoh Golkar di Bulukumba termasuk H. Ilham Bahtiar, A. Muttamar, H. Amiruddin, Nirwan Arifuddin dan AHP,”* sebutnya.
Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa setiap kader Golkar memiliki hak dan peluang yang sama untuk memimpin partai berlambang pohon beringin tersebut.
*”Menurut saya, siapapun kader Golkar tentu memiliki hak yang sama dan peluang yang sama untuk memimpin Partai Golkar termasuk H. Ilham Bahtiar. Dan tentu keputusannya ada pada peserta MUSDA sebagai pemilik suara sah,”* tegasnya.
Pernyataan Ketua Tanfidziyah PCNU Bulukumba ini menjadi penegasan bahwa proses demokrasi di internal partai harus dijaga marwahnya. Musda bukan ajang perpecahan, melainkan momentum untuk memperkuat silaturahmi dan melahirkan kepemimpinan yang mampu membawa Partai semakin besar di Bulukumba.
Pewarta.Basri

































