MAKASSAR – Aksi penimbunan Bahan Bakar Minyak yang diduga bersubsidi kembali terbongkar. Sebuah mobil SUV berwarna silver diamankan petugas Satuan Polisi Pamong Praja saat kedapatan mengangkut puluhan jeriken BBM di sebuah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, penggerebekan tersebut terjadi pada Selasa, 14 Oktober 2026. Petugas Satpol PP yang sedang melakukan pengawasan di lapangan mendapati sebuah kendaraan minivan yang bagian bagasi dan jok belakangnya dipenuhi jeriken plastik besar berwarna biru dan hitam dalam jumlah tidak wajar.
Saat pintu bagasi belakang dibuka, terlihat tumpukan jeriken yang disusun rapat hingga memenuhi seluruh ruang kabin. Seorang petugas senior dengan kacamata dan seragam cokelat yang mengenakan tanda nama ABDULAH tampak memberikan penjelasan sambil menunjuk ke arah tumpukan jeriken tersebut, didampingi sejumlah personel lain termasuk petugas bernama FADE dan NASRUDDIN. Salah seorang petugas bahkan mengangkat corong merah yang diduga digunakan untuk memindahkan BBM.
Kamera yang merekam dari dekat memperlihatkan interior mobil yang dipadati jeriken dengan kondisi penuh. Seorang pria berbaju cokelat muda juga ikut memeriksa isi jeriken tersebut. Seluruh proses pemeriksaan dilakukan secara prosedural dan terbuka di area SPBU.
Temuan puluhan jeriken dalam satu mobil pribadi ini menjadi bukti telanjang betapa masifnya praktik penimbunan BBM bersubsidi yang masih terjadi di lapangan. Modus menggunakan mobil SUV keluarga untuk mengelabui petugas dan mengangkut BBM dalam skala besar menunjukkan bahwa para penimbun semakin berani dan terorganisir.
Ini adalah perampokan terhadap hak rakyat kecil. BBM bersubsidi yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu dan transportasi umum justru dialihkan untuk kepentingan pribadi dan dijual kembali dengan harga tinggi. Jika praktik seperti ini dibiarkan, kelangkaan BBM di SPBU akan terus terjadi dan negara dirugikan hingga miliaran rupiah.
Aparat penegak hukum tidak boleh berhenti pada penyitaan barang bukti saja. Pengusutan harus dilakukan hingga ke akar, termasuk mengungkap dari SPBU mana BBM tersebut diperoleh dan siapa aktor di balik penimbunan skala besar ini.

































